Usai Dipuaskan Pelaku, Korban Sawer Rp.100 ribu

Buntut Warga Serbu Polsek Brandan :
Usai Dipuaskan Pelaku, Korban Sawer Rp.100 ribu

P.Brandan, News Metrolangkat.comm


Ini kabar terbaru soal kasus pemerkosaan yang dialami NR (25) warga Dusun V Medan Dua, Desa Teluk Meku, Kecamatan Babalan Kab Langkat,yang di lakukan oleh Syafrizal warga yang sama,pada Sabtu (16/7) lalu. Dalam laporannya ke Polisi waktu itu korban (NR) mengaku diancam celurit sebelum pelaku menyetubuhinya sepuasnya.
Warga yang menyerbu Polsek Brandan mempertanyakan bebasnya pelaku pemerkosaan.

Selain mengagahinya dengan buasnya, korban juga mengaku kalau pelaku juga merampoknya dengan membawa uang Rp.100 ribu. Berangkat dari laporan tersebut, Polisi lalu melakukan penyelidikan. Saat proses penyelidikan sedang berjalan, tiba-tiba datanglah Syafrizal menyerahkan diri kekantor Polisi didampingi keluarganya pada  Sabtu (31/7).




Kepada Polisi Syafrizal kurang sepakat kalau dirinya dikatakan sebagai pelaku pemerkosaan dan perampokan sebagaimana yang dituduhkan. Oleh karena itulah Syafrizal datang menyerahkan diri kepada petugas untuk mengklarifikasi atau menceritakan kejadian yang sebenarnya.

Kepada petugas, Syafrizal yang dijadikan tersangka lalu menguraikan fakta yang sebenarnya. Usai mengambil keterangan dari terlapor (Syafrizal-red) Polisi ahirnya mengabulkan permohonan penanguhan penahanan terhadap Syafrizal dengan jaminan salah seorang kerabat dekatnya. Selain tidak ditahan, Syafrizal juga diwajibkan datang melapor kekantor Polisi.

Pertimbangan penyidik kala itu, tudingan yang dialamatkan kepada Syafrizal kurang cukup bukti. Oleh karena itulah Stafrizal tak sempat menikmati pengapnya sel Polsek Brandan. Nah.!kembali Syafrizal kekampung membuat sebagian warga tidak tidak. Pasalnya, warga tak mau tersangka pemerkosaan sekaligus perampok berkeliaran dikampung itu.

Oleh karena itu, puluhan wargapun sepakat menyerbu Polsek Brandan guna mempertanyakan hal tersebut kepada petugas. Kanit Reskrim Polsek Brandan Iptu D Situmorang,kepada para wartawan mengatakan,penangguhan tersangka karena dari laporan korban NR (Nurma-red) sangat jauh berbeda dengan keterangan tersangka (Syafrizal) saat menyerahkan diri.

Dalam keterangan tersangka kepada polisi mengatakan,kalau kejadian itu (pemerkosaan) tidak benar,dan dirinya melakukan perbuatan tersebut karena saling kenal dan menyukai,bahkan si korban tidak melakukan perlawanan kala itu malah sebaliknya. Namun proses hukum tetap kita jalankan,sambil mencari bukti lainnya,makanya tersangka tidak kita tahan dan hanya menjalani wajib lapor,” ucap D Situmorang menjelaskan.
Kediaman RN tampak sepi pasca kasus pemerkosaan dan perampokan mencuat.




Rupanya, dengan di tangguhkan penahanan terhadap Syafrizal ini, membuat puluhan warga Medan Dua, Desa Teluk Meku yang didominasi oleh para wanita ini,Senin (1/8) pagi mendatangi kantor Mapolsek
Pangkalan Brandan,meminta Polisi untuk menahan tersangka.

 Kapolsek Pangkalan Brandan AKP W Sidabutar mengatakan kalau kasus ini masih terus di lanjutkan,namun bukti untuk melakukan penahanan terhadap Syafrizal tidak kuat,makanya di lakukan penangguhan penahanan dan dirinya wajib lapor.

" Kita sudah kumpulkan bukti di TKP,namun tidak ada bukti yang dapat memberatkan tersangka,dimana saat si korban kita periksa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, bahkan celurit yang katanya digunakan pelaku juga tidak ada,makanya dari laporan korban banyak kejanggalan yang kita temui




Sementara dari keterangan si pelaku saat diperiksa,sore sebelum kejadian,pelaku dan NR sempat bertemu,dan sempat terjadi pembicaraan "lama tak jumpa,suamimu dimana ?, lalu di jawab NR"iya ,suamiku lagi pergi merantau,dan dibalas lagi oleh si pelaku " bolehlah malam ini"

Dan malamnya,pelaku masuk kerumah NR dari pintu depan,dan sebelum melakukan itu (red-ML) NR sempat merangsang tersangka dengan memainkan kelamin pelaku dengan tangannya,lalu membuka sendiri celana dalamnya dan mereka berhubungan badan, sebelum pelaku meninggalkan NR,dirinya sempat di kasih uang Rp 100.000 oleh NR

Jadi kasus ini masih kita teruskan,sambil mencari bukti dan saksi lainnya,karena pengaduan korban (NR) sangat jauh berbeda dengan keterangan Syafrizal,dan ini juga di kuatkan dengan bukti yang ada.

Kapolsek juga menambahkan,untuk lebih jelasnya lagi,hari Kamis (4/8) akan kita lakukan gelar perkara di Mapolres Langkat.” Kasus ini akan digelar nantinya di Polres Langkat,saat gelar keduanya akan kita pertemukan dan bukti serta saksi juga akan kita hadirkan,sehingga kasus ini terungkap jelas" ucap Kapolsek.(bud)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments