Terkait SMPN2 Babalan Jual Atribut Mencekik Leher, Kadispendidikan : Tidak Ada Perintah Lakukan Pungutan Disekolah



P. Brandan-Metrolangkat.com

Terkait mahalnya penjualan atribut sekolah di SMP N2 Babalan Pangkalan Brandan, seharga Rp 95. 000, terdiri dari dua pasang kaos kaki, 1 buah topi, 1 buah dasi, 3 pasang atribut/simbol dan 1 buah bendera kecil, membuat masyarakat Kab Langkat terhenyak dengan keadaan ini.

Bagaimana tidak, penjualan atribut yang dilakukan pihak SMP N2 Babalan melalui Koperasi sekolah, dianggap mencekik leher dan memberatkan bagi para orang tua siswa.

Dimana seharusnya koperasi sekolah berfungsi untuk meringankan dan mempermudah siswa untuk memperoleh akses pendidikan, bukan malah sebaliknya hingga memberatkan dari segi pembiayaan.

Menyikapi hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Kab Langkat Dr. Saiful Abdi,SH,SE,M.Pd saat dikonfirmasi wartawan via seluler, Selasa (24/7) siang, mengatakan.

"Jika terbukti melakukan pungutan tanpa prosedur, diminta aparat kepolisan untuk menangkap Kepala Sekolah dan jajaran yang terlibat, tidak ada perintah melakukan pungutan disekolah.

Apapun bentuknya berupa pungli harus dibrantas, karena pungli memberatkan orang tua siswa dan ini perbuatan melanggar hukum,  kita akan turun meninjau kesekolah", ucap Saiful Abdi di balik ujung selulernya.

Diketahui, dalam Tahun Ajaran (TA) baru  2018-2019, SMP N2 Babalan menerima siswa-siswi baru sebanyak 256 orang, jika setiap siswa diwajibkan membeli atribut sebesar Rp 95.000, maka pihak sekolah menerima uang dari orang tua siswa mencapai Rp 24.320.000.

Dimana keadaan ini merupakan celah praktik monopoli penjualan atribut sekolah, yang diduga dilakukan demi mencari keuntungan pribadi dengan membebankan biaya kepada para siswa baru.

"Kita harap Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat menyikapi hal ini dan memberi sanksi kepada para pelaku, karena ini sudah mencoreng nama baik dan citra pendidikan di Negeri ini terutama di Kabupaten Langkat.

Mahalnya harga yang di patok pihak sekolah sudah menyalahi aturan, seharusnya pihak sekolah melalui koperasi bisa menjual lebih murah dari harga pasaran karena di order dalam jumlah yang besar, bukan malah sebaliknya, dan ini harus ditindak", ucap Ramlan salah seorang pemerhati pendidikan di Kab Langkat yang juga anggota investigasi LSM Sidik Kasus. (Bud)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments