Alamak..! Daftar di SMPN2 Babalan Kaos Kaki, Topi,Dasi Dan Bendera di Bandrol Rp. 95 ribu




P. Brandan-Metrolangkatbinjai.com

Masa masuk sekolah Tahun Ajaran (TA) 2018-2019, sebanyak 256 siswa-siswi baru diterima masuk sekolah di SMP Negeri 2 Babalan Pangkalan Brandan.Senin (23/7)

Namun dari sekian banyaknya siswa yang menuntut ilmu di sekolah ini, biaya masuk siswa baru dianggap sangat memberatkan orangtua siswa, dimana untuk uang atribut pihak sekolah SMP N2 Babalan memasang banderol Rp 95.000., untuk dua pasang kaos kaki, topi, dasi, atribut dan bendera.

Icad (40) salah satu orang tua/wali murid mengatakan, uang atribut yang ditetapkan sangat memberatkan, dengan harga Rp 95.000 terdiri dari topi, dasi, simbol dan bendera serta dua pasang kaos kaki, jauh lebih mahal dari harga pasaran yang di jual di toko-toko.

"Kami selaku orang tua sangat diberatkan dengan harga atribut semahal itu, namun mau bagaimana lagi, anak saya harus melanjutkan sekolah, terpaksa dengan segala upaya harus saya penuhi, walaupun harus meminjam uang kepada orang lain agar anak saya tetap melanjutkan sekolah", ucapnya.

Pihak SMP N2 Babalan, melalui wakil kepala sekolah Irwan Rizal yang ditemui Metro Langkat, Senin (23/7) di ruangan kerjanya di SMP N2 Babalan Jalan Pendidikan, Pelawi Utara Kec Babalan, mengatakan, jika dirinya tidak mengetahui harga penjualan atribut.

"Kalau harga saya tidak tau, masalah itu tanya aja sama Bu Ros selaku sarana dan prasarana koperasi sekolah, karena kita ada bagian - bagiannya", ucap Rizal seraya berkilah bahwa dirinya tidak mengetahui besarnya harga penjualan atribut sekolah.

Sementara itu Bu Ros yang dimaksud saat akan ditemui kru Metro Langkat guna dikonfirmasi terkait hal ini, seakan terkesan menghindar.
"Saya hanya penjual petugas Koperasi, saya tidak tau beli-belinya dimana, saya hanya menjual, kan Kepala Sekolah sebagai penanggung jawab", ucapnya mengaku jika kaos kaki yang dijual di pesan dari Kota Bandung.

Ditempat terpisah Kepala Sekolah SMP N2 Babalan Dra Hj Muhitzah saat dikonfirmasi via seluler mengatakan, " Jika penjualan atribut sekolah sebesar Rp 95 ribu/siswa bukan atas perintahnya, melainkan kebijakan pengurus Koperasi di SMP N2 Babalan yang diketuai oleh Badrul dan Ros sebagai bendahara",  ucapnya dari balik ujung seluler.

 "Memasuki tahun ajaran baru masuk sekolah, semua keperluan sekolah mesti kita penuhi seperti baju seragam, sepatu dan alat tulis, ditambah harga atribut yang mahal yang di jual oleh pihak sekolah, tentunya ini menambah beban bagi kita selaku orang tua", tambah Icad. (Bud)

Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments