Kesadaran Warga Masih Rendah, Pemandangan Kumuh Hiasi Wajah Kota Pangkalan Brandan

Sampah yg berserakan di Titi Pelawi menuju Kota Brandan



P. Brandan-MetroLangkatbinjai.com

Pangkalan Brandan sebagai ibu kota tiga Kecamatan meliputi Kecamatan Babalan, Kecamatan Sei Lepan serta Kecamatan Brandan Barat, yang notabene berada di Kec Babalan, tampaknya memiliki segudang permasalahan sosial. Minggu (22/7).

Baik dari masalah penataan ruang, pedagang kaki lima, pajak tradisional (pasar) bahkan masalah kebersihan (sampah), nampaknya masih menjadi tugas berat dan PR bagi pejabat pemerintah setempat.

Seperti keberadaan sampah yang terlihat berserakan di sepanjang Titi Pelawi dimana lokasinya berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) sungai Lepan, tampaknya hingga kini pemerintah setempat belum bisa mengatasi dan mencari solusi guna mengatasinya.

Selain berserakan, sampah yang ada juga menimbulkan bau dan orama yang tidak sedap, sehingga mengganggu masyarakat sekitar dan para pengguna jalan yang melintas.

Walaupun berbagai cara telah dibuat oleh pihak Kecamatan, dengan memasang papan larangan dan himbauan dilarang membuang sampah, namun hal ini dirasa tidak efektif.

"Terlihat sangat kotor dan jorok, selain itu juga menimbulkan bau yang tidak sedap, padahal Titi Pelawi ini merupakan pintu masuk menuju kota Pangkalan Brandan, setiap para pengendara yang melintasi jalan ini pasti melihat sampah dan merasakan bau yang tidak sedap", ucap Nurhansyah (23) salah seorang warga P Brandan yang ditemui saat melintas.

Selain di Titi Pelawi kebaradaan sampah juga terlihat berserakan di sekitar Titi Babalan, serta hampir disetiap sudut kota terlihat tumpukan sampah, bahka Parit Kanal yang membelah kota Pangkalan Brandan dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah oleh masyarakat sekitar.

Surianto (38) salah seorang warga P Brandan juga mengatakan, keberadaan sampah selalu menjadi masalah bagi masyarakat, dimana hampir di setiap sudut jalan terlihat sampah, dimana sampah yang ada merupakan sampah rumah tangga dan sampah limbah dari para pedagang.

"Jalan Sudirman, jalan Masjid, Jalan Babalan dan jalan Wahidin selalu dipenuhi sampah pedagang, kita minta Pemerintah dan Dinas terkait harus tanggap menyikapi hal ini, karena ini masalah utama, selain terlihat kumuh, bau sampah yang ada berpotensi menyebarkan bibit penyakit yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat", ucap Surianto.

Dari Pantauan Metro Langkat grub media ini  sampah di sekitar Titi Pelawi dan Titi Babalan merupakan sampah rumah tangga, dimana sampah dibuang kesembarang tempat, hingga terlihat kotor dan jorok bahkan menimbulkan bau yang tidak sedap, menurut warga sekitar, walaupun sudah di pasang papan larangan dan himbauan, masyarakat tetap membuang sampah kelokasi ini. (Bud)










Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments