Deklarasi Ganti Presiden Di Medan Berjalan Tanpa Kisruh



Binjai-Metrolangkatbinjai. com

Di waktu yang bersamaan, Deklarasi Akbar Relawan Sumut #2019gantipresiden dan Deklarasi Aliansi Relawan Jokowi 2 Periode, telah usai di gelar Kota Medan.

Tidak adanya gesekan di antara dua kubu, membuat hal ini patut di apresiasi dalam berdemokrasi.

Seperti halnya kelompok Pro Jokowi, mereka mendeklarasikannya di Taman Sri Deli Medan. Sedangkan Deklarasi Akbar Relawan Sumut #2019gantipresiden mengambil titik kumpul di di Jalan SM Raja.

Menanggapi hal itu, Ketua GNPF Ulama Kota Binjai, Sanni Abdul Fattah, yang ikut dalam rombongan Deklarasi Akbar Relawan Sumut #2019gantipresiden angkat bicara. Menurutnya, ribuan massa tumpah di Jalan SM Raja, guna menghadiri Deklarasi Akbar #2019GantiPresiden.

"Kami melihat ribuan massa yang begitu sangat antusias dan bersemangat meneriakkan yel yel #2019GantiPresiden. Alhamdulillah tidak ada gesekan di antara kubu, karena di jaga ketat oleh Aparat Kepolisian, TNI dab Satpol PP," bebernya.

Bagi Kami, lanjut Sanni Abdul Fattah, Presiden Jokowi wajib diganti, karena adanya beberapa sebab. Di antara penyebab itu adalah dimasa rezim sekarang, terjadi penghinaan terhadap Al Qur'an, misalnya Ahok.

"Namun kita lihat Presiden diam saja, sehingga turun 7 jutaan ummat Islam menuntut agar Ahok dihukum, serta munculnya penghinaan penghinaab terhadap Agama Islam oleh elit elit Politik yang notabene adalah Parpol pendukung Presiden atau orang orang dekat Presiden," jelas Sanni Abdul Fattah, saat di Konfirmasi awak media, Senin (23/7).

Lanjutnya, terjadinya kriminalisasi para Ulama dimasa Presiden, namun dirinya hanya diam saja.

"Seperti yang terjadi pada Ustadz Alfian Tanjung, Jonru Ginting, bahkan ibu ibu yang kritis terhadap rezim ini pun dikasuskan," ucapnya.

Lebih lanjut di katakan Sanni Abdul Fattah, belum lagi kasus kasus penolakan massa terhadap para Ulama' atau Tokoh Umat yang terjadi di Bandara Bandara yang ada di sebagian Provinsi di Indonesia, seperti penolakan Ustadz Tengku Zulkarnaen, Ustadz Abdul Shomad di Bali, dan lain lain.

Menurut Sanni Abdul Fattah yang juga menjabat sebagai Ketua FUI Kota Binjai, Kasus yang terbesar adalah kriminalisasi terhadap Imam Besar Ummat Islam Indonesia, yaitu Habib Rizieq Syihab.

"Ini adalah gamblang terjadi di tengah tengah Umat Islam, serta banyaknya terjadi penghinaan penghinaan yang terjadi di Medsos terhadap Islam dan Ulama.

Mengapa ini bisa terjadi? Tanya Sanni. Semua terjadi Karena Presidennya diam!!! Belum lagi masalah masalah yang membelit Negeri ini seperti BUMN yg dijual, hutang menumpuk, Dollar yang menembus 15 ribu.

"Intinya masyarakat semakin susah dan banyak dibohongi oleh para Menteri Menterinya," ucapnya dengan semangat.

Oleh karena itu, sambung Sanni Abdul Fattah, tidak ada kata lain selain 2019 Ganti Presiden. Kami berkeyakinan dengan haqqul yakin, bahwa di tahun 2019 nanti akan ada Presiden baru," himbaunya sembari mengatakan demi untuk perbaikan NKRI, maka rezim sekarang wajib untuk diganti.(Put)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments