DPRD Binjai Akan Memanggil Guru SD 02 Binjai




DPRD Binjai melalui Komisi C saat menggelar RDP dengan Orangtua Feril



Binjai-Metrolangkatbinjai.com
Oknum guru SDN 020252 Binjai Barat berinisial S diduga punya kelainan mental, terkait kelakuan berlebihan acap menabok kepala murid-murid, yang dianggapnya bersalah. Kasus ini terkuak setelah Wali murid mengadu ke Komisi C DPRD Binjai dan Mapolres Binjai.

Ketua Komisi C DPRD Kota Binjai, Irfan Asriandi kepada menarik kesimpulan ada dugaan oknum guru terkait mengidap kelainan mental. Pasalnya, sesuai informasi dari masyarakat dan wali murid lainnya, bahwa S sudah lama dikenal sebagai guru kejam, suka memberi hukuman berlebihan dengan menabok kepala-kepala muridnya. Tak pandang bulu, murid perempuan juga ditaboki, dan sama kerasnya diberi hukuman dengan murid laki-laki.

"Yang jelas dalam perkara ini oknum gurunya ada kelainan mentalnya, kelainan berupa kebiasaan buruk suka memukuli siswa, nah itu kan jelas perkara mental itu," kata Irfan Asriandi, Jumat (3/8).

Anggota Komisi C dari Fraksi Gerindra, Hj Juliati, menduga S tak hanya sekadar kelainan mental biasa, melainkan sudah maniak. Dia juga khawatir para murid yang pernah dipukuli pada bagian kepala bisa gegar otak, atau efek di kemudian hari.

"Kita panggil saja gurunya itu, kita lihat ini semacam maniak karena keseringan, kalau syaraf dipukul bisa geger otak dan meninggalkan bahaya ini. Jangan-jangan sudah banyak korban lainnya," cetus anggota Hj Juliati.

Sebelumnya dalam rapat dengar pendapat, pada Kamis (2/8) dewan lainnya, dokter Edi Putra mengatakan guru yang melakukan pemukulan harus dilakukan pemeriksaan kejiwaannya.

"Ada banyak faktor yang bisa memicu prilaku kasar seseorang, misal kesehatan, kebiasaan, dan tekanan mental," bebernya.

Untuk tindak lanjut kasus ini, Ketua Komisi C, Irfan Asriandi dengan tegas mengatakan bahwa aduan para wali murid menjadi perhatian khusus pihaknya. Setelah menerima dengan hangat keluhan para Wali Murid, Komisi C telah melayangkan surat yang ditujukan kepada Walikota Binjai, Muhammad Idaham untuk hadir dalam Rapat Dengar Pendapat pada Senin mendatang.

Dugaan kekerasan terhadap Feril Geovanni Lubis, juga sudah dilaporkan ke Mapolres Binjai, Rabu (1/8) sore sekira pukul 15.30 WIB. Laporan orangtua korban diterima oleh pihak SPK Polres Binjai dengan Nomor Laporan LPP/441/VIII/2018/SPKT-A dan telah ditanda tangani oleh Kanit SPKT Polres Binjai Aipda Irwan Sudianto, yang nantinya akan diteruskan ke Unit Perlindungan Perempuan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Binjai. (Put)


Show EmoticonHide Emoticon