Hakbun Ditemukan Kaku Dikamar Tidur.


Binjai-Metrolangkatbinjai. com

Seorang kakek ditemukan tewas dalam kamarnya dengan posisi tubuh tergeletak kaku di atas ranjang. Korban diketahui bernama Susanto alias Hakbun (75), warga Jalan KH Wahid Hasyim No 69 Kelurahan Pekan Binjai, Kecamatan Binjai Kota, Senin (23/7).

Jasad korban sendiri ditemukan warga pada pukul 10.45 wib, karena curiga tidak melihat korban ke luar kamar dan beraktivitas. Pria lanjut usia itu diduga meninggal dunia akibat stroke, setelah bertahun-tahun menderita hipertensi.

Korban pertama kali di ketahui meninggal dunia oleh pembantu rumah tangganya yang bernama Sukinem. Sebab, setiap pagi Sukinem kerumah korban untuk mencuci pakaiannya. Namun saat akan masuk rumah korban, pintu belakang terkunci dan ketika di panggil, tidak ada sahutan sama sekali.

Tidak ingin terjadi apa apa, Sukinem akhirnya mendatangi keponakan korban dan memberitahukan bahwa korban yang di ketahui hanya tinggal seorang diri di dalam rumahnya, tidak menyahut saat di panggil.

Hal yang sama juga terjadi, korban juga tidak menjawab saat keponakannya yang bernama Kok Liang memanggil dirinya. Walau Pintu yang terbuat dari jerjak besi tertutup dan terkunci dari dalam, namun karena posisi pintu papan belakang sudah terbuka, akhirnya Kok Liang mencoba membuka grendel dengan cara menggunting jerjak kawat pintu besi dan membuka grendel pintu besi, sehingga pintu besi terbuka.

Usai terbuka, Kok Liang langsung menuju kamar korban dan melihat korban sudah tidak bernyawa dengan posisi tertelungkup diatas ranjang.

Tak berselang lama, Petugas Polsek Binjai Kota yang di pimpin langsung Kapolsek Binjai Kota Kompol M Jawak SH MH, langsung menuju lokasi dan melakukan olah TKP bersama Inapis Polres Binjai.

Kasubbaghumas Polres Binjai AKP Lengkap Tarigan, saat di konfirmasi mengatakan, tidak ada tanda tanda penganiayaan di sekujur tubuh korban, namun ditemukan darah dilantai dekat tempat tidur.

"Untuk mengetahui penyebab kematian korban, akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Djoelham Binjai," tegasnya.

Namun, lanjut Lengkap Tarigan, Setelah kordinasi dengan keluarga korban yang bernama You Wie, korban akhirnya tidak jadi di Autopsi karena korban selama ini sudah mengidap penyakit Hipertensi (darah tinggi).

"Keluarga korban akhirnya bersedia membuat surat pernyataan tidak dilakukan autopsi terhadap korban," tutupnya.(put)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments