Dapat Kabar Akan Diserang Kelompok Preman, Ribuan Warga Patok 18 & Stungkit Keluar Rumah

Warga siap menanti serangan preman

Langkat-Metrolangkatbinjai.com

Ribuan orang warga dari Patok 18 dan Desa Stungkit, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, keluar rumah dengan berbagai macam senjata ditangan.

Hampir sepanjang jalan dusun dan Desa tersebut dipenuhi manusia. Ada yang menenteng senjata tajam, pentungan, senapan angin dan bermacam senjata tradisional lainya. 

Aksi siaga 1 yang dilakukan warga tersebut menyusul adanya kabar perihal ancaman penyerangan oleh sekelompok preman kekampung itu. 

Warga yang tak mau mati konyol begitu saja, langsung mempersenjatai diri dengan benda-benda keras dan tumpul. 

Menurut keterangan salah seorang warga yang dihubungi Metrolangkatbinjai. com, Kamis (23/8) sekitar pukul 23.15 Wib, aksi yang dilakukan warga tersebut berawal dari tersiarnya kabar bakal ada kelompok preman yang akan datang menyerang kampung mereka. 

Kabar penyerangan tersebut berawal dari datangnya salah seorang anggota dari kelompok preman yang mengintimidasi warga. Ceritanya berawal dari datangnya seorang pria mengendarai mobil Taff menawarkan brondolan sawit kepada warga di Patok 18.

Setengah memaksa, pria ini meminta pengepul sawit dikampung itu membeli dua karung brondolan sawit yang dibawanya. Awalnya warga penampung sawit ini engan membelinya,namun belakangan anak penampung sawit menimbang juga dua karung brondolon sawit yang dibawa pria tadi. 
Petugas jahtanras dilokasi menenangkan warga. 

Sewaktu ditimbang, kedua karung brondolan tadi beratnya berkisar 75 kg. Selanjutnya brondolan sawit itupun dibayarin. Setelah menerima uang penjualan brondolan, pria inipun pergi. Tapi tidak berselang lama, pria tersebut datang kembali seraya mengatakan kalau warga menerima sawit curian.

Begitu dituduhkan menerima sawit curian, warga inipun tak terima, tapi pria ini tetap ngotot dan mengatakan warga ini wajib membayar uang denda sebesar Rp. 100 juta. Jika  saja uang tersebut tidak ada dalam waktu singkat,pria ini mengancam akan turun kembali bersama bos besarnya dan rekan-rekanya dari OKP untuk membuat perhitungan. 

Karena selama ini memang diantara warga dan kelompok OKP tersebut tidak pernah akur, warga inipun memberitahukan kepada warga lainya hingga kabar penyerangan tersebut dengan cepat tersiar.  Seperti dikomando, warga langsung mempersiapkan diri menyambut kedatangan pelaku nantinya.

Petugas dari kepolisian resort Langkat yang mendapat kabar akan kondisi mencekam ini langsung menurunkan personil Jahtantas, Sbhara dan lainya kelokasi untuk meredam hal hal yang tak diinginkan. 

Bhabinkamtibmas Polsek Stabat Bripka Herdianto ketika dikonfirmasi membenarkan kondisi di Patok 18 dan stungkit memanas. Mudah-mudahan ngak jadi kompliknya. Ini sekarang lagi kita coba menenangkan warga. " Ujar Herdianto singkat seraya mengaku sedang dijalan. (yong) 




 


Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments