LSM-PML Dorong RSUD Tanjungpura Menjadi BLUD

LSM-PML Dorong RSUD Tanjungpura Menjadi BLUD

TANJUNGPURA - ML

Badan Layanan Umum Daerah atau disingkat BLUD adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau Unit Kerja pada Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan pemerintah daerah di Indonesia yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang/jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan, dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas.

BLUD merupakan bagian dari perangkat pemerintah daerah, dengan status hukum tidak terpisah dari pemerintah daerah. Berbeda dengan SKPD pada umumnya, pola pengelolaan keuangan BLUD memberikan fleksibilitas berupa keleluasaan untuk menerapkan praktek-praktek bisnis yang sehat untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, seperti pengecualian dari ketentuan pengelolaan keuangan daerah pada umumnya.

Didasari hal tersebut di atas, Tengku Said Syafi’i selaku Ketua LSM Pemberdayaan Masyarakat Langkat (PML) Kabupaten Langkat, kepada Metro Langkat, Selasa (02/08), menegaskan bahwa dengan berperannya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjungpura sebagai BLUD, maka praktik bisnis yang sehat akan terselenggara sesuai fungsi organisasi berdasarkan kaidah-kaidah manajemen yang baik dalam rangka pemberian layanan yang bermutu dan berkesinambungan.

Sedangkan Standar Pelayanan Minimum (SPM) RSUD Tanjungpura adalah spesifikasi teknis tentang tolok ukur layanan minimum yang diberikan oleh BLU kepada masyarakat. “Rencana kerja dan anggaran serta laporan keuangan dan kinerja BLU disusun dan disajikan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari rencana kerja dan anggaran serta laporan keuangan dan kinerja SKPD/ pemerintah daerah.

Suatu satuan kerja instansi pemerintah dapat diizinkan mengelola keuangan dengan PPK-BLUD apabila memenuhi persyaratan substantif, teknis, dan administratif,” Terang TS Syafi’i. Dengan kondisi tersebut, menurut TS Syafi’i, pihak RSUD Tanjungpura harus memenuhi persyaratan substantif dengan instansi pemerintah yang bersangkutan menyelenggarakan layanan umum yang berhubungan dengan, Penyediaan barang dan/atau jasa layanan umum.

Pengelolaan wilayah/kawasan tertentu untuk tujuan meningkatkan perekonomian masyarakat atau layanan umum dan/atau. Dan pengelolaan dana khusus dalam rangka meningkatkan ekonomi dan/atau pelayanan kepada masyarakat.

“Dengan pola pengelolaan keuangan BLUD di RSUD Tanjungpura nantinya, fleksibilitas diberikan mutlak kepada rumah sakit pemerintah itu, dalam rangka pelaksanaan anggaran, termasuk pengelolaan pendapatan dan belanja, pengelolaan kas, dan pengadaan barang/jasa.

Kepada BLUD juga diberikan kesempatan untuk mempekerjakan tenaga profesional non PNS serta kesempatan pemberian imbalan jasa kepada pegawai sesuai dengan kontribusinya. Tetapi sebagai pengimbang, BLU dikendalikan secara ketat dalam perencanaan dan penganggarannya, serta dalam pertanggungjawabannya,” Jelas TS Syafi’i.

Lebih lanjut TS Syafi’i menegaskan, dalam Peraturan Pemerintah ini, dengan RSUD Tanjungpura menjadi BLUD, maka wajib menghitung harga pokok dari layanannya dengan kualitas dan kuantitas yang distandarkan oleh menteri teknis pembina.

Demikian pula dalam pertanggungjawabannya, BLUD harus mampu menghitung dan menyajikan anggaran yang digunakannya dalam kaitannya dengan layanan yang telah direalisasikan.

Oleh karena itu, BLUD RSUD Tanjungpura ke depannya harus berperan sebagai agen dari pimpinan lembaga induknya. Kedua belah pihak menandatangani kontrak kinerja (a contractual performance agreement), dimana pimpinan lembaga induk bertanggung jawab atas kebijakan layanan yang hendak dihasilkan, dan BLUD bertanggung jawab untuk menyajikan layanan yang diminta.

Dengan sifat-sifat tersebut, BLUD tetap menjadi instansi pemerintah yang tidak dipisahkan. Dan karenanya, seluruh pendapatan yang diperolehnya dari APBD dilaporkan dan dikonsolidasikan dalam pertanggungjawaban APBD.

Sehubungan dengan privilese yang diberikan dan tuntutan khusus yang diharapkan dari BLU, keberadaannya harus diseleksi dengan tata kelola khusus. Untuk itu, pimpinan lembaga/satuan kerja dinas terkait diberi kewajiban untuk membina aspek teknis BLUD, sementara PPKD berfungsi sebagai pembina di bidang pengelolaan keuangan. Urai TS Syafi’i.

Dengan demikian, BLUD RSUD Tanjungpura mendatang diharapkan tidak sekedar sebagai format baru dalam pengelolaan APBD, tetapi BLUD diharapkan untuk menyuburkan pewadahan baru bagi pembaharuan manajemen keuangan sektor publik, demi meningkatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

“Dengan RSUD Tanjungpura sebagai BLU, maka diberikan kebebasan dalam meningkatkan pelayanannya ke masyarakat. Rumah Sakit Umum itu, akan mengelola sendiri keuangannya, tanpa memiliki ketergantungan ke Pemkab Langkat seperti yang terjadi selama ini,” Ketus TS Syafi’i.

TS Syafi’i pun tak memungkiri, dengan gagasan untuk menjadikan RSUD Tanjungpura sebagai BLUD sudah jelas secara institusional menjadi badan layan umum. Dalam hal ini, layanan kesehatan diberikan keleluasaan dalam konteks mengelola baik dari sisi sumber daya manusia (SDM) hingga penganggaran.

“Demi memberikan pelayanan yang yang lebih maksimal terhadap masyarakat, maka perubahan RSUD Tanjungpura menjadi BLUD bukan tidak mungkin untuk diwujudkan. Sehingga tidak ada lagi alasan untuk selalu rujuk kesana kemari, yang akhirnya membuat rumah sakit pemerintah yang sangat mempunyai nilai historis di Kabupaten Langkat itu, diabaikan dan orang lebih memilih untuk berobat di rumah sakit tertdekat di luar Langkat.

Karena mereka menganggap, di RSUD Tanjungpura, hanya bisa memberikan mereka berupa infus jarum gantung, obat ctm, antalgin serta obat merah.  Bahkan selama ini, terkesan RSUD Tanjungpura, menjadi ‘ Mesin ATM’ pihak-pihak tertentu di Pemkab Langkat. Sehingga terkesan sangat berkeberatan melepaskan aset PAD yang berkisar 1.3 Milyar per tahunnya yang didapatkan dari RSUD Tanjungpura itu,” Tandas TS Syafi’i.(dudi)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments