Dua Terdakwa Pembunuh Jasiaman Purba Mengaku Dipaksa Akui Pembunuhan


Binjai-Metrolangkatbinjai. com

Masih segar dalam ingatan kita peristiwa penemuan mayat pria bertatto di sebuah parit depan rumahnya, yang berada di Jalan Teratai, kelurahan Pahlawan, kecamatan Binjai Utara pada April 2018 lalu.

Ternyata dua pelaku yang membunuh pria bertato bernama Jasiaman Purba (55) saat ini tengah menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Binjai.

Adapun kedua terdakwa yakni Rosmalinda Saragih (51). Dirinya tidak sendirian, dia dibantu oleh seorang pria bernama Hardi Sialoho,(42) warga Binjai Barat. Keduanya ditangkap polisi dari dua tempat yang berbeda pada bulan April 2018 lalu.

Dalam persidangan yang dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri Binjai Fauzul Hamdani sebagai ketua majelis hakim, kedua terdakwa dihadirkan untuk agenda mendengarkan keterangan saksi saksi dan dua tersangka, Selasa (24/7).

Pantauan awak media, pada persidangan kasus pembunuhan ini, setelah majelis hakim mendengarkan keterangan dari saksi saksi, yakni dua Personil Polisi dari Satreskrim Polres Binjai, Hakim ketua pun bertanya kepada tersangka Rosmalinda.

Saat di tanya oleh Hakim ketua, terdakwa Rosmalinda malah menjerit dan menangis dihadapan para Hakim dan Penuntut Umum serta Penasehat Hukum.

“Saya di bawa ke kebun tebu Tunggurono dan dipaksa Polisi mengaku melakukan pembunuhan terhadap suami saya," kata Rosmalinda.

Sedangkan satu lagi tersangka utama, Hardi Sialoho, kepada Majelis Hakim mengatakan bahwa sebelum mengaku, dirinya di bawa ke Jembatan Kembar Binjai dan dipaksa mengaku sebagai pelaku pembunuhan oleh anggota Polisi.

Hakim Ketua akhirnya menunda sidang dan akan dilanjutkan lagi minggu depan, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi saksi dan dua tersangka.

Untuk tersangka Hardi Sialoho saat di tanya dari balik terali besi Pengadilan Negeri Binjai mengatakan bahwa dirinya dipaksa mengakui perbuatannya.

 “Sudah dua hari aku tidak ngaku dan kena paksa serta bujuk rayu akan di kirim ke Kalimantan, asal mengaku melakukan pembunuhan," kata Hardi Sialoho.(put)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments