Dampak Pabrik Penggilingan Batu Di Megawati Buat Warga Binjai Sesak Nafas




Anggota Komisi B Jonita Agina Bangun saat sidak di Pabrik Penggilingan Batu

Binjai-Metrolangkatbinjai.com

Keberadaan Pabrik Penggilingan Batu di Perbatasan Megawati Jalan Baru, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang menjadi persoalan bagi warga.

Pasalnya, warga yang berada di Lingkungan IX dan X Kelurahan Sumber Mulyo Rejo, Kecamatan Binjai, terancam mengalami sesak nafas karena harus menghirup polusi udara (abu) yang dihasilkan dari proses penggilingan batu tersebut.

Menanggapi laporan itu, sejumlah anggota DPRD Kota Binjai beserta Dinas Lingkungan Hidup dan Lurah Sumber Mulyo Rejo, Agus, langsung turun ke lokasi Pabrik Penggilingan batu untuk melakukan sidak.

Dalam sidak tersebut, mereka mendatangi tiga Pabrik Penggilingan Batu, yakni CV Hermon Sejahtera, CV Beton Kurnia Bestari dan CV Wampu Bestari.

Anggota DPRD Kota Binjai, Jonita Agina Bangun, saat dikonfirmasi meminta Pemkab Deli Serdang untuk Pro aktif dalam menyikapi persoalan tersebut.

Menurutnya, jika memang keberadaan Pabrik Penggilingan Batu tersebut tidak dilengkapi ijin, maka harus segera diambil tindakan untuk segera ditutup.

"Kalau memang ada ijinnya, kita minta supaya pemerintah Deli Serdang segera menegur pihak pabrik agar secepatnya dilakukan pembenahan. Tujuannya supaya tidak menimbulkan keresahaan bagi warga Binjai Timur yang selama ini terdampak Polusi udara yang dihasilkan dari Pabrik tersebut, “ katanya kepada wartawan, Rabu (15/8) siang.

Hal senada juga disampaikan Lurah Sumber Karya Mulia Rejo, Agus. Dirinya mengaku kalau pihaknya sudah setahun yang lalu menyurati terkait dampak Polusi yang dihasilkan dari Pabrik Penggilingan Batu tersebut. Namun sampai sekarang tidak ada solusi yang dihasilkan.

“Kalau memang kenyataannya tetap membandel, ya kita berharap sama Pemerintah terkait untuk dicabut saja ijinnya," ujarnya.

Sama halnya dengan yang disampaikan Kepala LPM Sumber Karya Mulia Rejo, Mahruzar. Menurutnya, kondisi ini sudah bertahun tahun lamanya dirasakan warga Binjai Timur. Namun kenyataannya, pihak Pemerintah terkait seakan melakukan pembiaran terhadap Pabrik Penggilingan Batu tersebut tanpa pernah melakukan tindakan apapun.

“Kami warga disini sudah sangat resah sekali karena setiap hari harus menghirup Polusi udara tidak sehat yang dihasilkan dari Pabrik penggilingan batu tersebut. Lama-lama sesaklah nafas kami disini. Udah lah rumah jadi berabu, kamipun tidak sehat,“ ucapnya.

Sementara itu, Staf Dinas Lingkungan Hidup Pemko Binjai, Junaidi, menyebut pihaknya masih harus mempelajari terlebih dahulu segala sesuatunya termasuk soal perijinan dampak lingkungannya. Nanti barulah pihaknya akan meneruskan persoalan ini ke Provinsi Sumut.

"Kami pelajari dulu baru nanti akan kita kordinasikan ke Provinsi Sumut dan Pemkab Deli Serdang untuk dicarikan solusinya," kilahnya. (Put)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments