Diiringi Temaramnya Sinar Rembulan : Jamaah Umroh Bacakan Surah Yasin dan Do’a di Majid Nabawi Untuk Kemaslahatan Terbit Rancana.

Jaaah di Masjid Nabawi Madinah


Stabat-Metrolangkatbinjai.ccom

Suasana hening dan khusyuk sungguh menyentuh suasana batin ketika 45 jamaah umroh secara bersama-sama membacakan Surah Yasin di Masjid Nabawi Madinah akhir Desember lalu. Selepas itu, Ustadz H Irfan Yusuf yang memandu acara melanjutkannya dengan bacaan do’a yang sebagian diantaranya berisikan permohanan agar kebaikan Bapak Terbit Rencana yang telah memberangkatkan para jamaah tersebut ke tanah suci agar dibalas Allah SWT dengan segala kebaikan pula. 

“Atas kebaikan dan keikhlasan Bapak Terbit Rencana bagi para jamaah, marilah kita kita jawab dengan bacaan ayat suci Al-Qut’an, yakni Surah Yasin oleh 41 jamaah dan dilanjutkan dengan do’a,” kata Ustadz Irfan Yusuf atau juga dikenal dengan Ustadz Rahul kepada para jamaah sesaat sebelum dimulainya acara tersebut, selepas salat Maghrib di Masjid Nabawi.

Para jamaah menyahuti ajakan Ustadz Rahul ini dengan sukacita. Terlebih lagi, sebagian besar para jamaah ini sebagian sudah lanjut usia dan tinggal nun jauh di pelosok desa sana. Kehidupan yang serba terbatas membuat keinginan mereka yang kuat untuk berangkat ke tanah sucui menjadi terhalang.

Seorang diantaranya adalah Pak Daud, warga Desa Palunh Manis Gebang yang sudah berusia 82 tahun. Keinginannya untuk berangkat ke tanah suci sudah lama dimpikannya, yakni lebih n50 tahun yang lalu. Dan karena keadaan yang terbatas, selama itu pula Ia berdoa memohon kepada AllaH SWT agar dipanggil beribadah ke tanah suci.

Syukur Alhamdulillah, Allah SWT mengabulkannya, ayah 11 anak bisa berangkat melalui Bapak Terbit Rencana yang dengan ikhlas menyisihkan sebagain rezekinya. Jadi ia merasa harus membalasnya dengan  kebaikan pula, termasuk pembacaan Surah Yasin dan do’a tersebut.

Pembacaan Surah Yasin ini awalnya dilakukan secara berkelompok di bagian tengah Masjid. Ketika para jamaah mulai melantunkan ayat suci tersebut didalam hati atau dengan suara yang perlahan, suasana larut dengan kekhusyukan. Begitu pula para jamaah ibu-ibu yang melakukan kegiatan itu ditempat yang terpisah dengan lelaki.

Karena ada permintaan dari pihak Masjid, maka pembacaan kemudian bergeser sedikit ke belakang. Ternyata ada hikmah yang luar biasa dengan terjadinya perpindahan tempat ini. Para jamaah yang melantunkan ayat suci tersebut persis berada di bawah kubah Masjid Nabawi yang bisa  dibuka dan ditutup, saat itu sedang terbuka posisinya.

Dengan demikian para jamaah yang kebetulan berada dibawah kubah ini bisa menatap langit yang bertabur bintang atau bulan bila tidak tertutup oleh awan.

Alhamdulillah, malam itu cuaca bagus sehingga bulan tampak berada persis di atas kubah dengan sinarnya yang temaram. Salah seorang jamaah yang ikut dalam rombongan ini, Amir Hamzah , tak kuasa menahan haru seraya memuji kebesaran Allah SWT.yang menciptakan alam raya dengan segala isinya. “Ini pengalaman yang luar biasa, tak pernah terbayangkan kelak bisa menatap bulan dari kubah Masjid Nabawi ini. Jauh lebih kagum kita menatap  ciptaan Tuhan di jagad raya ini dari Masjid di tanah suci ini, dibanding di tempat lain,” kata Amir Hamzah.

Bagi jamaah yang berasal dari Kuala ini, semoga saja ini pertanda bahwa Allah SWT telah memberkahi mereka jamaah umroh ini dengan segala ibadah yang dilakukan di tanah suci, termasuk pemcaan Surah Yasin dan do’a untuk kebaikan dan kemaslahatan masing-masing orang tua, diri sendiri dan keluarga, termasuk kemaslahatatan Bapak Terbit Rencana. agar lebih sehat, keluarga harmonis, dan kedermawananya diganti Allah ST dengan rezeki yang lebih baik lagi. (red)

Baca Juga