Perolehan Sertifikasi ISPO Di Kebun LNK Langkat Diragukan

Perolehan Sertifikasi ISPO Di Kebun LNK Langkat Diragukan
 BUKIT LAWANG – News Metrolangkat.com

Kebijakan rekrutmen tenaga kerja sebelumnya dipekerjakan KHL terus memunculkan derita panjang. Pasca tak diterima dengan alasan tertentu. Pulaknya, pekerjanya mengalami kecelakaan kerja dilingkungan kebun namun tak digubres sedikitpun. Bagaimana dengan gencarnya mendapatkan sertifikas ISPO ( Indonesia Sustainable Palm Oil System) marak dilakukan  di kebun-kebun seinduk milik PT. LNK Langkat ?

Berharap dapat diterima dalam tahapan rekrutmen pekerja permanen sirna sudah. Beberapa kali penerimaan dilakukan internal kebun, diantara pekerja KHL rela menjemur kulitnya melakukan perintah management toh masih tetap menganggur alias tak diterima.
Ilustrasi


Kemungkinan tebang pilih serta adaya titipan tertentu dibalik penerimaannya. Kisah miris pekerja KHL dikebun itu, setelah tak diterima, dirinya korban kecelakaan kerja luput dari perhatian pihak perkebunan.  “ Tak juga datang bantuan sepeserpun dari perusahaan dimana tempatku bekerja “ urai Tigan jujur soal kecelakaan pernah dialaminya mengabarkan nasibnya Minggu (7/8) kemarin kepada media ini.

“ Tak menuntut banyak, menghidupi keluarga tujuan utama kepala keluarga seperti aku ini“ akunya polos. “ Kekecewaan itu, kian bertambah panjang, setelah tak diterima dalam penerimaan tahapan baru-baru ini, kecelakaan kerja menimpaku walau hanya anamnesenya tertusuk duri sawit.

Namun terpaksa dirawat selama sebulan dengan biaya sendiri. Padahal, sambungnya terus kecewa “ Kecelakaannya terjadi diwilayah kebun BL (Bukit Lawang-red), kok malah tidak ada sama sekali perhatian” ujarnya pasrah. “  Belakangan, shock terapi datang lagi, munculnya surat dari manegemen internal terkait pengosongan rumah dinas selama ini ditempati.

Bercorak sudah penderitaan kami alami, mungkin nasib kamilah susah kali menjadi pekerja dinegerinya sendiri” terangnya masih pasrah.  “ Buntut dari dilansirnya berita sebelumnya, justru menerima sehelai surat pengosongan rumah. “ Masih ada waktu lebih kurang sebulan lagi “tandasnya.

Terkait derita dialami beberapa pekerja KHL dilingkungan Kebun Bukit Lawang, investigasi Metro Langkat menemukan mantan pentolan Serikat Pekerja pernah berjaya dimasanya “ Tak ada darah lagi soal serikat pekerja saat ini ?” akunya kecewa. “ Malah banyak yang berganti baju pada merek terbaru.

“ Produknya juga kwalitasnya sama-sama diketahui melempem. “ Karena banyak kepentingan didalamnya” tegasnya miris. Lantas, sambungnya meminta namanya dirahasiakan dalam pemberitaan lanjutan ini “ Gencar soal aktivitas mendapatkan sertifikasi ISPO disemua lini Kebun Milik LNK. namun kejadian kecil saja tak terselesaikan dengan baik.

“ Sistem penerimaan tenaga kerjanya masih dominan gaya penjajah, ditambah lagi kecelakaan kerja belum ditampung secara bijak menaggapi kasus memang terjadi dilapangan kebunnya sendiri” kesalnya mendongkrak soal itu. “ Tolong, namaku jangan disebut-sebut ya “ pintanya dirahasiakan.

“ Jangan harap banyaklah, meski cara mendapatkan sertifikasi ISPO nya gencar dimana-mana. Seluruh kebunnya aktif mempersiapkan mengarah pada perolehan settifikat memang menjadi wajib. Selain itu, ISPO memiliki 7 prinsip dan 41 kriteria juga 126 indikator harus diselesaikan dalam tahapan penjemputan kelas kebun.

Sedangkan masih ada tahapan berikutnfya dalan merujuk kelas kebun sebelum mengantongi sertifikasi ISPO yang diburu serta dikejar-kejar itu. Kenyataan tak demikian ?” bebernya menyayangkan “ Masih ditemukannya soal kecelakaan kerja menyangkut diri pekerjanya sendiri, terlepas tenaga kerja out sourching atau tenaga permanen.

Kejadiannya memang dilingkungan kebunnya sendiri. Eh malah enggak diperhatikan serta digubres kelanjutannya. Tapi katanya perusahaan kepala sawit berkelanjutan. Contoh nyata bisa dilihat dengan mata kepala langsung “ Sisten perizinan dan manajemen resikonya masih diragukan, banyak pekerja kecewa dalam penanganannya” tegasnya.

“ Masih ranah tanggung jawab pada pekerja, itu soal penting memperoleh sertifikasi ISPO. Jangan takuti pekerja itu dengan kebijakan tak populis, adanya surat pengosongan rumah dinas telah dkeluarkan itu, membuat recok besar soal mengantongi sertikasi ISPO sengaja diburu meluaskan pemasaran produk pemasaran CPO ke Uni Eropa” tandasnya mengabarkan.
“  Jangan tanamanmnya saja yang lestari, sedangkan para pekerjanya dibiarkan meleleh entah kemana-mana, temukan soal kecelakaan kerja terparah serta belum adanya claim soal asuransinya dititik lainnya, insya allah ada, jalani aja pelan-pelan” tegasnya enteng mengakhiri. (roka)
/////////////////////////////////////////
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments