logo

Ketua DPC Granat Kota Binjai Meminta Agar Aparat Hukum Yang Terlibat Narkoba Di Hukum Seberat Beratnya




Ketua DPC Granat Binjai Robby Effendy Hutagalung

Binjai-Metrolangkatbinjai.com
Di amankannya Oknum Polisi, yaitu AKBP Hartono SIK, di Terminal 1 A Bandara Soekarno Hatta Jakarta, pada hari Sabtu (28/7) Pukul 06.20 wib, tentunya mencoreng Institusi Polri.

Perwira Menengah yang sebelumnya menjabat sebagai Wadirresnarkoba Polda Kalimantan Barat, di amankan Petugas Bandara karena membawa Narkotika Jenis Sabu sabu seberat 23,8 gram.

Terkait hal itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Granat Kota Binjai, Robby Effendi Hutagalung, angkat bicara. Menurutnya, Kasus tertangkapnya Wadir Narkoba Polda Kalbar dengan barang bukti jenis sabu bukan yang pertama kali terjadi.

"Di tahun 2012, Wadir narkoba Polda Sumut juga pernah tertangkap atas kepemilikan narkoba. Ini menunjukkan jika aparat penegak hukum masih terlibat dengan penyalahgunaan narkoba. Jangan harap Indonesia akan bebas narkoba. Sampai tahun gajah pun, kita akan terus dengan situasi darurat narkoba," tegas Robby, saat di konfirmasi awak media, Senin (30/7) petang.

Tidak hanya itu, Robby berharap agar Aparat penegak hukum yang terlibat, harus dihukum seberat-beratnya.

"Seharusnya penegak hukum menjadi teladan dan Role model bagi masyarakat, bukan malah sebaliknya," ucapnya.

Tidak hanya itu, sambung Robby, Polisi juga harus memperlihatkan proses pemeriksaan Wadir narkoba Polda Kalbar ini seterang-terangnya.

"Jangan hanya kasus tertangkapnya artis saja baru diekspos besar-besaran. Sedangkan untuk anggota sendiri yang berbuat salah ada kesan permisif dari institusi Polri sendiri," bebernya.

Lanjutnya, Sudah sejak 2014 status gawat darurat narkoba sudah disebutkan oleh Presiden Jokowi. Tapi yang kita lihat di lapangan, barang narkoba tersebut makin mudah didapatkan.

"Yang sialnya, tertangkap pula Wadir Narkoba Polda kedapatan memiliki narkoba jenis sabu. Kiranya niat Pemerintah untuk 2019 agar terwujud Indonesia bebas narkoba masih jauh dari harapan. Hanya bicara dan slogan semata," ungkap Robby dengan pesimis.

Kini, Oknum Polisi tersebut di mutasikan sebagai Pamen Yanma Polri, dan akan di periksa.

Di mutasikannya Oknum Polisi tersebut, sesuai Surat Telegram dari Kapolri, yang di tujukan ke Polda Kalbar, dengan Nomor : ST/1855/VII/KEP/2018, tertanggal 28 Juni 2018, dan di tandatangani oleh Irjen Pol Drs Arief Sulistiyanto. MSi (Put).

Tags

advertisement centil

Metrolangkatbinjai.com - merupakan media informasi terupdate seputaran kabupaten langkat, dan selalu memberikan informasi-informasi yang menarik setiap harinya.