Dugaan Keterlibatan Ketua Parpol Dalam Korupsi Pengadaan Alat Peraga, Kajari Binjai : Sedang Kita Dalami




Kajari Binjai Victor Antonius Sidabutar

Binjai-Metrolangkatbinjai.com
Para tersangka Korupsi pengadaan alat peraga Sekolah Dasar (SD) tahun 2011, sudah masuk tahap penyidikan. 

Bahkan, dugaan korupsi pengadaan alat peraga SD tahun anggaran 2011 yang sudah masuk tahap penyidikan ini, memasuki babak baru. 

Sebab, Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Binjai, mendalami adanya dugaan keterlibatan salah satu ketua Partai Politik (Parpol).

Kajari Binjai, Victor Antonius ‎Saragih Sidabutar, saat di konfirmasi Minggu (29/7) petang, membenarkan adanya dugaan keterlibatan ketua parpol tersebut.

"Ya, lagi didalami," tulis Victor yang ditanya dugaan keterlibatan ketua partai dalam perkara dugaan korupsi ini ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp.

Ditanya lebih jauh, bekas Kajari Kualatungkal ini meminta agar rekan media ‎menunggu hasil pemeriksaan yang berlangsung pada Pekan depan. Namun Victor tak menjelaskan secara rinci tanggal berapa oknum petinggi Parpol di Kota Rambutan bakal diperiksa oleh penyidik.

"Rekan media sabar, tunggu hasil pemeriksaan minggu depan ya. Tim penyidik akan mendalami fakta-fakta yang ada," tulis bekas Kasubdit Tipikor Jampidsus Kejagung ini seraya mengakhiri.

Informasi diperoleh, dugaan keterlibatan petinggi Parpol disebut-sebut bakal menjalani pemeriksaan oleh penyidik pada Rabu (1/8) mendatang. 

Bahkan, tidak hanya ketua Partai yang diduga terlibat di dalam pusaran dugaan korupsi tersebut.
 Nama ketua parpol diduga terlibat dalam proses pengadaan alat peraga yang berujung fiktif ini diperoleh penyidik usai melakukan pemeriksaan terhadap tersangka Bagus Bangun dan Dodi Asmara pada 25 Juli 2018. ‎

Hal itu merupakan hasil pengembangan penyidik dalam proses penyidikannya.

Sementara itu, Walikota Binjai, H Muhammad Idaham mengaku sudah mengetahui penetapan tersangka yang disematkan kepada Kepala Dinas Penanaman Modal Ismail Ginting. Bagi Walikota dua periode ini, persoalan hukum yang menimpa Ismail tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah.

"Masih, belum ada (pergantian)," tandas Idaham ketika ditanya apakah penetapan tersangka Ismail Ginting berbuntut kepada dicopotnya jabatan yang bersangkutan.  

Diketahui, penyidik menetapkan tiga tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan alat peraga sekolah dasar yang sumber anggarannya dari Dana Alokasi Khusus dengan pagu anggaran sebesar 1,2 miliar. Pengadaan tersebut dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Binjai.

Ketiga tersangka itu yakni, Ismail Ginting selaku Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota Binjai‎ yang pernah menjabat Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan merangkap Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Binjai, Bagus Bangun selaku Pejabat Pembuat Komitmen dan rekanan pelaksana pengadaan barang Direktur CV Aida Cahaya Lestari Dodi Asmara. Mereka ditetapkan tersangka oleh penyidik pada 28 Maret 2018.

Dalam proses penyelidikannya, 21 Kepala Sekolah juga sudah diperiksa sebagai saksi.‎ 

Selain itu, 30 orang sudah diperiksa penyidik dalam proses penyelidikannya. 

Direktur CV Aida Cahaya Lestari yang menjadi DPO Kejari Binjai sudah ditangkap. Kini Dodi sudah mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Binjai. Sedangkan dua tersangka lainnya belum ditahan (Put) 
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments