Berkas Belum Juga Dikirim, Haji Penipu Tak Kunjung Ditangkap Poldasu : Penyidik Mencari Bukti Lain Sesuai Petunjuk Jaksa



MEDAN-Metrolangkat. com

Sepertinya, Polda Sumut bertele-tele menangani kasus penipuan penggelapan yang melilit seorang pengusaha 'Penipu', H Sulaiman. Pasalnya, hingga saat ini  Polda Sumut belum juga mengirim berkas perkara tersangka, H Sulaiman, ke Kekejaksaan Tinggi Sumatra  (Kejatisu) pasca dikebalikan atau dinyatakan belum lengkap (P19).



Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Admaja kepada mengatakan, sejauh ini penyidik Subdit II/Hardabangtah Polda Sumut tengah melengkapi berkas perkara sesuai dari petunjuk jaksa.


"Ya, berkas sudah dikirim namun P19. Kini penyidik masih melengkapi berkas perkara sesuai petunjuk Jaksa,"ujar Tatan, Rabu (11/7).


Tatan menyebut, penyidik masih mencari bukti-bukti lain untuk memenuhi unsur 372 dab 378 KUHPidana dalam kasus tersebut.


Ditanya mengapa pengiriman berkas begitu lamban? Dan mengapa sampai saaat ini tersangka belum juga ditangkap sesuai dengan perintah hakim Pengadilan Negri Medan yang memenangkan Parapredilan korban?.  Tatan engan memberikan keterangan secara merinci.


Setelah sebelumnya gugatan praperadilan (prapid) Sulaiman Ibrahim terhadap Polda Sumut yang ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penipuan uang sebesar Rp2,99 miliar lebih kepada H. TM Razali DRS ditolak Hakim PN Medan, namun hingga kini berkasnya belum diserahkan penyidik Polda Sumut ke Kejaksaan.


Padahal isi putusan itu jelas menyebutkan, penyidik Polda Sumut segera melimpahkan perkara kepada Kejaksaan dan terlebih dahulu menetapkan Sulaiman sebagai tersangka.


"Iya waktu itu ada diserahkan berkasnya ke kita. Terus kita kembalikan (P-19) karena masih ada yang kurang. Namun hingga kini Polda Sumut belum ada menyerahkannya lagi ke Kejaksaan," ujar Jaksa Kejati Sumut, Taufik yang menangani perkara ini saat dikonfirmasi via seluler, Selasa (10/7) siang.


Mantan Kasi Pidum Kejari Medan ini menjelaskan pihaknya masih menunggu penyerahan berkas dari penyidik Polda Sumut.


"Kita masih menunggu hingga sekarang. Coba konfirmasi ke penyidiknya di Polda Sumut bang," ungkapnya.


Sebelumnya, dalam laporan korban dengan nomor LP/196/II/2015/SPKT I, penyidik Ditreskrimum Polda Sumut sempat mengeluarkan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3).


Selanjutnya korban mengajukan prapid atas SP3 tersebut. Prapid korban dikabulkan oleh Hakim PN Medan. Isi putusan prapid itu yakni terlapor Sulaiman ditetapkan jadi tersangka. Hingga akhirnya penyidik mengeluarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP).

Anehnya, tak terima ditetapkan sebagai tersangka giliran Sulaiman yang memprapidkan Polda Sumut. Namun prapid Sulaiman ditolak.(red)

Baca Juga