Biaya Bimtek Untuk 15 PNS Capai Rp 400 juta : Sekwan DPRD Langkat Diduga Raup Setengah Milyar Lebih

DPRD Langkat


STABAT – News Metro Langkat.com

Nama sekertaris dewan (Sekwan) DPRD Langkat, Basrah Pordomuan memang sering jadi pembahasan belakangan ini. Tak hanya dari kalangan lingkungan DPRD sendiri, tapi dikalangan rekanan (pemborong) yang ada di Kabupaten Langkat nama Sekwan selalu disebut-sebut.

Ya.! menurut sejumlah rekanan yang ditemui mengatakan kalau ingin mendapatkan berbagai paket pekerjaan di DPRD Langkat harus melalui Basrah. Sebab, proyek PL (penunjukkan langsung) yang nominalnya dibawah Rp.200 juta biasanya yang mengatur adalah Basrah.

Untuk bisa mendapatkan pekerjaan dilingkungan dewan, rekanan harus pula membayarkan sejumlah uang pelicin yang nominalnya tidak sedikit tergantung besarnya nilai paket proyek yang diinginkan. Selain melakukan transaksi “haram” Sekwan juga diduga mengerjakan sendiri sejumlah proyek yang ada dengan bertopengkan perusahaan orang lain.

Selain ahli dibidang bagi-bagi “paket-paket” proyek, Sekwan juga dikabarkan ahli dalam mengotak-atik milyaran angaran yang berada di Seketariat. Seperti yang menjadi pertanyaan selisih angaran Bimtek anggota DPRD dan PNS DPRD Langkat tahun 2015.

Pada laporan keterangan realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kab Langkat, tahun 2015 terdapat program peningkatan kapasitas sumberdaya aparatur (KSA). Adapun kegiatan pendidikan dan pelatihan formal yakni pelatihan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) anggota DPRD dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di DPRD Kab Langkat

Hasil perhitungan terdapat selisih anggaran sebesar Rp 625.578.050 ribu, disinyalir masuk ke kantong pribadi sekretaris DPRD Kabupaten Langkat. Dari jumlah anggota DPRD Langkat sebanyak lima puluh (50) orang sudah termasuk ketua dan wakil ketua pada tahun anggaran 2015 mengikuti kegiatan Bimtek.

Setiap kegiatan Bimtek sebanyak delapan kali menelan anggaran setiap kegiatan menelan biaya Rp 4.500.000 ribu/anggota DPRD, maka biaya bimtek untuk ke lima puluh anggota DPRD pertahunnya sebesar Rp 1,8 miliar.

Sementara, untuk biaya ke lima belas (15) orang PNS di DPRD Kabupaten Langkat yang mengikuti Bimtek pada tahun anggaran 2015 sebesar Rp 4.500.000/orang. Untuk keseluruhan PNS di DPRD Kabupaten Langkat yang mengikuti kegiatan Bimtek sebesar Rp 405 juta.

Sementara anggaran yang direalisasikan dalam penjabaran APBD Kabupaten Langkat tahun anggaran 2015 adalah sebesar Rp 2 miliar 830.578.050 juta. "Perselisihan anggaran yang tidak Singkron pada tahun anggaran 2015 yang diduga dikantongi Sekwan sebesar Rp 625.578.050 juta.

Selain itu, pada laporan keterangan realisasi penjabaran APBD Kabupaten Langkat tahun anggaran 2015, terdapat program pemeliharaan rutin berkala kendaraan dinas/operasional, belanja barang dan jasa untuk kendaraan bermotor sebesar Rp 986.153.000 juta.

Sementara belanja untuk jasa service sebeasr Rp159.450.000 juta, untuk belanja penggantian suku cadang kendaraan bermotor sebesar Rp 14.636.458 juta, biaya belanja bahan bakar minyak/gas dan pelumas sebesar Rp 218.804.243 juta, dan untuk biaya pajak kendaraan bermotor sebesar Rp 41.559.040 juta.

Maka dalam program kegiatan pemeliharaan rutin berkala kendaraan bermotor serta kegiatan belanja barang dan jasa untuk kendaraan bermotor pada tahun anggaran 2015. "Disinyalir terdapat kejanggalan pada kegiatan belanja jasa service kendaraan bermotor yang dianggarkan sebesar Rp 159.450.000 juta dan diduga adanya manipulasi data dengan cara merubah bon faktur untuk belanja jasa service kendaraan bermotor.

Terpisah Sekretaris DPRD (Sekwan) Kab Langkat, Basrah Pardomuan, saat dikonfirmasi wartawan melalui selularnya mengatakan, kegiatan bimtek untuk lima puluh anggota DPRD sebesar Rp 1,8 miliar per tahunnya. Memang untuk kegiatan Bimtek untuk lima puluh anggota DPRD menghabiskan Rp.1,8 Milyar,” katanya saat dihubungi sedang berada diluar daerah.

Lanjut Basrah, sementara untuk biaya Bimtek ke lima belas orang PNS di DPRD Kab Langkat sebesar Rp 405 juta dalam per tahun nya. Kalau ada sisa anggaran, pasti dikembalikan," ringkas Basrah Pardomuan seraya mengajak wartawan bertemu dengannya seraya mematikan hand phone.

Guna mengetahui lebih jauh berbagai permainan dilingkungan DPRD Langkat yang disutradarai Sekwan, Metro Langkat akan melakukan investigas lebih mendalam yang akan disajikan pada pemberitaan berikutnya.(Red)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments