Terjadi Di Pengadilan Agama Stabat : Hakim Dinilai Terledor, Keluarkan Surat Putusan Asal Jadi



Stabat-Metro Langkat


Pengadilan Agama (PA) Kelas-1B Stabat berulang kali mendapatkan pernghargaan atas prestasinya. Namun, prestasi yang diperoleh mulai diragukan masyarakat. Pasalnya, putusan majelis hakim yang menyidangkan suatu perkara (gugatan cerai-red) melalui lisan, berbeda dengan tulisan yang diterima.

 Adalah DS (35) yang jadi korban. Pria yang menetap di Desa Cempa, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat ini, menerima putusan yang tidak sesuai.  Ketidak sesuaian tersebut tertuang didalam salinan putusan  yang diterimanya.

 Salah satu fakta yang menurut pria ini tidak sesuai dengan data adalah,  soal profesinya yang ASN disalah satu kantor Kecamatan di Langkat, dibuat sebagai tenaga pengamanan (Security-red) di Auto 2000 Jln Sisingamagaraga-Medan.

 Kelalaian yang lain dilakukan adalah, DS yang disebut sebagai pengugat dalam perkara ini disebutkan bekerja sebagai Security dengan penghasilan Rp.2,500,000-. Menurut DS yang menemui Metro Langkat ahir pekan kemarin, salinan putusan yang diterimanya merupakan copy paste  dari perkara orang lain.

 Kesalahan-kesalahan itu semisal perihal tuntutan pengugat (DS). Dan buruknya lagi, nama anak DS dibuat Wildan Abtal Auzan dan Khalis Rafif Irawan. Padahal anak DS bernama M Dzaki Aflah dan Zayyanah Arifah.

 Pokoknya gila betullah bang majelis hakim yang menyidangkan perkara ceraiku ini. Masak nama anakku digantikan sama anak orang, selain itu pekerjaan aku yang  ASN dibuat Security. Kalau kuhitung ada sepuluh poin kesalahan yang tertulis diputusan tersebut. “ Ujar DS sambil memperlihatkan putusan dimaksud.

 Atas kekeliruan tersebut, DS coba melakukan klarifikasi kepada pihak Pengadilan Agama- Stabat. Namun bukanya penjelasan yang mengenakkan yang didengar DS, tapi pihak PA dengan ketus mengatakan kalau DS merasa keberatan atau tidak senang dipersilahkan melaporkan mereka.

 “ Aku sempat menemui bapak-bapak itu menanyakan hal ini, tapi mereka cuek aja, bahkan mengatakan kalau memang keberatan atau tidak senang atas keputusan itu silahkan saja melapor kemana saja mereka tidak takut.” Ungkap DS. Yang kupermasalahkan bukan hasil keputusannya bang, tapi surat putusan yang kuterima tidak sesuai dengan fakta dipersidangan.

 Makanya, kasus ini sudah kulaporkan ke Ketua pengadilan Agama Stabat. Badan pengawas Mahkamah Agung RI- di jakarta, Komisi Yudisial RI- Jakarta. Komisi Ombudsman, Ketua Pengadilan tinggi Medan.

Cerita DS, salinan putusan asal-asalan yang diterimanya berawal dari masuknya permohonan atau gugatan dirinya ke PA- Stabat tanggal 03 Agustus 2016 lalu. Permohonan gugatan tersebut didaftarkan dengan register nomor 813/Pdt.G/2016/PA.Stb.

 Adapun yang menjadi lawan atau orang yang tergugat adalah Yuliamita Saragih SE (34) yang tak lain istri dari DS sendiri. Perempuan yang bekerja sebagai ASN (aparatur sipil Negara) di kantor Kecamatan Tanjungpura ini, digugat cerai karena diduga telah berselingkuh dengan laki-laki lain.

 Rumah tangga yang dibina DS dan Yuliamita sejak 22 April 2005 lalu, sesuai akta kutipan nikah  Nomor : 204/44/IV/2005 yang dikeluarkan oleh kantor urusan agama Kecamatan Hinai diterpa prahara sejak empat tahun belakangan ini. Sebelumnya, kehidupan rumah tangga DS dan Yuliamita begitu bahagianya. Bukti kebahagian tersebut dapat dilihat dari dikaruniainya dua anak pada pasangan ini.

 Sejak memiliki anak, rasa sayang dan kasih DS ia curahkan kepada kedua anak-anaknya. Sebagai seorang ayah, DS berupaya sebaik mungkin menjaga dan mencukupi semua kebutuhan anak-anaknya. Begitu juga dengan keperluan sang istri tak pernah ia abaikan. Namun siapa sangka, ketika mahligai kebahagian itu sedang diharungi, tiba-tiba hadir orang ketiga dalam kehidupan mereka.

 Sejak masuknya pria lain dihati Yuliamita inilah semuanya jadi kacau. Ibua dari kedua anak-anaknya itupun tak lagi menghormatinya sebagaimana layaknya memperlakukan seorang suami. Selain itu, Yuliamita sering beralasan keluar kota untuk melakukan tuggas dari kantornya. Awalnya, DS percaya kalau Yuliamita pergi bekerja, namun lama kelamaan ia merasa ada yang tidak beres.

 Ahirnya DS memberanikan diri bertanya langsung kepada atasan sang istri apakah ahirr-ahir ini istrinya diberikan tugas keluar kota. Jawabpan yang diterima DS sunguh mengejutkan. Sebab, menurut atasan sang istri, selama ini ianya tak pernah ada tugas keluar daerah.

Perasaan DS makin kacau, apalagi pada suatu malam, telpon seluler sang istri terus berdering. Saat dijawab olehnya, seorang pria dari seberang telpon memangil “mama,kepada nya. Oleh DS, istrinyapun diminta menjawab pangilan telpon dari orang itu sambil membuka lound spekear hand phoenya. Agar tidak terjadi fitnah, DS sengaja memangil keluarga istrinya mendengarkan percakapan keduanya.

 Tanpa rasa sungkan dan bersalah pria yang ada ditelpon memangil mama sayang kepada Yuliamita. Layaknya pasangan suami istri yang telah resmi menikah, kalimat-kalimat dewasa meluncur begitu saja dari mulut pria tersebut. Saat ditanyakan DS sudah sejauh mana hubungan mereka, dengan ketus laki-laki itu mengatakan kalau soal itu baiknya DS langsung saja menanyakan kepada istrinya, sudah sejauh mana hubungan mereka.

 Karena sudah memiliki banyak bukti akan perselingkuhan sang istri, ahirrnya DS pun mengambil sikap menceraikan Yuliamita lewat Pengadilan Agama (PA) Stabat. Namun, pada ahir perjalanan perkara ini, lewat putusan Nomor 813/Pdt.G/2016/PA.Stb DS kembali menelan kekecewaan, karena majelis hakim yang menyidangkan perkaranya diketuai Drs. H Nur Al Jumat,SH,MH, dengan hakim anggota Rohyan SH, Dra Mirdiah Harianja,MH dengan panitera Miharza SH,MH dalam surat putusan tidak sesuai.(Wi)  

Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments