logo

BNNK Binjai Tangkap Pasutri Pengedar Narkoba ke Pelajar




Binjai-Metrolangkatbinjai.com

Pasangan suami - istri (pasutri) berinisial MC alias Candra (34) dan NF alias Dila (35) diamankan pihak Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Binjai, karena diduga terlibat dalam sindikat peredaran narkotika.

Pasutri tersebut diringkus dikediamannya Jalan Pande Dingin, Kelurahan Binjai, Kecamatan Binjai Kota, usai dipancing petugas melakukan transaksi jual-beli ganja, Kamis (30/8/2018).

Dari operasi itu, petugas BNNK turut mengamankan barang bukti berupa 49 paket kecil berisi ganja, 10 plastik klip pembungkus sabu bekas pakai, HP, 2 kotak rokok bekas dan dompet tempat menyimpan ganja, tumpukan kertas pembungkus ganja, dua korek api, bong, dua pirek kaca, lima pipet, serta uang Rp 70 ribu hasil transaksi.

“Dari hasil penyelidikan kita, kuat dugaan mereka ini pengedar narkotika di ruang lingkup pelajar,” ungkap Kepala BNNK Binjai, AKBP Joko Susilo, saat paparan di Kantor BNNK Binjai, Jalan Gatot Subroto, Limau Mungkur, Binjai Barat, Jumat (31/8/2018) siang.

Joko menjelaskan, penangkapan kedua tersangka dilakukan menyikapi informasi maraknya aktifitas penyalahgunaan dan transaksi jual-beli narkotika di belakang Yayasan Pendidikan Satu Nusa Binjai.

Menindaklanjuti hal tersebut, lanjutnya, tim pemberantasan yang dipimpin Kepala Seksi (Kasi) Pemberantasan, Kompol VI Sembiring, segera mendatangi kawasan pemukiman terkait, dan menelusuri kebenaran informasi itu.

“Beruntung informasi tadi terbukti benar. Sebab setelah anggota kita melakukan proses investigasi di sana, ternyata pihak yang selama ini dicurigai sebagai pengedar ialah pasangan suami istri, MC dan NF,” seru Joko.

Menyadari hal itu, sambung Joko, pihaknya pun segera mempersiapkan skenario penangkapan dengan cara menyamar, lalu memancing sang suami, MC, untuk bertemu dan melakukan transaksi jual-beli ganja.

“Beruntung upaya itu sukses meyakinkan tersangka MC. Sehingga begitu pria tersebut keluar dari rumahnya untuk mengantarkan ganja yang telah dipesan sebelumnya, seketika itu dia kita tangkap bersama sang istri,” terangnya.

Terkait hasil operasi penangkapan itu, Joko turut mengapresiasi kinerja seluruh anggotanya. Sebab dirinya menilai, penyalahgunaan dan peredaran narkotika terhadap pelajar jelas sebuah tindakan yang tidak dapat ditolerir.

Atas dasar itu pula, pihaknya saat ini sedang menyelidiki dugaan keterlibatan pihak lain, yang dicurigai sebagai bandar pemasok ganja dan sabu bagi kedua pasangan suami-istri terkait.

“Jadi, bukan besaran barang bukti yang penting untuk kita soroti, melainkan dampak kerusakan yang akan ditimbulkan. Sebab sasaran pembeli mereka sendiri adalah para remaja dan anak sekolah,” jelasnya.

Di tempat yang sama, tersangka MC, didampingi sang istri NF, dalam keterangannya kepada wartawan mengaku, telah lebih dari dua bulan menjalankan profesi sebagai pengedar narkotika.

Diakui ayah dua anak itu, selama ini dia membeli ganja dari seorang bandar di Kelurahan Rambung Timur, Kecamatan Binjai Selatan. Sedangkan sabu dibeli dari bandar yang tinggal Kelurahan Tangsi, Kecamatan Binjai Kota.

“Jadi, sebagian ganja dan sabu tersebut kami jual ke warga sekitar dan anak sekolah. Sedangkan sebagian lagi, kami konsumsi sendiri,” terang pria yang berprofesi sebagai pengemudi beca bermotor (betor) itu.

Hanya saja menurut tersangka MC, dalam sehari mereka bisa menjual 50 hingga 100 paket ganja dan sabu. Untuk sabu dibanderol dengan harga Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu per paket. Sedangkan ganja dibanderol Rp 7 ribu hingga Rp 8 ribu per am. (Put)

Tags

advertisement centil

Metrolangkatbinjai.com - merupakan media informasi terupdate seputaran kabupaten langkat, dan selalu memberikan informasi-informasi yang menarik setiap harinya.