Bocah 7 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa Dikolam Galian


Para warga dan keluarga saat takziah dirumah duka


P.Brandan-Metrolangkat.com

Luka mendalam menyelimuti pasangan keluarga Sugiman (57) dan Mariana (50) warga Link VII Kel Sei Bilah Barat Kec Sei Lepan Kab Langkat, dimana anak kesayangannya yang masih berusia 7 tahun tewas tenggelam di kolam galian escavator takjauh dari tempat tinggalnya.


Korban bernama Abi Suganda (7) pelajar kelas satu SD, dimana jasad korban ditemukan pada Jum’at (27/4) sore sekitar pukul 17.30 WIB, oleh Zulkifli alias Ucok (47) yang taklain merupakan paman korban, dalam keadaan tertelungkup didasar kolam, dengan kedalaman sekitar 2 meter, dimana saat ditemukan kondisi korban dipenuhi lumpur.

Didalam kolam galian inilah bocah malang itu ditemukan

"Saat itu kami sedang bermain bola, taklama kemudian beberapa teman-temannya teriak, jika Abi tenggelam di kolam bekas galian beko (Eskavator), kami bersama warga lainnya langsung berlari menuju lokasi, dan langsung mencari korban didalam kolam, tak lama korban kami temukan dalam kondisi tertelungkup penuh lumpur didasar kolam, saat diangkat langsung kami larikan ke Rumah Sakit Pertamina Pangkalan Brandan (RSPPB), namun nyawa korban tidak bisa terselamatkan", ucap Zulkifli sambil menangis.


Sementara itu menurut keterangan ibu korban (Mariana), saat ditemui Metro Langkat mengatakan, dirinya tidak menyangka jika anaknya tewas tenggelam di kolam galian escavator didekat rumahnya.


Karena selama ini anaknya tidak pernah bermain di lokasi tersebut, namun sore itu anaknya bersama dua (2) orang teman sepermainannya, Huda dan Bona (sepupu) tidak mengaji, dan pergi kelokasi kolam


"Anak saya Pak tidak pernah main kesitu, tapi kenapa hari ini dia pergi kesana, baju yang dipakainyapun dibuka dan ditinggalnya di dekat rumah", ucap Mariana sambil menangis sedih meratapi kepergian anak kesayangannya.


Kapolsek P Brandan AKP JM Sitompul.SH melalui Wakapolsek Ipda D Situmorang beserta anggota yang turun kelokasi mengatakan. "Saat ini kita sudah meninjau lokasi kejadian, menurut keterangan warga (saksi) korban meninggal akibat tenggelam di dasar kolam, dan saat ini kita masih mengumpulkan bukti lainnya karena keluarga masih dalam keadaan berkabung", ucap Ipda D Situmorang.


Belakangan diketahui kalau kolam ini milil Agus warga Pangkalan Brandan, yang dipergunakan untuk pembangunan tambak udang vaname dan perumahan, dan warga sangat menyayangkan kejadian ini, dimana dilokasi kolam tidak ada dipasangi tanda larangan ataupun  tanda himbauan dilarang mendekat, sehingga menimbulkan korban jiwa.


"Kita harap pihak pemilik lahan memasang plank atau tanda himbauan/larangan di lokasi, karena lokasi ini sangat rawan dan sangat membahayakan bagi anak-anak, dengan kejadian seperti ini, kita minta pihak kepolisian untuk memeriksa pemilik lahan, dan memeriksa keabsahan surat-suratnya", ucap Zul (51) diamini warga lainnya. (Bud)

Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments