PROYEK BANGUNAN AIR BERSIH DESA SECURAI MUBAJIR


P. Brandan-Metro Langkat

Tak dapat berpungsi
Bangunan proyek pengadaan sumber air bersih bagi masyarakat, yang berada di jalan Simpang Bukit, Tugu 100 Dusun II Desa Securai Utara Kec Babalan Kab Langkat, hingga kini belum juga dioperasikan

Bangunan yang dikerjakan pada tahun 2014 lalu, dengan biaya anggaran pembangunan mencapai ratusan juta rupiah bersumber dari dana APBD Langkat ini, terkesan mubajir dan di sia-siakan, karena hingga dua tahun dari masa pembangunan, proyek ini belum juga bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar

Menurut keterangan warga sekitar, pada tahun 2014 lalu, warga dijanjikan akan pengadaan air bersih dengan membangun sumur bor, namun kenyataannya sangat jauh berbeda dilapangan, dimana pembangunan proyek bangunan dan sumur bor ini tidak pernah diresmikan dan ditelantarkan begitu saja

"Kita warga di sini sangat kecewa karena air tidak dapat dimanfaatkan, sementara instalasi pipa guna penyaluaran air kerumah warga sudah terpasang, selama ini sebagai sumber air bersih untuk masak dan minum, warga membeli air isi ulang dari depot pengisian air isi ulang

Sementara untuk mandi dan cuci kita gunakan air bor atau air sumur, yang sebelumnya harus kita saring terlebih dahulu baru bisa digunakan, makanya tidak bisa untuk masak dan minum, karena airnya keruh dan berbau", ucap Ramli (56) salah seorang warga kepada Metro Langkat

Hasrizal SH salah seorang pemerhati hukum di Kab Langkat, juga menyayangkan keadaan ini, dirinya menyesalkan pembangunan sarana air bersih yang diperuntukkan bagi masyarakat banyak tidak bisa dimanfaatkan, sementara dari pembangunan proyek ini menelan biaya hingga ratusan juta rupiah, namun hasilnya tidak bisa dinikmati masyarakat

Politisi PDI Perjuangan Kab Langkat itu meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) agar turun ke lokasi guna mengecek kelapangan, karena diduga adanya potensi kerugian negara dalam pelaksanaan proyek tersebut

Menurut dia, sumur bor tidak difungsikan tidak terlepas dari akibat minimnya fungsi pengawasan dari dinas terkait sehingga rekanan bisa bekerja sesukanya. "Kalau pengawasan berjalan dengan maksimal, maka proyek itu  akan berjalan seperti yang diharapkan", terang Hasrizal SH

Dari pantauan kru Metro Langkat dilapangan, terlihat tangki air dan bangunan sudah rampung, dengan pipa tertanam didasar tanah, instalasi listrik sudah ada, namun dari keterangan warga sekitar, sarana dan prasarana yang ada belum bisa digunakan, dan warga juga tidak mengetahui air didalam sumur bor atau tangki air sudah tersedia atau tidak

Bahkan tidak ada petugas jaga, dari instansi terkait yang dapat ditemui dilokasi, "jangankan abang, kami warga sekitarpun tidak pernah jumpa sama petugas yang  menjaga atau mengecek bangunan ini", tambah warga

Sementara itu, Hambali SG selaku Kepala Dusun saat dikonfirmasi via seluler, membenarkan adanya pembangunan proyek sarana air bersih di dusunnya, namun dirinya juga heran, kenapa sampai saat ini bangunan ini belum juga difungsikan, " benar ada pembanguan itu guna memenuhi sumber air bersih warga, namun saya tidak tau persis asal sumber dananya dan  siapa pelaksana proyek," ujarnya dengan nada kesal

Sementara itu warga berharap, Pemerintah segera turun tangan menyelesaikan permasalahan ini, sehingga warga dapat menikmati pasilitas pengadaan sumber air bersih yang sudah dinanti nanti warga sejak lama (Budi)

Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments