Miris, Syalwa Aurelia Asal Langkat Menderita Kebocoran Ginjal






Binjai-Metrolangkatbinjai.com
Malang nian nasib Syalwa Aurelia, bocah berusia 3 tahun yang tinggal di Dusun Bangun Sari, Desa Sei Musam, Kecamatan Batang serangan ini mengalami pembengkakan pada perut dan kakinya. Kondisi itu sudah dialaminya sejak satu tahun lalu.

Keterbatasan keuangan kedua orang tuanya, membuat Syalwa berjuang melawan penyakit tersebut dengan pengobatan seadanya. Semenjak kondisinya semakin mengkhawatirkan dan viral di media sosial, akhirnya warga miskin ini dibawa ke RSU Arthamedica, Jalan Samanhudi, Kecamatan Binjai Kota, Senin (30/7).

Saat ini, Syalwa masih menjalani perawatan. Dari hasil pemeriksaan awal, Syalwa disebutkan menderita kebocoran ginjal. Sehingga perut dan kaki, serta matanya mengalami pembengkakan.

Orang tua Syalwa, Edi Murtopo, mengaku tidak menyangka dengan penyakit yang diderita anaknya tersebut.

"Awalnya kami pikir hanya cacingan, setelah dikasi obat cacing perutnya tidak juga normal. Bahkan tanpa disangka kakinya ikut membengkak," ujar Edi.

Takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, Edi membawa anaknya kepada orang pintar (berobat kampung) dan diberi obat seperti jamu.

"Sempat membaik, perutnya mengecil. Tapi hanya sebentar dan kembali membengkak," tuturnya.

Bingung dengan kondisi itu, akhirnya Edi membawa anaknya berobat ke RSU dr Fuad, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Binjai Kota. Karena tidak ada uang, anaknya hanya diperiksa dan kembali dibawa pulang.

"Ketika kami periksa diketahui ada masalah di ginjal. Tapi mau bagaimana, karena tidak ada uang dan tidak terdaftar sebagai peserta BPJS, makanya kami bawa pulang," tuturnya sembari menundukkan wajah.

Edi yang bekerja serabutan ini mengakui, untuk mengurus BPJS dirinya terkendala diberbagai administrasi.

"Waktu berobat kampung, nama anak saya disuruh ganti. Makanya gak cocok nama anak saya dengan Kartu Keluarga. Jadi masih harus diubah semuanya. Makanya saya pun jadi bingung," ungkapnya.

Sejauh ini, lanjut Edi, BPJS masih dalam proses. Hanya saja terkendala pada masa aktif. "Kalau diurus dan selesai, BPJS itu katanya bisa aktif setelah empat belas hari. Sementara sekarang anak saya masih pasien umum dan uang juga tidak ada," ucapnya dan berharap anaknya dapat diberi tindak lanjut medis agar sembuh dari penyakitnya.

Sementara pihak rumah sakit enggan memberikan penjelasan. Apakah anak malang itu akan dirujuk dan segera mendapat tindakan medis atau masih menunggu berkas administrasi BPJS.

"Kepala perawat gak ada, tadi ada pemeriksaan. Dokter sudah keluar, karena sudah selesai melakukan pemeriksaan," kata perawat jaga di lantai dua tempat bocah tersebut dirawat. (Put).
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments