Rahmad Diusir Paksa Ketua Adat Banjar

Rahmad Diusir Paksa Ketua Adat Banjar

STABAT-News Metrolangkat.com

Ketua Harian Paduan Masyarakat Kulawarga Kalimantan (PMKK) adat Banjar, H.Bahrum Jamil, S.Ag, M.Pdi, dinilai mayoritas anggota bersikap arogan. Pasalnya, baru saja dipercaya menjadi Ketua Pengurus Harian PMKK atau organisasi Adat Banjar di lingkungan Kompleks Perkantoran Pemkab Langkat, Stabat, sudah mulai menunjukkan jati diri sebenarnya.
Rumah Adat Banjar yang ditempati Rahmad selama 12 tahun. 

Diduga sikap tersebut karena ingin menguasai sejumlah aset di lingkungan rumah adat untuk kepentingan pribadinya dengan cara mengusir secara paksa Rahmad dan keluarganya yang sudah mengabdi mengurus, merawat dan membersihkan lingkungan rumah adat selama 12 tahun.

Ya, selama 12 tahun Rahmad dan keluarganya telah menempati rumah yang ada di sekitar lingkungan rumah Adat Lampau Banua (Banjar) Stabat. Artinya, selama 2 priode kepemimpinan Ketua Adat Banjar terdahulu, Rahmad dan keluarganya yang dipercaya mengurus, merawat serta membersihkan rumah adat tersebut, tidak pernah mengusik dan mempermasalahkan keluarga Rahmad, yakni istri, anak serta adiknya yang juga merupakan bagian dari anggota Adat Banjar tinggal di rumah tersebut.

Namun, semenjak Ketua Pengurus Harian Adat Banjar (PMKK) dipimpin H.Bahrum Jamil, lokasi lingkungan rumah adat kebanggan masyarakat Kalimantan tersebut tampak kumuh. Bahkan, bantuan bangunan untuk Kantor PMKK dari Pemkab Langkat tersebut, dijadikan istri H.Bahrum, untuk membuka rumah makan pribadinya.

Selain itu, bangunan kantor bantuan dari Pemkab Langkat itu disinyalir mencuri arus listrik yang diambil dari Rumah Adat Banjar. Bahkan, di halaman belakang lokasi Adat Banjar, dijadikan lahan peternakan unggas berupa angsa dan itik serta kolam ikan pribadi H.Bahrum Jamil.

Untuk memuluskan niatnya menguasai seluruh aset di lingkungan Rumah Adat Banjar, H.Bahrum, berupaya mendekati beberapa pengurus lainnya dengan maksud mengusir Rahmad beserta seluruh keluarganya dari lingkungan rumah adat yang sudah ditempati selama 12 tahun.

Bahkan, mayoritas anggota PMKK Adat Banjar di Kab.Langkat, sangat menyesalkan sikap H.Bahrum yang dinilai sangat arogan dengan mengusir Rahmad serta keluarganya dengan cara mengunci pintu pagar utama sebagai akses utama keluar-masuk Rahmad dan pengurus lainnya di Kantor Sekretariat Rumah Adat Banjar PMKK.

Sebagai dasar pengusiran, H.Bahrum mengeluarkan surat pemberitahuan pertama bernomor 38./PMKK-LKT/V/2016, dengan dalih sebagai hasil rapat pleno Pengurus PMKK Kab.Langkat tertanggal 16 Mei 2016 lalu.

Dalam surat yang ditandatangani H.Bahrum sebagai KetuaPenurus Harian PMKK dan Sekretaris Edy Rosadi S.Ag, M.Pd, H.Bahrum menjelaskan bahwa Rumah Adat Banjar Lampau Banua hanya ditempati oleh Rahmad selaku petugas menjaga kebersihan dan keamanan Rumah Adat. Tapi bukan termasuk istri, anak dan keluarga lainnya.

Dalam surat tersebut, H.Bahrum Jamil, coba meyakinkan pengurus lainnya serta seluruh anggota Adat Banjar, bahwa rumah adat serta rumah tempat tinggal penjagaan akan dilakukan renovasi dengan dalih akan mendapatkan kucuran dana perehaban dari pusat sebesar Rp500 juta.

Padahal, alasan Ketua Pengurus Harian PMKK, H.Bahrum Jamil, tersebut, dinilau seluruh anggota Adat Banjar sebagai upaya pengambil alihan kewenangan dan aset Adat Banjar, untuk kepentingan pribadi dan keluarganya.

Padahal, selama 12 tahun, Rahmad dan keluarganya selalu membersihkan Ruma Adat dan lingkungannya. Untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, Rahmad serta keluarganya memiliki pekerjaan sampingan berdagang di sekitar perkantoran Pemkab Langkat, dengan tidak mengabaikan tugas pokoknya untuk menjaga dan membersihkan lingkungan Rumah Adat Banjar.

Karena Rahmad didukung mayoritas anggota Adat Banjar lainnya, Rahmad masih tetap coba bertahan di rumah kediaman petugas penjagaan. Namun, sikap Rahmad tersebut dianggap H.Bahrum sebagai suatu sikap pembangkangan dan langsung mengeluarkan surat peringatan ke II dengan nomor surat 39/PMKK-LKT/VII/2016 tertanggal 20 Juli 2016 dan surat ke III dengan nomor 38./PMKK-LKT/V/2016.

Karena Rahmad dan keluarganya masih tetap bertahan di rumah penjagaan karena mendapat dukungan mayoritas anggota PMKK Adat Banjar. Namun, dengan arogannya, H.Bahrum Jamil malah mengunci pintu gerbang Rumah Adat Banjar dengan maksud agar Rahmad dan keluarganya tidak dapat lagi keluar-masuk lingkungan Rumah Adat.

Informasi yang diperoleh METRO LANGKAT dari sumber-sumber yang layak dipercaya sesama anggota PMKK Adat Banjar, perilaku H.Bahrum Jamil bertentangan dengan kesepakatan seluruh anggota. Dalam waktu dekat, mayoritas anggota Adat Banjar akan melayangkan surat somasi atas kepemimpinan H.Barum Jamil yang dinilai tidak pantas memimpin PMKK Adat Banjar.(rud)

//Ket.Foto  1-3 : Tampak pintu gerbang pagar utama yang digembok serta pencurian arus listrik, kanot sekretariat yang dijadikan rumah makan pribadi keluarga H.Bahrum Jamil, serta halaman belakang yang dijadikan lokasi peternakan pribadi H.Bahrum.(FOTO/RUDI)
 //////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////
HL-4 ////
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments