Dodi Asmara, Mengaku Tak Tau Soal Proyek Pengadaan Alat Peraga


Binjai-Metrolangkatbinjai. com

Direktur CV Aida Cahaya Lestari, Dodi Asmara (36) yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Negeri Binjai, akhirnya diringkus tim gabungan Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumut di Hotel Grand Darussalam, Jalan Darussalam, Medan Petisah, Minggu (22/7)

Namun, pria yang menjadi DPO selama 4 bulan oleh penyidik ini mengaku tidak melakukan pengadaan alat peraga yang tersandung perkara dugaan korupsi tersebut.

Pria berpostur kurus dan tinggi yang belum menikah ini saat di sambangi awak media di balik jeruji besi tahanan Kejari Binjai, mengaku ‎semua yang mengadakan alat peraga tersebut adalah Daud Nasution.

"Saya sebenarnya sudah tidak mau, cuma Daud ini yang pemborongnya pakai perusahaan saya. Dari keluar tender, dia (Daud) yang mengerjakan. Perusahaan itu atas nama saya," beber Dodi Asmara.

Pria yang merupakan seorang anak tunggal itu selama di buron penyidik mengaku, tidak pergi atau plesiran kemana mana. Artinya, hanya di rumah saja bekerja sebagai tukang bangunan.

"Saya baru siap kerja (bangunan), ditelpon untuk bawa tamu ke bandara. Setelah bawa tamu itu, baru balik dari bandara (ditangkap)," ujarnya.

Menurut Dodi, CV Aida Cahaya Lestari memang atas nama dirinya. Namun yang melakukan pengadaan borongan tersebut adalah Daud Nasution. Menurut Dodi yang berstatus warga Jalan Glugur Rimbun, Desa Sei Glugur, Pancurbatu, Deliserdang ini, dirinya hanya mendapat komisi 20 Juta dari nilai pagu anggaran sebesar 1,2 miliar.

"Saya saja nilai kontraknya tidak tahu, cuma dapat fee 20 juta. Setelah tender di bulan Juli atau Agustus 2010 lalu itu, fee itu saya dapat," beber Dodi.

Saat di temui di Sel Kejari Binjai, Dodi juga mengaku takut untuk datang menghadap penyidik ketika dipanggil sebagai saksi.

"Saya takut mau datang, ada kerja juga. Sekali saja datangnya waktu dipanggil saksi pada bulan Juni kemarin," tandasnya.

Sementara itu, Kajari Binjai Victor Antonius Saragih Sidabutar mengatakan, ‎ditangkapnya buronan penyidik ini merupakan sebuah kado untuk penegak hukum di Kota Rambutan dalam rangka HUT Kejaksaan ke 58 tahun, yang jatuh pada 22 Juli 2018. Victor menambahkan, penyidik sudah mengintai Dodi Asmara sejak pukul 02.30 WIB.

"Kami tangkap dia di Hotel Darussalam setelah mengantarkan tamu ke Bandara Kualanamu. Lalu dibawa ke Kantor Kejatisu," ujarnya didampingi Kasi Intelijen Erwin Nasution.

Victor mengakui, pria berinisial DN (Daud Nasution-Red) yang melakukan pengadaan tersebut. Keterangan yang dibeberkan Victor sejalan dengan ucapan Dodi. Selain DN, kata bekas Kajari Kualatungkal ini, penyidik juga tengah mendalami keterlibatan oknum pejabat lain yang diduga terlibat.

"Semua 3 tersangka. Baru seorang yang sudah ditangkap, 2 tersangka masih belum ditahan. Kami masih mendalami keterlibatan oknum lainnya, apakah ada yang lain," sambung bekas Kasubdit Tipikor Jampidsus Kejagung ini.

Menurutnya, pengadaan tersebut diduga sebagiannya fiktik. Karenanya, kata Victor, hasil kasat mata sekilas kerugian negara sudah mencapai 800 juta.

‎"Itu masih hitungan secara kasat mata (kerugian negara). Saat ini masih penghitungannya berjalan di BPKP. Tersangka ini menandatangani kontrak di warung yang kemudian mendapat fee," pungkas Victor.

Diketahui, penyidik menetapkan tiga tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan alat peraga Sekolah Dasar yang sumber anggarannya dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan pagu anggaran sebesar 1,2 miliar. Pengadaan tersebut dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Binjai.

Ketiga tersangka itu yakni, Ismail Ginting selaku Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota Binjai‎ yang pernah menjabat Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan merangkap Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Binjai, Bagus Bangun selaku Pejabat Pembuat Komitmen dan rekanan pelaksana pengadaan barang Direktur CV Aida Cahaya Lestari Dodi Asmara. Mereka ditetapkan tersangka oleh penyidik pada 28 Maret 2018.

Dalam proses penyelidikannya, 10 Kepala Sekolah juga sudah diperiksa sebagai saksi.‎ Direktur CV Aida Cahaya Lestari yang DPO Kejari Binjai sudah ditangkap dan kini dititipkan ke Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Binjai.

Sementara itu, Bagus Bangun dan Ismail Ginting tidak ditahan dengan alasan koperatif. Perbuatan mereka diduga menguntungkan diri sendiri dan melakukan perbuatan melawan hukum.(Put)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments