Korban Penganiayaan Guru Minta Pelaku Segera Ditangkap

 
Kekerasan di Sekolah.(Ilustrasi)
 
BRANDAN - Metro Langkat
 
keluarga Mhd Joggi Nauli Panggabean (13), korban penganiyaan yang dilakukan guru kelasnya, (Syamsuddin-red), meminta keadilan hukum.

Siswa kelas VIII sekolah menengah pertama (SMP) Negeri 3, Brandan Barat, memohon kepada bapak Kapolres Langkat, AKBP Mulya Hakim Solichin, SIK agar pelaku segera ditangkap dan diberi sanksi sesuai hukum yang berlaku.

Pasalnya, akibat pukulan mentah dengan sebatang kayu bangku, korban anak bungsu dari 10 bersaudara ini mengalami memar dibagian kepala.

Tak hanya itu, bogeman mentah benda keras berulangkali tersebut, berdampak alat indra pendengar (kuping)‎ korban, kini mengalami pembengkakan.

Akibat perbuatan prilaku guru SMP Negeri 3, Brandan Barat tersebut, korban takut menuntut ilmu di sekolahnya karena trauma dengan prilaku guru kelasnya.


‎Kasus ini sebenarnyya sudah dilaporkan korban ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) POlres Langkat , dengan sesuai nomor STPLP/118/II/2017/SU/LKT hingga pemeriksaan berlanjut ke Unit Perlindungan Prempuan dan Anak (PPA) Polres Langkat.

Namun, pelaku penganiyaan yang merupakan seorang pegawai negeri sipil (PNS), kini belum mendapat tindakan hukum dari aparat kepolisian Polres Langkat.

"Korban bersama ketiga orang saksi yang merupakan rekan sekolahnya, telah diambil keterangan.‎ Namun, sudah berlangsung satu minggu, pelaku penganiyaan terhadap korban yang merupakan anak dibawah umur, belum mendapat tindakan hukum yang pasti.
 
F.Panggabean dan Suryani orangtua kandung korban ketika ditemui Metro Langkat di kediamanya Link Sepakat Gg Anazri , Kel Tkh Durian, Kec Brandan Barat, Kamis (23/2) mengatakan peristiwa itu terjadi, Jum'at (17/2) sekira pukul 10:00Wib, ketika saat aktivitas belajar dan korban dituding melakukan bersiul-siul saat jam belajar di sekolah korban.

Tanpa ada pertanyaan, guru arogansi tadi spontanitas ambil tindakan main pukul ke bagian kepala korban dengan sebuah benda keras (kayu‎-red). Ironisnya, usai pukul kepala korban sebanyak empat kali, pelaku beranjak dan melakukan pemukulan terhadap rekan korban lainya.

Namun, entah setan apa yang memasuki tubuhnya, pelaku kembali mendatangi korban dan memukuli kepala korban dengan benda keras yang tetap masih dalam pegangan tanganya.

Menurut keterangan diperoleh di lokasi sekolah, bahwa prilaku sang guru ini terbilang kejam dan ringan tangan sehingga sesuka-sukanya membuat tindakan kepada siswa dan siswi di SMPN. 3 itu.

Kedua orangtua kandung korban berharap agar pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan dan menangkap sang guru, agar perbuatan kekerasan terhadap para siswa tidak terjadi lagi di lingkungan sekolah.

Pengamat pendidikan di Kabupaten Langkat, Hasrizal SH, menyesalkan ‎sikap seorang pendidik yang telah melakukan kekerasan terhadap siswanya.

Kini, dunia pendidikan di Sumatera Utara, khususnya di Kabupaten Langkat, tercoreng ‎akibat seorang guru yang bermental buruk. "Kita meminta kepada kepolisian agar memprores kasus penganiayaan tersebut sampai kemeja hijau dan pelaku segera ditangkap," ungkap Politisi PDI-Perjuangan Kab Langkat.

Dia menambahkan, akibat pemukulan dilakukan oknum guru SMPN.3 tersebut, korban Mhd Joggi Nauli Panggabean‎ (13) kini tidak mau bersekolah diduga trauma dengan insiden ini.

Sebelumnya, kepala sekolah (kasek) SMPN.3 Brandan Barat, Dra Faridah Wati ketika dikonfirmasi perihal pemukulan dilakukan oleh guru di SMPN 3 mengatakan, bahwa kejadian pemukulan dilakukan oknum guru terhadap muridnya, dirinya tidak mengetahui.

Lanjut ia, insiden kejadian itu dirinya tidak berada di tempat (sekolah-red) mengikuti rapat di Stabat.

"Saya selaku kepala sekolah (kasek) berharap pihak keluarga sudikiranya dapat duduk bersama untuk menyelesaikan problem yang terjadi disekolah ini," harap Faridah.(jp)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments