Sssstttt....!! Diduga Tiap Bulan Rp. 2 Milyar APBD Langkat Bocor


Sssstttt....!! Diduga Tiap Bulan Rp. 2 Milyar APBD Langkat Bocor


Muhri Fauzi Hafiz.(dok Fb)
Langkat,News Metrolangkat.com

Bila diamati pembangunan di Kabupaten Langkat sejak 5 atau 7 tahun belakangan ini tak ada yang bisa dibanggakan. Dari tahun ketahun pembangunan disektor manapun selalu itu-itu saja. Bahkan, diantara pembangunan tersebut belakangan jadi masalah karena jadi temuan aparat penegak hukum. Alamakk..!!

Akibat berbagai temuan tadi, Pemkab Langkat dikabarkan tak sedikit mengembalikan uang Negara yang diduga diselewengkan itu. Kini menjelang ahir tahun 2016, kondisi Langkat tak jauh berubah. Yang berubah itu hanya bertambahnya warga Langkat yang hidup dibawah garis kemiskinan dan tiap-tiap sudut Negeri yang katanya bertuah ini makin tak nyaman untuk dilalui kendaraan karena buruknya sarana jalan disana sini.

Anehnya, dari tahun ke tahun, sisa hasil perhitungan anggaran (Silpa) APBD Langkat yang dikelola Pemkab Langkat terus bertambah. Sementara besarnya dana tersebut tak dirasakan menyentuh oleh masyarakat. Oleh sebab itu, wajar saja kalau masyarakat Langkat mulai bergumam dan mulai tak simpati dengan pemimpin negeri ini.

Dan hasil dialog interaktif yang dimotori Partai Gerindra, kemarin, terungkap bahwa sejak 2013 jumlah silpa Kab Langkat bertambah. Kalau ditahun 2013 silpa mencapai Rp108 miliar, memasuki tahun 2014 naik menjadi Rp185 miliar dan 2015 meningkat menjadi 260 miliar. Sungguh luar biasa.

Mendapati data tersebut, Anggota DPRD Sumut Muhri Fauzi Hafiz menilai, ada ketidak beresan dalam pengelolaan anggaran di Pemkab Langkat. Bahkan, dengan tegas Fauzi  memperhitungkan dari silpa sebanyak Rp260 miliar itu, bila dibagi setahun atau 12 bulan, setidaknya ada Rp2 miliar perbulan yang diduga bocor dari APBD Langkat.

“Nah, kondisi inilah yang membuat pembangunan di Langkat minim karena banyaknya silpa. Dengan minimnya pembangunan, tentu bisa dikatakan Pemkab Langkat gagal,” tegas Fauzi. Jadi, ungkapnya, perlu pengelolaan APBD yang baik dari ekskutif dan legislatif agar kost belanja langsung dan tidak langsung berimbang, sehingga pembangunan di Langkat lebih banyak dan merata di setiap wilayah.

“ Bagaimana pembangunan di Langkat ini bisa merata kalau kebocoran uangnya seperti ini, jadi ini perlu menjadi perhatian semua pihak yang mengawasi. Jadi wajar saja kalau ada masyarakat miskin Langkat yang mati miskin karena tidak adanya bantuan. Padahal Langkat ini kaya dengan sumber daya alamnya. “ ujar anggota DPRD SU dari Demokrat ini. (yg)
/////////////////////////////////////////////////////
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments