Tabrakan Beruntun, Satu Tewas Terjepit Dibelakang Sopir






P.Brandan-Metro Langkat.com

Seorang penumpang mobil Kijang Krista BK 1758 PD yang duduk di bangku belakang., bernama Sari Malau (63) warga Pajak Sentral, Kel Sawit Sebrang, Kec Sawit Sebrang, tewas akibat tabrakan, dimana mobil yang ditumpanginya ditabrak dari belakang oleh mobil kijang Inova BL1653 FD, yang melaju dari arah Banda Aceh menuju Meda,  pada Senin (9/7) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB di Jalinsum Medan- Besitang KM 80-81 Kel Pelawi Utara, Kec Babalan Kab Langkat.


Akibat kejadian ini, kondisi kedua mobil mengalami kerusakan, bahkan satu buah sepeda motor Yamaha Mio BK 2213 AFD juga mengalami kerusakan akibat kecelakaan ini.


Informasi yang dirangkum Metro Langkat dari berbagai sumber mengatakan, jika kecelakan ini berawal dari penyergapan yang diduga dilakukan oleh beberapa oknum anggota Polisi dari Polda Sumut.


Dimana pada saat kejadian, mobil Kijang Krista BK 1758 PD  berpenumpang empat orang, Herialdi (31) Sari Malau (63), Nelson Sitanggang (39) ketiganya warga Pajak Sentral,  Kel Sawit Sebrang, Kec Sawit Sebrang, dan seorang lagi Dian Syahputra (37) warga Desa Purwodadi, Kec Kejujuran Muda, Kab Aceh Tamiang, datang dari arah Aceh menuju Medan


Pada saat dilokasi, mobil yang di kemudikan oleh Nelson Sitanggang, tiba-tiba dipepet (digunting) oleh mobil Kijang Inova warna hitam (nopol tidak diketahui), dengan mengacungkan senjata jenis pistol, langsung memaksa penumpang Krista untuk turun.


Merasa terkejut, Nelson dan penumoang lainnya berkata, ada apa ini Pak? tanya mereka, lalu beberapa orang dengan senjata ditangan menjawab, "Bukan urusanmu, kami dari Polda", ucapnya sambil menyuru turun secara paksa para penumpang, dan Nelson Sitanggang sempat diseret keluar dari kursi kemudi hingga mengalami memar dan lecet di bagian perut.


Tidak hanya sampai disitu, oknum yang mengaku anggota Polisi dari Poldasu langsung memukuli para penumpang, beberapa bogem mentah dan tunjangan, mendarat ditubuh mereka.


Salah satu penumpang, yang berhasil diwawancarai Metro Langkat, Senin (9/7) pagi, mengatakan, "Saya tanya ada apa ini Pak, dengan nada kasar mereka menjawab, bukan urusanmu, kami dari Polda ucapnya sambil mengacungkan pistol kearah kami bertiga, lalu kami disuruh tiarap dan dipukul serta  ditunjang dengan keras, saat itu Sari Malau yang tertidur di bangku belakang belum keluar, dan tiba-tiba mobil Kijang Inova datang dari arah Aceh langsung menabrak mobil kami dari belakang, diduga akibat kuatnya benturan membuat dirinya (Sari Malau) meninggal", ucap Herialdi yang memiliki kondisi pisik tidak normal (kedua kaki buntung).


Dirinya juga menambahkan, jika pada saat mobilnya dipepet dan berhenti, satu unit kereta Yamaha Mio warna biru juga ikut memepet dan berada ditengah antara mobilnya dan mobil kijang Inova milik oknum yang mengaku sebagai  anggota Polisi dari Polda, sehingga pada  saat Kijang Krista ditabrak dari belakang, kereta Yamaha Mio juga ikut ringseng kerena terseret dibawah mobil Kijang Krista.


Akibat kejadian ini, dua orang penumpang mobil Kijang Inova BL 1653 FD berhasil diamankan atas nama Eris Sanjaya (34) warga Kampung ABD II  Bukit Langsa, dan Hamdan Arbai (26) warga Rantau Panjang Peurlak, sementara itu dua orang lainnya yang diduga sebagai supir langsung melarikan diri dalam kegelapan, sehingga sempat dikejar oleh beberapa oknum yang mengaku anggota Polisi namun tidak berhasil di tangkap.


Kapolsek P. Brandan AKP JM Sitompul.SH melalui Kanit Reskrim Ipda Yudianto saat dikonfirmasi terkait kejadian Ini mengatakan, "Kita mengetahui ini hanya kecelakaan lalu lintas, dan saya juga kurang faham kejadiannya, namun saat ini para korban yang terlibat tabrakan, sedang menjalani proses di unit Lantas Bukit Satu", ucapnya singkat


Sementara itu Kapos Lantas Bukit Satu Polsek P. Brandan Ipda RF Sihombing saat ditemui di kantornya di Bukit Satu dan dikonfirmasi terkait kejadian ini seakan enggan memberikan keterangan, dirinya menjawab, "Datanya belum ada sama saya masih sama mereka, yang ada cuma ini", ucapnya singkat sambil menunjukan selembar kertas nama penumpang mobil.


Sementara itu, menurut keterangan warga disekitar lokasi kejadian mengatakan, bahwa malam itu juga terdengar beberapa kali suara tembakan, dan tidak lama usai tabrakan mobil yang menghadang langsung pergi.


"Kami lihat ada dua mobil dan mobil hitam langsung memepet Kijang Krista dan mereka keluar membawa senjata, makanya kami gak berani mendekat, kabarnya malam itu ada penggerebekan bandar narkoba dari Aceh, ada penumpang yang lari lalu dikejar dan terdengar suara tembakan", ucap beberapa warga sekitar yang namanya tak ingin disebutkan.


Saat kru Metro Langkat mencoba mengkonfirmasi Nelson Sitanggang yang dirawat di Puskesmas P. Brandan di Jalan Sutomo, terlihat dirinya dalam keadaan lemah, dimana dirinya mengalami luka di bagian kepala belakang, pelipis kanan, dagu kanan, kuping, dan perut.


"Kami dipukuli tanpa sebab, kami sudah memohon dan meminta ampun namun tetap di pukul dan di tunjang, salah kami apa, kami minta kejadian ini di proses secara hukum", ucapnya sambil menahan sakit


Atas kejadian ini, pihak keluarga berharap kejadian ini diuaut tuntas secara hukum, seperti yang diungkapkan oleh Safwan (42) abang dari Herialdi warga Dusun Banyurib Sei Litur Kasih, Kec Sawit Sebrang, " Kita sangat keberatan dengan kejadian ini, karena keadaan fisik adik saya tidak normal (kedua kaki buntung) kalau alasan mereka mau lari lalu dipukuli mana mungkin adik saya lari dengan keadaannya seperti itu, kita minta kasus ini untuk diproses secara hukum, apalagi dalam kejadian ini ada yang tewas", ucapnya berharap. (Bud)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments