Janji Proyek Tak Terealisasi,Saleh Bangun Digugat Mister Bangun



 
Ketua Pengadilan Negeri Binjai Fauzul Hamdi.(Ist)

Binjai-Metrolangkatbinjai.com

Sudah jatuh ketimpa tangga. Agaknya, kata tersebut tepat dialamatkan kepada mantan Ketua DPRD Sumut H Saleh Bangun. Sebab, disaat dirinya sedang menjalani proses Pemilihan Walikota Kota Binjai ketika itu (periode 2015-2020-red), disaat bersamaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahannya karena tersandung kasus korupsi.

Kini atas proses hukum tersebut, H Saleh Bangun masih menjalani hukuman. Nah, belum lagi selesai menjalani kurungan badan dipenjara suka Miskin, kini proses hukum atas nama dirinya sedang bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Binjai. Nama Saleh Bangun tercatat sebagai tergugat di Pengadilan Negeri Klas 1-B Binjai.

Sesuai yang tertulis di layar monitor Pengadilan Negeri Binjai, Saleh Bangun digugat oleh Mister Bangun berdasar gugatan nomor 7/Pdt.G/2018/PN Bnj yang didaftar pada tanggal 5 Februari 2018 lalu.

Masing masing pihak tergugat dan penggugat diwakilkan oleh penasehat hukumnya saat mengikuti sidang lanjutan kelima di Ruang Cakra PN Binjai, Selasa (3/4). Tergugat Saleh Bangun diwakili Masitah Hasibuan. Sementara penggugat Mister Bangun diwakili Elida Nainggolan.

Sidang dengan agenda laporan mediasi dan baca gugatan itu dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Hakim, yang juga menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negeri Binjai, Fauzul Hamdi.

"Mediasi gagal, jadi lanjut kepada pembacaan gugatan," jelas Fauzul usai sidang. Ketua PN Binjai itu menambahkan, peluang berdamai diantara kedua belah pihak masih ada. Bahkan, jika tergugat dan penggugat berdamai di luar sidang, dianggap sah. Tapi Pengadilan Negeri Binjai harus mengetahui hal tersebut.

"Sidang dilanjutkan Minggu depan. Masing masing pihak dalam persidangan diwakilkan oleh kuasa hukumnya," tambah bekas Humas PN Medan ini.

Informasi dihimpun, Saleh Bangun digugat lantaran tidak menepati janjinya atas iming iming proyek pengerjaan irigasi di Kabupaten Karo dengan pagu anggaran 5 miliar. Pasalnya, penggugat sudah menyetor dana awal melalui anaknya, Almarhum Josep Bangun senilai Rp. 500 juta pada 16 Januari 2013 lalu.

Nyatanya dana awal yang sudah disetor itu, proyek tersebut tak direalisasikan oleh Saleh Bangun yang saat itu anggota DPRD Sumut. Total kerugian materil dalam perkara perdata itu sebesar 1,2 miliar lebih.

"Minggu depan pada 10 April 2018, sidang dengan agenda jawaban dari tergugat," tukas Fauzul seraya menambahkan H Saleh Bangun merupakan orang tua kandung dari Rudi Hartono Bangun. Terpisah, Elida Nainggolan, Kuasa Hukum Penggugat menyatakan, perkara iming-iming proyek yang tak terealisasi ini sejatinya enggan digugat. Sebab, menurutnya, tergugat maupun penggugat masih ada hubungan keluarga.

Terlebih lagi, Saleh Bangun mulanya bersedia ganti rugi berupa lahan sawit. Namun, kata Elida, janji ganti rugi lahan sawit di Subulussalam, Aceh pada 2014 itupun tak terpenuhi.

Buntutnya, gugatan perdata masuk ke PN Binjai. Katanya, nilai kerugian yang digugat sebesar 2,2 miliar dengan kerugian material 1,2 miliar dan moril 1 miliar. 

"Tapi enggak juga (lahan sawit ganti rugi). Keburu anaknya meninggal tahun 2015, jadi digugat," pungkasnya tanpa membeberkan luasan lahan sawit yang dijanjikan Saleh Bangun.(yg)


Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments