Polisi Lambat, Korban Pemukulan Oknum Guru Datangi P2TP2A



Brandan- News Metro Langkat.com


Orang tua siswa terpaksa melaporkan guru kelas SMP Negeri 3, Kec Brandan Barat, Syamsuddin S,Pd ke Pusat Pelayan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Kabupaten Langkat, Senin (27/2). 

Sebab, Sarifudin merupakan pegawai negeri sipil (PNS) itu, diduga karena menganiaya korban Mhd Joggi Nauli Panggabean, kelas 8, SMP Negeri 3, Kec Brandan Barat, tampaknya belum diproses hukum sebagaimana mestinya.

Didampingi kedua orang tuanya, korban Mhd Joggi Nauli Panggabean (14) pelajar kelas 8 SMP Negeri 3,Kec Brandan Barat, resmi melapor ke P2TP2A, Selasa (28/2). Sejak Jumat (17/2) lalu, putra ke 10 pasangan Fajar Panggabean  dan Suryani,  memutuskan tak masuk sekolah lantaran masih trauma dengan ulah kasar sang kasek.

Kedua orang tua korban mengatakan, penganiayaan yang dialami putranya itu terjadi pada, Jum'at (17/2) lalu. Saat itu, putranya sedang aktif belajar seperti biasanya, namun suara bersiul terdengar oleh sang guru dan langsung didatangi Sarifudin.

Sang guru kelas marah lantaran saat jam pelajaran berlangsung, korban bersiul-siul saat jam pelajaran.Tanpa belas kasihan, Sarifudin memukuli kepala korban dengan benda keras (kayu-red).

"Anak saya dituding bersiul-siul diruangan kelas, tapi pak Sarifudin tanpa basa-basi langsung mengambil tindakan memukul kepala anak saya dengan kayu bangku sekolah hingga berulangkali," kata kedua orangtua korban usai melapor di P2TP2A kepada ML, Senin (27/2) dikediamnya.

Kekerasan itu sudah sering dilakukan pelaku terhadap para pelajar di SMP Negeri 3, Kec Brandan Barat, namun, saya tidak menanggapinya, namun kali ini, perbuatan pelaku sudah tidak bisa lagi di tolerir.
"Sekarang anak saya trauma dengan insiden pemukulan yang dilakukan oleh Sarifudin merupakan guru kelasnya sendiri," ujar pasutri ini.

Dengan melapor ke P2TP2A, bapak 10 anak ini berharap pemerintah turun tangan. Apalagi kekerasan guru terhadap siswanya disinyalir membudaya di sekolah SMP Negeri 3, Kec Brandan Barat, ini.

Dia menambahkan, dengan melapor ini pihak sekolah ditegur dan disuruh memperbaiki perilakunya. Jangan sampai terulang lagi, anak kecil dipukuli orang dewasa kan keterlaluan sekali sehingga mencoreng nama baik dunia pendidikan di Kab Langkat.

Menanggapi laporan ini, Penanggungjawab P2TP2A, Kab Langkat , Enis Eldin Safrin berjanji akan menindak lanjutinya kepolisian agar kasus ini ditindaklanjuti dan pelaku cepat diproses sesuai hukum yang berlaku.

Lanjut Enis, tindakan guru PNS tersebut telah melanggar UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dibawah umur. "Kita akan mendampingi korban ke Polres Langkat untuk menindaklanjuti laporan korban ke Polres Langkat,  beberapa hari lalu," ujarnya.

Dia menambahkan, sebelumnya korban didampingi orangtuanya telah membuat pengaduan ke Polres Langkat, namun belum mendapat tindakan hukum yang pasti.

Disamping itu, menanggapi terlapor pihaknya akan menyampaikan kasus ini ke dinas pendidikan dan pengajaran (P dan P) Kab Langkat, agar pelaku mendapat tindakan tegas dari Kadis P&P Langkat, Salam Syahputra S.Pd, M.Pd. (jp)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments