Calon Bupati Langkat Terbit Rencana PA Penyayang Ikan

Terbit Rencana PA SE


Langkat-Metrolangkatbinjai.com

Bagi masyarakat Kabupaten Langkat umumnya, bila disebutkan nama Terbit Rencana PA SE atau lebih akrab disebut Cana, pastilah mengetahuinya. Dan bila ditanyakan tangapannya, ada yang mengetahui kalau Ketua Cana adalah Ketua di Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC-PP) Kabupaten Langkat. 

Namun tak sedikit yang menyebutkan kalau Ketua Cana adalah sosok seorang Preman yang ditakuti. Tak tangung-tangung kadang masyarakat mengambarkan ke Premanan Ketua Cana. Seolah-olah jangan pernah sekalipun berurusan dengan orang itu kalau tidak mau hidupnya dibuat repot. 


Padahal, bila mengenal dari dekat sosok Ketua Cana bisa jadi pemikiran tersebut berubah 180 derjat.  Bak kata pepatah “ tak kenal maka tak sayang. Bila kita sudah mengenal dan berinteraksi dengan Ketua Cana, pastilah dugaan kita selama ini tentang pria yang juga menjabat sebagai Ketua Partai Golkar Kabupaten Langkat ini akan terjawab.

Kini nama Ketua Cana semakin familiar terdengar. Ya...! begitu mantan Ketua DPRD Langkat ini lolos maju menjadi Calon Bupati Langkat berpasangan dengan H Syah Afandin (Ondim) nama Terbit Rencana PA SE pun kianmeroket.

Duet Terbit Rencana PA SE dengan Wakilnya H Syah Afandin dinilai banyak kalangan sudah tepat. Pasalnya, Terbit Rencana berasal dari Langkat Hulu bersuku Karo, sedangkan H Syah Afandin (Ondim) berasal dari Teluk Haru suku Melayu.

Kini duet Terbit Rencana- Ondim dengan nomor urut 1 membawa Jargon “ TERASA” . Entah secara kebetulan atau tidak, yang pasti bila melihat lebih dalam akan sosok Terbit Rencana PA, beliau adalah seorang pemimpin yang “ Perasa”.

Ketua Cana,  selalu mengedepankan perasaannya dalam bertindak. Ia lebih senang mengayomi ketimbang berbuat sesuka hati meskipun ia dapat melakukannya. Menurut salah seorang kerabat dekatnya, sikap welas asih Ketua Cana ini memang jarang dimiliki orang. Salah satu contoh sikap Ketua itu ia begitu menyanyangi apapun itu.

“ Satu contoh dia (Ketua Cana-red) ada membuka kolam ikan dibelakang rumahnya, didalam kolam itu ikannya bermacam-macam dan sangat banyak. Hanya saja, tak satu ekorpun ikan itu boleh diambil oleh siapapun.

Kalau kita yang memelihara ikan seperti itu , mungkin kalau kepingin makan ikan akan kita pancing atau jala saja. Tapi tidak dengan Ketua Cana. Dia kalau kepingin makan ikan atau ada tamu seperti pejabat yang datang mau bakar-bakar ikan, bukan ikan kolamnya itu yang diambil tapi dibelinya ikan dari luar, katanya dia sayang ikan itu dan tak tega memakan dagingnya.

” Jadi kalau kami ibaratkan, ketua itu dengan ternak peliharaanya saja begitu sayang, apalagi dengan sesama manusia. Bukan saya memuji kepribadian Ketua Cana, tapi begitulah dia orangnya. “ Ketus pria ini mohon tidak dituliskan namanya.(red)

   

Baca Juga