Pelaku Perampokan & Pemerkosaan Dilepas, Puluhan Warga Serbu Polsek Brandan

Pelaku Perampokan & Pemerkosaan Dilepas, Puluhan Warga Serbu Polsek Brandan

Warga yang kecewa dilepasnya pelaku perampokan dan pemerkosaan saat mendatangi Polsek Brandan.(budi)

P.Brandan-News Metrolangkat.com

Puluhan warga yang didampingi Kepala Dusun V Medan Dua, Desa Teluk Meku Kec Babalan, Kab Langkat,Senin (1/8) pagi mendatangi kantor Mapolsek Pangkalan Brandan.

Kedatangan warga yang di dominasi para wanita ini,di picu karena rasa kekecewaan warga terhadap kinerja aparatur kepolisian yang mana,tidak menahan pelaku (tersangka) kasus perampokan dan pemerkosaan, yang di alami NR (23) warga Dusun V Medan Dua Desa Teluk Meku Kec Babalan Kab Langkat,  pada Sabtu (16/7) lalu




Dimana tersangka yang di ketahui bernama Syafrizal warga yang sama,hanya di kenai tahanan luar dan wajib lapor ke Mapolsek Pangkalan Brandan setiap hari. Atas bebasnya pelaku dan hanya menjalani tahanan luar inilah memicu amarah warga,yang mana warga meminta agar pelaku segera di tangkap dan di tahan di dalam sel tahanan sebagaimana mestinya.

"Kita kemari bukan main-main,kita minta ketegasan hukum guna mengusut tuntas kasus ini dan tersangka seharusnya di tahan bukannya di bebaskan,dan dihukum seberat-beratnya sesuai dengan hukum yang berlaku.

Jika dia (tersangka) dibebaskan,kita takut dirinya akan mengulangi lagi perbuatannya kepada masyarakat yang lain,kita minta Polsek Pangkalan Brandan untuk segera menangkap tersangka" ucap Endang di amini warga lainnya saat di temui di halaman Polsek Brandan

Sementara itu Aiptu Achmad Abidin selaku juru periksa di Polsek Pangkalan Brandan saat menemui perwakilan warga mengatakan,kalau penangguhan tersangka sudah sesuai prosedur hukum,dimana tersangka di dampingi pihak keluarga secara sadar menyerahkan diri

Dan penangguhan ini di jamin oleh adik tersangka bernama Agus,sehingga tersangka menjadi tahanan luar dan wajib lapor,walaupun demikian proses hukum tersangka tetap kita lanjutkan,ucapnya di depan perwakilan warga

Sementara itu Samiran Ginting alias Iran Klatak perwakilan warga yang juga kepala Dusun V  Medan Dua, Desa Teluk Meku, kepada para wartawan  mengaku kecewa terhadap  kinerja Polsek Pangkalan Brandan yang dinilai tidak mencerminkan rasa keadilan memberi penangguhan penahanan bagi terduga pelaku perkosaan




" Kami ini orang awam yang tidak mengerti hukum,namun kami sangat kecewa kenapa tersangka terduga pelaku pemerkosaan ini bisa bebas,dan atas kebebasan tersangka membuat takut warga sekitar,kita minta kepada aparat hukum Polsek Brandan agar sipelaku dapat segera ditahan dan diganjar dengan hukuman maksimal" terang Samiran Ginting

Merasa kecewa dan tidak mendapat tanggapan dan pelayanan di Polsek P Brandan,Samiran Ginting bersama NR korban pemerkosaan langsung menuju ke Mapolres Langkat,guna melaporkan kasus ini.

Korban Dan Pelaku Pernah Dekat

Ditanguhkanya penahanan tersangka Syafrizal menjadi tahanan luar dan wajib lapor oleh Polsek Brandan, disebut-sebut karena sebelumnya antara pihak korban dan pelaku telah bersepakat damai. Berangkat dari situlah penyidik kepolisian sektor Brandan berani menanguhkan penahanan tersangka.
Informasi lain yang diterima Metro Langkat, jauh hari sebelum kejadian, antara pelaku dan korban diketahui ada hubungan. Selain diantaranya diketahui dekat, antara korban dan pelaku juga masih bertalian keluarga.
Untuk diketahui, kasus perampokan disertai pemerkosaan ini terjadi Sabtu (16/7) lalu. Saat itu, korban yang lagi tertidur dikamarnya disekap oleh pelaku. Sementara suami korban saat  kejadian sedang pergi bekerja diluar kota. Aksi setubuh yang dilakukan tersangka sempat dilihat anak korban.




Selain mengagahi korban, pelaku juga menyikat uang korban sebesar Rp.100 ribu. Puas melampiaskan nafsu birahinya, pelakupun pergi meningalkan korban. Pasca kejadian tersebut, korban membuat laporan pengaduan ke Polsek Brandan. Nah, selang tidak berapa lama kemudian tepatnya Sabtu (31/7) lalu, pelakupun datang kepolsek Brandan menyerahkan diri didampingi keluarganya.
Setelah di periksa oleh pihak Polsek Pangkalan Brandan,penahanan tersangka langsung di tangguhkan dan hanya menjalani tahanan luar serta wajib lapor. Dan inilah pemicu kemarahan warga, sehingga warga mendatangi kantor Polsek P. Brandan meminta agar pelaku segera di tangkap dan di tahan di dalam sel tahanan kembali.(bud)




Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments