Dendam, Septian Dibunuh Dua Teman Sekampungnya


Kedua pembunuh Septian



BINJAI – Metrolangkat.com

Misteri kasus kematian Septian (20) sesosok tengkorak manusia yang ditemukan di areal perkebunan tebu PTPN II Kebun Tandem Hilir, DP I Keple Blok 87, Desa Tandam Hilir I, Kec. Hamparan Perak akhirnya terungkap. Buah hati dari pasangan Sutino (48) dan Suriana (38) yang menetap di Dusun III, Jln. Sayur, Gg. Perjuangan, Desa Tandam Hilir I, Kec. Hamparan Perak, Kab. Deli Serdang itu ternyata dibunuh oleh dua teman di kampungnya sendiri.
                                     
Adalah Rama Gustawan alias Borjong (20) dan Reza Hadi Kurniawan (21), kedua pelaku yang kini sudah ditangkap dari lokasi persembunyiannya di Aceh, Minggu (11/03) sekira pukul 11.00 Wib siang. 

Proses penangkapan terhadap kedua pelaku berawal dari hasil penyelidikan secara mendalam dengan cara mencocokkan DNA tengkorak manusia dengan identitas korban. Selanjutnya, petugas melakukan pengembangan dan proses penyelidikan, hingga akhirnya mendapati identitas kedua pelaku.

Lalu, petugas pun langsung mengadakan pengejaran terhadap kedua pelaku yang tengah bersembunyi di Aceh. Beberapa hari kemudian, petugas berhasil meringkus Borjong selaku aktor utama yang merencanakan pembunuhan sadis tersebut.

Ia diamankan dari lokasi persembunyiannya di suatu rumah milik warga di pinggiran danau laut tawar diJalan Bintang, Takengon, Kab. Aceh Tengah. Dari hasil keterangannya, petugas kembali memperoleh satu nama pelaku lainnya yang turut membantu melakukan pembunuhan.

Sejurus kemudian, giliran Reza yang ditangkap petugas di kawasan Balngkejeren Aceh. Ia ditangkap di terminal bus saat hendak kabur melarikan diri. Hari itu juga, kedua pelaku langsung digelandang ke Mapolres Binjai.


Kedua pelaku pembunuhan, Rama Gustawan alias Borjong (20) dan Reza Hadi Kurniawan (21) hanya dapat tertunduk lesu sesaat setelah ditangkap. Keduanya mengaku menyesal dan sudah meminta maaf kepada keluarga Septian. 

“ Kami sangat menyesal sekali dan tadi juga sudah minta maaf langsung sama keluarganya, “ kata Borjong saat dihadirkan dalam konfrensi pers yang digelar di Mapolres Binjai, Selasa (13/03) sore.       

Ia mengaku nekat menghabisi nyawa korban karena merasa sakit hati sering diejek oleh korban. Lantas, Borjong pun mengajak Reza, temannya untuk ikut membantunya membunuh korban.

Meski awalnya, Reza menolak ajakan tersebut. Namun karena sedang butuh uang, Reza pun menyanggupinya. Lalu, keduanya sepakat untuk mengajak korban menghisap sabu sabu di tengah areal perkebunan tebu tersebut.

Sesampainya disana, keduanya masih sempat bersenda gurau dengan korban sambil menghisap sabu. Setelah itu, Borjong secepat kilat langsung mengeluarkan pisau yang dibawanya dan menusuk tubuh korban. Tak tinggal diam, Reza juga ikut membekap mulut serta memegangi tangan dan kedua kaki korban.

Sebanyak lima liang tusukan bersarang di tubuh korban. Seketika itu juga, korban pun roboh bersimbah darah. Lalu, keduanya kabur sambil membawa sepeda motor yang dikenderai korban. Oleh kedua pelaku, sepeda motor korban dijual kepada seseorang bernama Bondan di kawasan Desa Kelumpang, Kec. Hamparan Perak, Deli Serdang.

Kapolres Binjai, AKBP Donald P Simanjuntak saat dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan terhadap kedua pelaku. Dimana, kedua pelaku terlibat melakukan pembunuhan karena alasan yang berbeda-beda.

“ Untuk motifnya sendiri beda-beda, yang satu karena sedang butuh uang, sedangkan satu pelaku lainnya karena sakit hati dan dendam, “ jelas Kapolres. (rki)

Baca Juga