Laporkan Pencurian, Karyawan Ini Malah Di Penjara dan Di PHK


Marasi bersama sang istri

Langkat-Metrolangkatbinjai. com

Sudah jatuh tertimpa tangga. Itulah yang di alami oleh dua orang Pekerja PTPN II PKS Sawit Hulu, Kecamatan Sawit Seberang, Kabupaten Langkat. Sebab, maksud hati ingin mengadukan adanya tindak Pidana pencurian yang di lakukan oleh seseorang, keduanya malah di tahan selama 11 hari oleh Kepala Pengamanan yang berjaga di Pabrik Kelapa Sawit tersebut.

Tidak hanya di tahan, keduanya mengaku di borgol dan di pukuli dengan selang hingga badan mereka berbalur balur, serta di paksa untuk mengaku bahwa mereka yang mencuri.

Mirisnya lagi, jangankan di beri makan, bahkan minum pun tidak, sehingga setiap hari istri mereka harus mengantarkan makanan dan minuman kepada mereka.

Adapun kedua pekerja tersebut masing masing adalah Marasi Silaban (52) serta Bahrum Nasution (43). Saat di temui di kediamannya, Marasi Silaban tidak menampik adanya paksaan dari pihak Perusahaan, agar dirinya bersama temannya harus mengakui perbuatan yang di lakukan oleh orang lain.

"Awalnya saya di jemput dari rumah dengan alasan untuk menjadi saksi. Namun sesampainya di sana, saya langsung di pukuli pakai selang dan di borgol.

Karena tidak tahan di pukuli, akhirnya saya mengakui perbuatan yang di lakukan oleh orang lain, padahal niat kami baik. Logika aja bang, kalau kami yang mencuri, ngapain kami yang melaporkan," Ucapnya saat di sambangi di kediamannya, Sabtu (21/7), sembari mengatakan bahwa saat ini dirinya sudah di PHK oleh Pihak Perusahaan.

Pada kesempatan itu, dirinya juga menceritakan sedikit awal mula dirinya di tahan hingga di PHK oleh Pihak Perusahaan.

Marasi Silaban mengatakan, kejadian tersebut bermula pada Bulan Februari 2018, dimana temannya yang bernama Bahrum Nasution, menemukan Elmot (alat Pabrik) di seputaran Pabrik. Tak ingin menjadi tersangka, lalu keduanya melaporkan kejadian tersebut ke Pihak Pengamanan PTPN II PKS Sawit Hulu.

"Namun kami malah di tahan. Setelah 11 hari di tahan, kami di suruh lapor ke Maskep. Setelah lapor ke Maskep, kami sempat bekerja sekitar sebulan setengah. Tapi setelah itu kami di PHK," beber Marasi Silaban, yang mengaku sudah bekerja di PTPN II PKS Sawit Hulu selama 20 tahun.

Akibat kekerasan yang di alaminya itu, sambung Marasi, dirinya melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Polisi Militer. Namun, lanjutnya, dirinya malah di adukan oleh Pihak Perusahaan melalui Papam ke Polsek setempat atas tuduhan pencemaran nama baik.

"Kalau kami tersangka, kenapa kami tidak di penjarakan. Bahkan sekarang pelaku pencuriannya sudah ketemu dan di tahan di Lapas Tanjung Pura," ungkapnya.

Tidak hanya itu, sambung Marasi, selain dituduh mencuri, bahwa pihak Perusahaan (Papam) menjebak dirinya di suruh mengambil besi dari gudang yang di gunakan sebagai barang bukti.

"Pada waktu itu Pabrik sedang beroperasi (Rusak) dan kami pada waktu sedang melakukan kebersihan Pabrik," bebernya.(Put)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments