Ini Penjelasan Kapolsek Kuala Tentang Penembakan Salah Seorang Warga




Kapolsek Kuala AKP antony Sinamu

Kuala-metrolangkatbinjai.com
Terrkait adanya aksi Preman yang melukai seorang warga dengan menggunakan "Senapan angin rakitan" hingga kepalanya mengalami luka, Polres Langkat melalui Kapolsek Kuala AKP Antony Sinamu, angkat bicara.

Saat di konfirmasi awak media, Jumat (27/7) Kapolsek Kuala AKP Antony Sinamu mengatakan bahwa penganiayaan tersebut bukan menggunakan Pistol Rakitan, namun menggunakan Senapan Angin yang larasnya di potong.

"Bukan pistol rakitan, tapi senapan angin yang larasnya di pendeki (di potong), gagangnya di buka, sehingga menjadi pendek. Sebab, pelurunya pun peluru senapan angin," tegas Antoni Sinamu.

Dirinya menambahkan, saat ini salah seorang Pelaku berinisial BS, sudah di amankan dan ditahan di Polsek Kuala. Namun seorang pelaku lagi berinisial R masih dalam pengejaran.

"BS sudah kita amankan dan sudah kita periksa, tinggal satu orang lagi," beber Antony Sinamu, sembari mengatakan bahwa pelaku di jerat Pasal 170 tentang Penganiayaan/pengeroyokan.

Sementara itu sang Korban berinisial JS, sambung Antony Sinamu, sudah sehat dan sudah beraktifitas kembali.

"Saat ini korban sudah sehat dan beraktifitas kembali. Bahkan sudah datang ke Polsek untuk di mintai keterangan. Korban mengalami luka di bagian kepala sebelah belakang, karena terkena peluru senapan angin yang melenceng," ungkap Antony.

Di soal apakah kasus tersebut bisa di selesaikan dengan cara kekeluargaan, Antony Sinamu mengatakan bahwa hal itu akan di bicarakan terlebih dahulu ke Polres Langkat.

"Pastinya kita akan berkordinasi dengan Polres Langkat dulu," katanya.

Di amankannya BS (45) warga Desa Parit Bindu di Polsek Kuala, sebab dirinya bersama temannya berinisial R (35) warga Bekiung Kecamatan Kuala, melukai seorang warga berinisial JG (21), warga Desa Balai Kasih, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, dengan menggunakan Senapan angin yang larasnya sudah di potong, di Perkebunan La Buntu, Desa Sukadamai, Kecamatan Kuala, Jumat (20/7) yang lalu (Put).


Show EmoticonHide Emoticon