Tim Saber Pungli Diminta Turun Ke SMAN-1 Hin

SMAN-1 Hinai



Hinai- Metro Langkat

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, mengeluarkan intruksi dan menekankan untuk memberantas praktek pungli, hingga akhirnya membentuk "Tim Saber Pungli", namun sepertinya hal ini dianggap sepele oleh Sekolah SMA N1 Hinai yang berada di Jalan Olah Raga Kec Hinai Kab Langkat


Sekolah yang saat ini dikepalai oleh Erni Arnalis S.Pd.M.Pd, diduga telah melakukan pungli kepada 471 siswanya, dengan melakukan beberapa kutipan, yang dianggap memberatkan siswa serta orang tua dan wali murid


Hal ini terungkap dari sebuah informasi dari beberapa siswa dan orang tua/wali murid, yang tak lain merupakan siswa siswi disekolah tersebut, adapun kutipan yang dilakukan pihak sekolah diantaranya, uang iuran rutin komite sekolah, uang computer, uang kas sekolah dan uang daftar ulang


Guna mendapatkan informasi lebih lanjut terkait kebenaran informasi ini, wartawan kita (Metro Langkat) mencoba mengkonfirmasi pihak sekolah pada Senin (13/2) lalu, namun sayang begitu didatangi kesekolah SMA N1 Hinai, pihak sekolah tidak bersedia memberikan informasi


Namun dari beberapa siswa yang ditemui kru Metro Langkat seuasai jam pelajaran sekolah (pulang sekolah), membenarkan kalau pihak sekolah mengambil uang kutipan berupa uang computer, serta adanya uang kas yang digunakan untuk membeli sapu, gorden dan lainnya


Uang daftar ulang dan uang iuran rutin komite sekolah, yang diterima atau disetor langsung kepada bendahara komite, yang saat ini dipegang oleh Hj Rahma. S.Pd, sebesar Rp 40.000 untuk kelas satu, dan Rp 30.000 untuk kelas dua dan kelas tiga


Bahkan dari keterangan beberapa siswa ini, Erni Arnalis S.Pd.M.Pd selaku Kepala Sekolah SMA N1 Hinai juga jarang masuk ke Sekolah. "Iya Bang, Bu Erni Kepala Sekolah kita jarang masuk, tidak seperti Kepala Sekolah yang lama", ucap mereka


Namun Hj Rahma.S.Pd selaku bendahara Komite Sekolah, saat dikonfirmasi juga seakan berusaha menghindar dari para wartawan, hingga saat ini tidak bisa ditemui, bahkan beberapa waktu lalu saat coba di temui di sekolah juga tidak ada dan tidak bisa dijumpai


Berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2016, tentang satuan tugas sapuh bersih pungutan liar, yang diberlakukan pada tanggal 21 Oktober 2016 lalu, jelas terlihat kalau pihak Sekolah SMA N1 Hinai telah melanggar dan mengangkangi Perpres ini, yang tentunya sangat disayangkan banyak pihak


Untuk itu, masyarakat berharap pihak terkait terutama Dinas Pendidikan Kabupaten dan Provinsi mengambil tindakan tegas, dan dengan turun kelapangan (Sekolah), "Jika terbukti pihak sekolah melakukan pungutan yang tidak diperbolehkan, maka pihak sekolah harus diberi sanksi tegas", ucap salah satu orang tua siswa yang namanya tak ingin dusebutkan (Budi)


Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments