*MUI: Islam dan Pancasila Benteng dari Terorisme*





Medan-Metrolangkat.com


Radikalisme sebagai akar dari aksi terorisme yang belakangan terjadi di Indonesia justru bisa diperangi dengan pemahaman Islam yang benar. Bersama Pancasila, yang kelahirannya baru diperingati 1 Juni lalu, Islam menjadi benteng dari terorisme.

Hal tersebut disampaikan Ketua MUI Kota Tanjung Balai, KH Syahron Sirait, Minggu (3/6) menanggapi penangkapan sejumlah pelaku teror yang terjadi di Sumut bekalangan ini. Terkahir penangkapan disertai penyitaan bahan peledak juga terjadi di Riau.

KH Syahron menegaskan, pemikiran yang mengaitkan Islam dengan aksi radikalisme seperti teror bom merupakan pemahaman yang keliru. Menurutnya,  aksi terorisme tidak dapat dikaitkan dengan Islam, melainkan lebih kepada individu yang salah memahami Islam dan salah menghayati Pancasila sebagai pemersatu bangsa.

"Kalau ada yang mengaitkan Islam dan terorisme, maka dia merupakan orang yang gagal paham tentang Islam dan Pancasila," ungka KH Syahron.

“Justru Islam dan Pancasila adalah benteng dari terorisme,” imbuhnya.

*Pancasila Bahasa Alquran*

Lebih jauh, KH Syahron mengatakan seluruh butir-butir yang terkandung dalam Pancasila merupakan pengamalan dari bahasa Alquran selaku kita suci umat Islam. Karenanya, Pancasila tidak dapat dipisahkan dari kehidupan umat Islam. 

"Coba dibuka butir-butir Pancasila itu, itu bahasa Alquran. Coba diteliti, kemanusiaan yang adil dan beradab. Adil itu bahasa Alquran, beradab itu bahasa Alquran. Jadi Pancasila itu tercipta dari Alquran karena yang merumuskannya itu sebagian besar ulama," paparnya.

Atas alasan ini juga, KH Syahron memastikan bahwa Pancasila merupakan dasar negara yang sama sekali tidak bertentangan dengan Islam.

"Jangan timbulkan fitnah yang mengatakan Pancasila itu bertentangan dengan Islam. Pancasila dan NKRI itu harga mati. Ulama siap bangkit membela Pancasila dan NKRI," tegasnya.

Secara khusus di Tanjug Balai, menurut KH Syahron, pihak Kementerian Agama sudah melakukan beberapa aksi agar pemahaman umat mengenai kaitan antara Islam dan Pancasila semakin baik. Para penyuluh agama selalu dibekali agar dalam menyampaikan dakwah kepada masyarakat selalu memberikan pengertian tentang Pancasila.

"Kalau sudah mereka paham, sudah bisa diamalkan itu. Kalau Pancasila sudah diamalkan tentu negara kita ini akan aman dan damai," sebutnya.

Pihak MUI Tanjung Balai berharap selain upaya dari pihkanya, kalangan pemerintah juga berperan aktif. Salah satunya dengan memberi pendidikan sejak dini tentang pengamalan Pancasila.

"Kalau bisa pemerintah mendukung mengadakan pelatihan seperti dulu  P4 dimunculkan kembali kenapa rupanya. PMP kenapa dihilangkan dari pelajaran sekolah? Ini penting agar masyarakat kembali sejak dini bisa memahami Pancasila," demikian KH Syahron.(rel/yg)


Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments