MENJUMPAI JIN PENUNGGU PISANG BERCABANG (Bag-1 )

MENJUMPAI JIN PENUNGGU PISANG BERCABANG (Bag-1 )
DIKUASAI GENDERUWO BERSAMA KOLONINYA

Banyak lokasi kemunculan pohon pisang bercabang diwilayah Langkat sekitarnya. Tak jarang pohon pisang tekstur lebih kecil, saling berentet satu sama lainnya menghiasi batangnya ditemukan dibeberapa titik lokasi sengaja dimunculkannya soal itu. Tertarik banyaknya kemungkinan tanah juga lokasi koloni mendiaminya sejak lama.
Pohon pisang bercabang.

 Keragaman bentuk juga sosok gaib serta kaum lelembut sudah lebih dulu mengetahui soal itu. Bagaimana pengalaman supranatural dalam menemukan pohon pisang bermontong lebih dari biasanya itu ?

Kemunculannya tak serta merta diketahui bangsa manusia, hanya saja memahami setelah tanda-tanda alam seharusnya diberikan muncul perlahan namun pasti ke permukaan bumi semua makhluk. Pohon pisang bermontong lebih dari satu atau biasanya dijumpai.

Menyerahkan begitu banyak kisah dengan balutan peristiwa kedatangan sosok lelembut sengaja mengiringi peristiwa aneh dipermukaan bumi. Bukan malah sebaliknya, keganjilan itu tetap dirasakan biasa-biasa saja.

 Akan tetapi menguak kisah kemunculannya pohon pisang bermontong lebih dari satu jauh hari sebelumnya telah ditongkrongi lelembut sebagai pengawasa juga penjaga lokasi kemunculan serta tanda-tanda lainnya.

Pohon pisang Banten, tekstur buah lebih kecil serta padat disepanjang batangnya, menempel kuat dalam satu batang tegakn pohon, kebanyak tumbuh serta menampakkan diri memang dilokasi-lokasi tidak begitu jauh dari pemukiman bangsa manusia. 

Misteri kemunculannya, tak sekedar menguatkan soal peradaban budaya serta kehendak sang pencipta. Dibalik itu, ternyata sosok lelembut sengaja mengiringinya atau menjaga jua merawatnya benar-benr sudah ada jauh sebelum kejadiannya diketahui banyak orang.

“ Etak ngaranak cauk lamun cek Banten nak ?!” ( Itu nama pisang  kalau orang Banten menyebutkannya.red) “ terang paranormal bersuku Banten menemukan pohon pisang bermontong dilokasi lhan tengah diusahakannya. “ Engge aya tanda nak ?!” (Sudah ada tandanya.red) “ ujar pria berumur 80 an tahun namun tetap kuat bercocok tanam.

“ Sebelumnya mah tanda sukak keluar diwaktu malamnya. “ Penampakkan sosok lelembut beragam bentuk sudah mulai seliwar-seliwer dilokasi bakalan muncul pohon pisang itu tuh” ujarnya dengan logat Banten.

“ Adul-adulan…??” sambungnya menirukan kemunculan sosok gaib menguasai lahan bakalan ada keanehan itu. “ Percikan nyala api beraneka warna kerap muncul diatas lokasi tanah bakal kemunculannya. “ Ya soal itu memang sudah ada tanda juga lambangnya” Itupun jika memang  memperhatikan …??” terangnya memberikan khabar itu.

“ Gusti kapangeran ….?!” Terangnya berkali-kali. Balutan cahaya warna-warni sudah ada lebih dulu, lantas kemunculan sosok pengawal dan penunggu lokasi mulai berdatangan satu persatu” sebutnya menemukan langsung kejadian aneh dilokasi lahan tengah diusahakannya. “ Genderuwo paling lebih dulu dekat dan menaburkan tanda sejati koloninya dilokasi

“ Ya sosok pria berkulit hitam legam itu lebih dulu mengambil arah kemunculannya. “ Biasanya tokoh satu ini paling kencang meniupkan  angin penampakkannya ??” Saling berebut tempat meski batangnya belum menampakkan tanda kemunculannya.

“ Peristiwa tak dapat terlupakan berkali-kali menjumpai keganjilan  sama walau sudah hampir tiga kali menjumpai pohon pisang bermontong lebih dari satu nongol dipermukaan lahan atau ladang ditepian sungai. “

Biasanya mah…, penampakkan seterusnya tiada henti-hentinya dosepanjang malamnya menampakkan sosoknya diremang kegelapan malam. Lantas menemukan pagi hari, tanda- tanda  reremputan bekas pijakannya kian tampak dilokasi. Walau sosoknya sendiri belum begitu kentara dilihat atau dipandang kasat mata manusia biasanya.

Tinggal digubuk kegemarannya hidup sejak usia muda, memilih lokasi tempat tinggal jauh dari keramaian. Kegemaran abadi sejak kanak-kanaknya, pengalaman bersama orang tua semasa di tanah Banten dulu. Memberikan banyak pengertian terkait menjalankan amanah serta iradah sang Maha Kuasa.

Meski banyak ditawarkan kelebihan dan kecukupan sarana menjalani hidup. Pak Olot biasa serta kebanyakan orang memanggilnya. Sekali dalam sepekan cukup berbelanja  semua kebutuhan hanya tinggal berdua bersama sang isteri sengaja diboyongnya dari tanah Banten.

Hidup sederhana penuh kebersahajaan, mengutanakan hidup pada hal-hal tradisional disemua alat serta bahan digunakan di gubuk ditinggalinya.

Menggali perihal terkait kemunculan pohon pisang bermontong kian menarik bersama tokoh enggan dipublikasikan serta tak doyan dipuji, aksi mengelaknya serta ceplas-ceplosnya mengutarakan semua kejadian pernah dan bahkan berkali-kali dialaminya sendiri.

“ Eta bener…. ?!” (itu benar kejadiannya.red) “ ujar sang isteri setia mendampnginya dengan masa perkawinan menjelang 60 tahunan lebih. Bagaimana pengalaman Pak Olot selanjutnya soal pohon pisang bermontong lebih dari satu selanjutnya ? (bersambung)


Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments