Dari Mulai Cabai Hingga Jamur Tiram : KHI Laporkan Dugaan Korupsi APBD Ta 2016 Ke Kejari Binjai




Binjai- Metro Binjai
 
Ketua KHI Kota Binjai M Ikhsan saat di Kejaksaan Binjai
Mengacu kepada UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana Korupsi perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberatasan tindak pidana korupsi
bahwa tindak pidana korupsi yang selama ini terjadi, tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga merupakan pelanggaran terhadap hak-hak sosial dan ekonomi masyarakat secara luas.


Sehingga tindak pidana korupsi digolongkan sebagai kejahatan yang pemberantasannya harus dilakukan secara luar biasa. Selain itu, untuk lebih menjamin kepastian hukum, menghindari keragaman penafsiran hukum dan memberikan perlindungan terhadap hak-hak sosial dan ekonomi masyarakat, serta perlakuan secara adil dalam memberantas tindak pidana korupsi.

Berangkat dari itulah Dewan Pengurus Komunitas Hijau Indonesia (DP-KHI) Kota Binjai, melaporkan dugaan korupsi penyalah gunaan APBD Kota Binjai tahun 2016 tersebut. Sebundel laporan yang ditujukan kekejaksaan Negeri (Kejari) Binjai tadi langsung diantar oleh Ketua KHI Kota Binjai Ikhsan didampingi Sekertaris  M Riswan serta beberapa pengurus KHI lainya Kamis (23/2) diterima salah seorang staf Kejaksaan yang piket.

Laporan dugaan korupsi tersebut dituangkan dalam surat berrnomor : 032/KHI/II/2017 dengan tembusan Kejaksaan tinggi Sumatera Utara, Kejaksaan Agung dan Pertingal. Usai mengantarkan laporan tersebut, Ketua Komunitas Hijau Indonesia, Ikhsan kepada Metro Binjai mengatakan, sebelum mengantarkan laporan tersebut ke penyidik Kejaksaan, mereka telah melakukan investigasi mengumpulkan bukti-bukti dugaan penyimpangan dimaksud.

Dalam laporan yang kita sampaikan tadi, disitu juga kita lengkapi dengan bukti-bukti seperti harga satuan barang yang dimark up dan surat perintah kerja (SPK). Jadi banyak temuan yang kita laporkan sebenarnya. “ Ujar Ikhsan. Salah satunya, sambung pria berkulit hitam manis ini, kegiatan budidaya penanaman cabai dan buah-buahan yang saat ini sedang berlangsung di Kelurahan Tungurono- Kecamatan Binjai Timur.


Jadi, berdasarkan survei lapangan yang kita lakukan, kami menduga telah terjadi pengelembungan harga terhadap item-item tersebut. Hal itu dikuatkan dengan keterangan ahli dari perkumpulan petani organik seluruh Indonesia terhadap kegiatan penanaman cabai dan buah-buahan yang sedang berlangsung saat ini.

Yang terjadi tanaman cabai terserang  virus thrips dan Aphids, hal ini disebabkan karena kelalaian dalam pengelolaanya dan kurangnya nutrisi pada media tanamannya. Padahal angaran untuk pengadaan pupuk sebagai nutrisi tanaman sudah sangat besar. Itu ditampung pada angaran APBD tahun 2016. 

Bila saja angaran tersebut benar-benar digunakan untuk mengurusi tanaman, kami rasa hal ini tak sampai terjadi. Penyebab lain hingga hal tersebut terjadi karena pada tahap menentukan petani yang menerima bantuan bukanlah yang ahli dibidangnya. 

Dengan kata lain, petani yang menerima dan mengelola angaran tersebut terkesan seperti petani dadakan. Artinya orang-orang mendadak jadi petani hanya untuk mendapatkan kucuran uang dengan membentuk kelompok-kelompok tani, bukan petani benaran.” Ungkap Ikhsan diamini M Riswan.

Oleh karena itulah, kita meminta kepada penyidik khususnya Kejaksaan Negeri Binjai untuk menyelidiki kasus dugaan korupsi APBD Binjai tahun 2016 ini. Kita desak penyidik menyeret para pelaku yang mengotak-atik uang rakyat tadi sampai kemeja hukum guna mempertangung jawabkan segala perbuatanya sesuai UU pemberantasan Korupsi. “ tandas Ikhsan sambil bergerak meningalkan Kejaksaan.(Mail)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments