Dua Kali Fahri Hamzah Kalahkan PKS



JAKARTA – Metrolangkatbinjai.com

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah kembali menang melawan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Putusan Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta menguatkan apa yang sudah diputuskan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel) Desember 2016.

Putusan PN Jaksel kala itu memenangkan Fahri yang menggugat pemecatannya oleh PKS. Pengacara Fahri, Mujahid Latief mengatakan Kamis (14/12) ini sudah mendapatkan surat pemberitahuan isi putusan PT DKI Jakarta nomor 539/PDT/2017 /PT.DKI.

Surat itu berisi tentang putusan PT DKI Jakarta nomor 334/PDT/2017/PT DKI 24 Oktober 2017 dalam perkara DPP PKS (pembanding) melawan Fahri Hamzah (terbanding).
Dia menjelaskan makna dari putusan ini adalah permohonan banding yang diajukan oleh PKS ditolak PT DKI Jakarta. "Yang intinya menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan nomor 14/Pdt.G/2016/PN.Jkt.Sel. tanggal 14 Desember 2016," kata Mujahid di gedung DPR, Jakarta, Kamis (14/12).

Fahri awalnya menggugat pemecatannya oleh PKS di PN Jaksel April 2016. Sebulan kemudian, Mei 2016, PN Jaksel mengeluarkan putusan provisi yang memerintahkan tergugat 1, 2, dan 3 tidak melakukan tindakan apa pun berkaitan dengan status dan kedudukan Fahri sebagai anggota PKS, DPR maupun pimpinan parlemen.

Kemudian, Desember 2016, PN Jaksel mengeluarkan putusan pokok perkara. Adapun inti putusan itu, kata Mujahid, mengabulkan tuntutan provisi. Kemudian, mengabulkan gugatan penggugat untuk sebagian. "Menyatakan tergugat 1, 2 dan 3, melakukan perbuatan melawan hukum," kata Mujahid.
Kemudian, lanjut dia, menyatakan tidak sah atau batal demi hukum dan atau tidak punya kekuatan hukum mengikat seluruh perbuatan atau keputusan tergugat 1 terkait proses pemeriksaan persidangan terhadap penggugat.

Menyatakan tidak sah atau batal demi hukum atau tidak punya kekuatan hukum mengikat seluruh perbuatan atau keputusan tergugat 2 tentang pemberhentian Fahri dari semua jenjang keanggotaan PKS. Menyatakan tak sah atau batal demi hukum atau tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat SK 1 April 2016 tentang pemberhentian penggugat sebagai anggota PKS.

Selain itu, kata Mujahid lagi, PN Jaksel menghukum tergugat 1, 2 dan 3 secara bersama-sama membayar ganti rugi kepada Fahri sebesar Rp 30 miliar. "Itulah bunyi putusan pada Desember 2016," kata Mujahid.

Dia berharap putusan ini akan membuka mata para pimpinan PKS sekarang bahwa cara mereka melihat persoalan hukum itu keliru. "Orang cerai saja bisa digugat, apalagi ini bisa digugat bahkan dikalahkan," katanya. (boy/jpnn)
//////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////
Oknum Polisi Tendang Siswa SMP Hingga Jatuh dari Septor

PADANG – Metro Binjai

Hendrik, (14), remaja yang masih duduk di bangku SMP, mengalami luka di bagian kaki kanan, dada, hingga mulutnya. Korban terluka karena terjatuh dari motor setelah diduga ditendang oleh oknum polisi.

Foto korban saat mendapat perawatan di Rumah Sakit Reksodiwiryo Ganting, Padang, Sumbar, viral di media sosial Facebook sejak diposting kemarin pagi (13/12). Pihak Polda Sumbar membenarkan oknum polisi yang dimaksud dalam postingan itu bertugas di kesatuan Polantas.

Postingan pelajar terluka pertama kali di-upload di akun Facebook Cristian Ferdian Salim, yang tidak lain kakak korban. Dalam foto terlihat, adiknya yang diketahui bernama Hendrik, 14, yang masih duduk di bangku SMP meringis kesakitan akibat luka di bagian kaki kanan, dada, hingga mulutnya.

Di keterangan foto dituliskan sepenggal kronologis kejadian yang membuat adiknya mengalami luka-luka. Selain memposting foto korban, akun tersebut juga memposting foto oknum polisi yang diduga menendang adiknya hingga korban terjatuh. Hanya berselang beberapa jam postingan foto itu menjadi viral di Facebook.

Penelusuran Padang Ekspres (Jawa Pos Group) sebagai mana dikutip Metro Binjai  di akun Facebook Cristian Ferdian Salim, postingan itu telah direspons lebih dari 8.000 akun lain. Begitu pun yang membagi ulang di akun pengguna lainnya, juga banyak.

Kakak korban, Cristian Ferdian Salim menemui oknum polisi tersebut di Markas Direktorat Lalu Lintas Polda Sumbar. Usai pertemuan ia menjelaskan, ketika itu adiknya Hendrik mengendarai sepeda motor bersama seorang temannya.

Korban tidak memakai helm dan terkejut saat polisi menggelar razia di dekat markas Dirlantas Polda Sumbar tersebut. ”Sore itu (Selasa (12/12), red) adik saya kaget melihat polisi dan menambah kecepatan laju kendaraan. Polisi itu langsung mengejar Adek saya,” akunya.

Saat pengejaran, lanjutnya, oknum polisi yang bersangkutan menendang bagian badan adiknya hingga terjatuh. Korban Hendrik mengalami luka-luka. Setelah kejadian, adiknya dibawa ke Rumah Sakit Reksodiwiryo untuk mendapat perawatan.

”Sekarang sudah pulang dan di rumah. Kami pihak keluarga memang sudah melarangnya untuk tidak membawa sepeda motor, namun namanya anak-anak sukar dilarang,” terangnya.  Cristian Ferdian Salim pun membeberkan, pihaknya tidak mempermasalahkan biaya perawatan rumah sakit adiknya. Ia hanya ingin ada niat baik pelaku mengakui tindakan salahnya.

Wakil Direktur Lalulintas Polda Sumbar, AKBP M. Hari tidak menampik dan membenarkan oknum polisi yang dimaksud itu merupakan anggota kesatuannya.  ”Ya memang bersangkutan anggota kami, berdinas di Direktorat Lalu Lintas, berpangkat Briptu inisial JR.

Terkait hal itu yang bersangkutan dalam proses pemeriksaan Propam,” ujarnya saat ditemui Padang Ekpres, Rabu siang (13/12).

Dijelaskannya, peristiwa itu terjadi ketika pihaknya melaksanakan razia rutin di depan Markas Direktorat Lalulintas di Jalan Nipah, Kecamatan Padang Selatan. Namun saat razia korban menghindar dan melarikan diri karena melakukan pelanggaran lalu lintas.

”Untuk kejadian pastinya, sekarang masih proses mengumpulkan keterangan sejumlah saksi. Kasus ini sudah ditangani Propam dan anggota yang bersangkutan telah diperiksa begitupun saksi-saksi. Gimana nantinya tunggu saja hasil pemeriksaan,” tambahnya.

Ia mengungkapkan, informasi yang diterimanya ada dua versi. Versi Facebook, Briptu JR yang menendang korban. Tapi di versi lain, ada yang bilang korban yang menabrak anggotanya hingga mengakibatkan korban terserempet.

”Tunggu saja hasil pemeriksan terhadap Briptu JR ini, terlepas benar atau tidaknya (anggotanya menendang, red) kami selaku Wakil Direktur meminta maaf atas kejadian ini,” sebutnya.

Ditegaskan Hari, pihaknya akan tetap transparan dalam menangani kasus tersebut. Menurutnya, untuk masalah pelanggaran yang dilakukan oknum polisi, sudah ada Propam yang menuntaskan hal tersebut. ”Semua kami serahkan kepada Propam Polda Sumbar, tunggu saja bagaimana kejadian sebenarnya,” sebutnya.

Apabila kronologis kejadian seperti postingan itu benar, akan dijadikan evaluasi dalam pembinaan polisi. Pihaknya akan memberikan pelajaran yang tegas bagi setiap anggota yang melakukan pelanggaran.

”Bagi anggota lalu lintas, yang dikejar pelanggaran bukan pidana. Ke depan saya akan tetap memberikan arahan kepada anggota dan memberikan pelajaran,” tegasnya. (cr17)
Saya Selingkuh karena Tak Puas dengan Pelayanan Suami
PALEMBANG – Metro Binjai

Dua sejoli bukan muhrim berinisial Ab, 42, dan Km, 32, diamankan polisi setelah tertangkap basah tengah bermesraan di sebuah penginapan di Sukarami, Palembang, Sumsel.

Pasangan selingkuh ini tak berkutik karena suami Km juga ikut dalam penggerebekan pada Selasa (12/12) tersebut. Keduanya pun diamankan di Polsek Sukaramai.

Apalagi saat digerebek, diduga keduanya usai berhubungan badan dan belum sempat mengenakan celana dalam. "Kami suka sama suka," aku Km di Polsek Sukarami, Rabu (13/12).

Ibu dua anak itu mengaku kenal dengan selingkuhannya itu dari seorang teman. Bak gayung bersambut, mereka jatuh cinta dan menjalin komunikasi. Dua hari lalu, mereka pun sepakat bertemu di penginapan itu.

Rupanya, aroma perselingkuhan warga Tanah Mas, Banyuasin ini terendus suaminya. Dengan meminta bantuan polisi, dilakukanlah penggerebekan itu. Km mengaku berselingkuh karena tidak puas dengan pelayanan suaminya.

Ab, pria idaman Km mengaku baru sekali berhubungan. Meski dia telah beristri, tapi tetap saja jatuh cinta dengan Km. “Anak aku dua," ujarnya.

Kanit Reskrim Sukarami Iptu Marwan mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan adanya perselingkuhan di penginapan yang digerebek.

"Kami mendatangi penginapan itu. Saat digerebek, keduanya sedang berhubungan layaknya suami istri," jelas Iptu Marwan. Karena itu, keduanya akan dijerat pasal 284 KUHP. (wly/ce2)

Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments