Ismail Ginting Tersandung Dugaan Korupsi Alat Peraga Rp. 1,2 Milyar


Binjai-Metrolangkatbinjai. com

Ismail Ginting, yang menjabat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu, beberapa hari yang lalu resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kota Binjai.

Di tetapkannya menjadi tersangka karena dirinya menyediakan pengadaan alat peraga Sekolah Dasar yang sumber anggarannya dari Dana Alokasi Khusus dengan pagu anggaran sebesar 1,2 miliar.

Pengadaan tersebut dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Binjai tahun 2011, sehingga muncul dugaan bahwa dirinya mengambil untung atau menaikkan harga beli atau disebut Mark-up. Selain mark-up, penyidik menduga, pengadaan tersebut fiktif.

Pria berusia 54 tahun ini ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik saat dirinya menjabat Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan Kota Binjai yang merangkap Sekretaris Dinas Pendidikan pada tahun 2011.

Walau berstatus tersangka, namun Ismail Ginting masih berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kota Binjai.

"Sebelum ada Keputusan dari Pengadilan yang berkekuatan hukum yang sah, maka Beliau (Ismail Ginting) masih tetap menjadi Aparatur Sipil Negara di Pemko Binjai. Nantinya kan tahapan tahapan yang harus di lalui," ungkap Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Binjai, Amir Hamzah, Kamis (19/7) Siang.

Sebelumnya, Penetapan tersangka tersebut juga di benarkan oleh Ismail Ginting. Saat di konfirmasi, Rabu (18/7) dirinya tidak menampik dan berjanji akan mengikuti proses hukum yang berlaku.

"Kita akan mengikuti aturan hukum yang ada. Saya Pastikan juga bahwa saya akan koperatif mengikuti proses hukum yang berlaku," kata Ismail Ginting.

Bahkan, hari ini menurut Ismail Ginting, dirinya juga akan mendatangi Kejaksaan Negeri Binjai, untuk menjadi saksi atas seorang tersangka, yaitu Bagus Bangun.(Put)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments