Hebat, Kandang Ayam Bertiangkan Kayu Mangrove


Kandang ternak pengusaha WNI turunan mengunakan kayu Bakau

Gebang - Metroo Langkat

Praktik penebangan kayu bakau (mangrove) secara illegal berada di Dusun 9 Klantan Dalam, Desa Pasarrawa, Kec Gebang, Kab Langkat, berlangsung tanpa tersentuh hukum.

Disinyalir, aparat yang terkait, terkesan adanya pembiaran sehingga hutan yang berada di kawasan pesisir bibir pantai Kabupaten Langkat, kini rusak porak-poranda.

Kerusakan ekosistem mangrove yang berada di kawasan pesisir bibir pantai dusun 9 klantan dalam, akibat penebangan liar dari segelintir orang yang tidak bertanggung jawab.

Hanya untuk meraup keuntungan pribadi dan mencari kekayaan semata, membuat nelayan tradisonal tidak mendapatkan hasil tangkapan akibat biota laut telah rusak.

"Penebangan kayu (bakau-red) tidak memandang ukuran besar dan kecilnya bahkan hingga sampai tangkal bongkotnya ," kata ketua LSM KPK, Kab Langkat, Muslim Akira kepada Metro Langkat di Pangkalan Brandan.

Parahnya lagi, penebangan batang kayu bakau itu diperuntukan pembangunan kandang ayam boiler yang berdiri megah di Dusun 9 Klantan Dalam, Desa Pasarrawa.

Ironisnya, lanjut ia, selain material kandang ayam boiler, batang kayu bakau dijadikan landasan sepanjang badan jalan ketika memasuki lokasi kandang  ayam tersebut.

"Selain kandang ayam dan badan jalan, ribuan batang kayu bakau diperoleh oleh pengusaha keturunan tersebut dari segelintir warga Dusun 9 Klantan Dalam," ungkapnya.

Tak heran, bila praktik perambahan secara ilegal tersebut berjalan lancar tanpa adanya hambatan, disinyalir adanya keterlibatan oknum perangkat Desa terkait.

Berharap kepada aparat Hutbun dan kepolisian tindak pidana tertentu (Tipiter) Polres Langkat, untuk menindak lanjuti temuan ribuan kayu bakau menjadi material pembangunan kandang ayam boiler tersebut

"Tangkap dan penjarakan bagi perusak hutan bakau (mangrove) ‎di pesisir bibir pantai Desa Pasarrawa, Kec Gebang. Akibat perbuatan mereka, nelayan tradisonal khususnya di Desa Pasarrawa, tidak lagi kelaut," pintanya.

Menurut pengusaha ayam boiler, Apeng ketika dikonfirmasi perihal pembangunan kandang ayam boiler menggunakan bahan dari kayu bakau menyebutkan, bahwa dirinya tak mempungkiri material kandang ayam miliknya berbahan kayu bakau.

Lanjut ia, ‎namun kayu bakau tersebut diperolehnya dari warga sekitarnya, melalui kepala dusun (Kadus) 9 Klantan Dalam, Sadimin.

"Kayu bakau (mangrove) diperolehnya dari warga melalui kadus 9 Klantan Dalam, yang masing-masing memiliki ‎areal kebun bakau," ujar pengusaha yang mengaku berdomisili di Lingk VI, Kel Pekan Gebang, Kec Gebang, Kab Langkat.(jp)

Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments