Kadis PM&PPTSP Kota Binjai Ismail Ginting Ditetapkan Tersangka



Binjai-Metrolangkatbinjai.com

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu, Ismail Ginting, ‎resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kota Binjai.

Pria berusia 54 tahun ini ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik saat dirinya menjabat Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan Kota Binjai yang merangkap Sekretaris Dinas Pendidikan pada tahun 2011.

Penetapan tersangka tersebut di benarkan oleh Ismail Ginting. Saat di konfirmasi, Rabu (18/7) dirinya tidak menampik dan berjanji akan mengikuti proses hukum yang berlaku.

"Kita akan mengikuti aturan hukum yang ada. Saya Pastikan juga bahwa saya akan koperatif mengikuti proses hukum yang berlaku," kata Ismail Ginting.

Tidak hanya itu, dirinya juga mengatakan bahwa pada esok hari, tepatnya hari Kamis (19/7), dirinya juga akan mendatangi Kejaksaan Negeri Binjai, untuk menjadi saksi atas seorang tersangka, yaitu Bagus Bangun.

Pria yang sebelumnya pernah di periksa menjadi saksi sebanyak dua kali dan baru melakukan operasi Batu Ginjai di Penang, mengakui bahwa Penetapan dirinya sebagai tersangka pada tanggal 16 Juli 2018 kemarin.

"Kemarin baru masuk surat (Penetapan tersangka) untuk saya. Dalam hal ini saya tidak tau ada kerugian Negara," beber Ismail Ginting, sembari mengatakan saat ini dirinya sedang masa pemulihan usai melakukan operasi.

Guna mengikuti proses hukum yang berlaku, dirinya berencana akan berkordinasi dengan Lembaga Hukum untuk mengawal prosesnya.

"Inilah resiko Jabatan, kita harus mempertanggungjawabkannya," ungkap Ismail Ginting.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Binjai, melalui Kepala Seksi Intelijen Kejari Binjai, Erwin Nasution mengatakan bahwa status Ismail Ginting sudah menjadi tersangka.

"Dia ditetapkan tersangka pada 16 Juli 2018," jelas Kepala Seksi Intelijen Kejari Binjai, Erwin Nasution.

Menurut Erwin, bertambahnya tersangka itu menunjukkan peningkatan status dari penyidikan umum menjadi penyidikan khusus. Warga Jalan Raimuna Raya Nomor 2, Lingkungan IX, Kelurahan Berngam, Kecamatan Binjai Kota, ditetapkan tersangka usai penyidik melakukan penyidikan sampai ke Kota Bandung.

‎"Dari hasil ekspos ditemukan dua alat bukti yang mendukung bahwa IG (Ismail Ginting) diduga secara bersama sama dengan tersangka terdahulu," ujar bekas Kasi Pidum Kejari Hulusungai ini.

Sejauh ini, sambung Erwin, kerugian negara dalam perkara ini sebesar 200 juta.

Dengan bertambahnya tersangka, kata Erwin, penyidik masih meminta bantuan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Sumut untuk menghitung secara pasti kerugian negara akibat ulah mereka.

Erwin menambahkan, Ismail Ginting rencananya akan diperiksa sebagai tersangka pada pekan depan.

"Kita lihat dulu bagaimana kedepannya. Apakah koperatif atau tidak. Kalau tidak koperatif, ya ditahan," ujarnya saat di tanya apakah yang bersangkutan berpotensi ditahan usai menjalani pemeriksaan pertama sebagai tersangka.

Modus yang dilakukan para tersangka, sambung Erwin, adalah pengadaan tersebut diduga dengan mengambil untung atau menaikkan harga beli atau disebut Mark-up. Selain mark-up, penyidik menduga, pengadaan tersebut fiktif.

Diketahui, penyidik sudah menetapkan dua tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan alat peraga Sekolah Dasar yang sumber anggarannya dari Dana Alokasi Khusus dengan pagu anggaran sebesar 1,2 miliar. Pengadaan tersebut dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Binjai.

Dengan ditetapkan Ismail Ginting sebagai tersangka, maka menjadi 3 orang seluruhnya. ‎Dua tersangka sebelumnya yakni, Bagus Bangun selaku Pejabat Pembuat Komitmen dan rekanan pelaksana pengadaan barang yakni Direktur CV Aida Cahaya Lestari Dodi Asmara. Mereka ditetapkan tersangka oleh penyidik pada 28 Maret 2018.

Dalam proses penyelidikannya, 10 kepala sekolah juga sudah diperiksa sebagai saksi.‎

"Rekanan itu (Direktur CV Aida Cahaya Lestari) DPO. Sementara Bagus Bangun koperatif. Penyidik masih mengusahakan untuk mencari DPO. Perbuatan mereka diduga menguntungkan diri sendiri dan melakukan perbuatan melawan hukum," pungkasnya.

‎Ketiga tersangka disangkakan penyidik dengan Pasal ayat 1 Subs Pasal 3 Jo Pasal 18 UU Nomor 20/2001 tentang perubahan UU Nomor 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.(Put)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments