KPU Binja Resmi i Tutup Pendaftaran Calon Legislatif




Binjai-Metrolangkatbinjai. com

Pendaftaran Calon Legislatif di KPU Kota Binjai, resmi di tutup. Setidaknya, nama nama yang sudah di daftarkan oleh Partai Politik harus kejar target untuk memperoleh suara sehingga tujuan memperoleh Kursi di Legislatif bisa tercapai.

Ketatnya persaingan di 4 Daerah Pemilihan (Dapil) yang ada di Kota Binjai, ternyata di amati dan di soroti oleh beberapa Lembaga.

Direktur Eksekutif Barometer Survey Indonesia untuk Wilayah Sumatera, Sugito Hadi SE Msi, mengatakan bahwa suhu Politik khususnya di Kota Binjai, semenjak dahulu selalu Dinamis dan Fleksibel.

"Khusus di Kota Binjai, untuk Pilkada biasanya tergantung pada situasi ketokohan calonnya. Sedangkan untuk Pileg, situasi dan kondisi lokal lebih dominan mempengaruhi," beber Sugito Hadi, saat di temui di salah satu Kedai Kopi yang ada di Kota Binjai, Rabu (18/7) sore.

Sugito juga mengatakan, walaupun kondisi dan suasana Partai Politik di tingkat DPP terlihat Pro Kontra prihal Pilpres, namun hal itu tidak begitu berpengaruh di Kota Binjai. Sehingga Pileg dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya gesekan yang berarti.

Tidak adanya gesekan yang berarti pada Pileg di Kota Binjai, sambung Sugito, sebab para Elit Politik Kota Binjai saling mengenal dan punya kedekatan satu sama lain, baik dari Partai lain sekalipun.

"misalnya kedekatan para Calon dan tidak terlalu mengkotak kotakkan. Persahabatan atau kolega juga mempengaruhi cara berpolitik di Kota Binjai," ucapnya.

Dosen di salah satu Perguruan Tinggi di Sumatera Utara ini juga memberikan saran untuk para Bacaleg, khususnya Bacaleg Pemula.

"Untuk Bacaleg pemula, dia harus mempersiapkan mental diri untuk berubah, dari orang biasa menjadi tokoh masyarakat, panutan, yang nantinya akan mengabdi kepada rakyat melalui Legislatif," kata Sugito Hadi.

Di singgung Prihal harus adanya sejumlah uang bagi Bacaleg jika ingin memenangkan dan duduk di kursi Legislatif, Pria berkulit Sawo Matang ini mengatakan bahwa hal tersebut di kembalikan kepada masyarakat yang memilihnya.

"Tergantung kepada masyarakat. Karena untuk menjadi Legislator, sesuai cara pandang masyarakat, cara pandang menyikapi, cara pandang menilai, sampai akhirnya menjatuhkan pilihan," bebernya.

Untuk Money Politic, sambung Sugito Hadi, di jaman sekarang ini sudah mulai beranjak, meskipun tidak di tinggalkan sepenuhnya. Setidaknya, masyarakat melirik kepada Kualitas Diri, Etitude dan Ketokohan si Calon.

Lanjutnya, saat ini masyarakat sudah sadar bahwa pengelolaan Daerah tidak bisa terlepas dari peran serta Anggota DPRD yang nanti akan bermitra dengan Eksekutif.

"Jika Anggota DPRD terpilih tidak mempunyai Kwalitas, Etitude dan Ketokohan, di khawatirkan kemampuan Legislasi, kemampuan mengawasi dan kemampuan membuat Anggaran saat terpilih nanti, berada pada titik rendah, dan ini akan merugikan rakyat sendiri," katanya.

Oleh sebab itu, dirinya menghimbau kepada masyarakat agar lebih dewasa dalam menentukan pilihannya, dan tidak serta merta karena uang. Sebab, pilihan kita tersebut akan menentukan nasib Daerah untuk 5 tahun kedepan.(Put)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments