Lili 4 Tahun Bergumul Dengan Kanker Ganas

Wakil Rakyat Sibuk Bepergian Hamburkan Uang:
Lili 4 Tahun Bergumul Dengan Kanker Ganas

Tanjung Pura.News Metrolangkat.com

Masyarakat Langkat patut mempertanyakan kepada wakil-wakilnya yang duduk dikursi empuk sana selama belakangan ini apa saja yang telah mereka lakukan buat kesejahteraan rakyat Langkat. Sebab, ‘ Nyayian “ nyaring yang kerab terdengar ialah kosongnya gedung DPRD Langkat karena wakil-wakilnya saling berlomba pergi  keluar daerah.

Seyogianya untuk membiayai perjalanan para wakil-wakil rakyat tadi tidaklah sedikit angka yang harus dihabiskan dari uncang APBD Langkat. Bila hal ini disoal, para anggota dewan terhormat tersebut selalu berkelit kalau semuanya memang telah diatur dan sesuai aturan yang berlaku.

Persoalanya, aturan yang mana kitapun tidak tau. Sebab yang membuat aturan dan peraturan tersebut adalah mereka. Artinya suka-suka mereka-lah boleh dibilang. Mirisnya, dari sekian puluh atau mungkin ratus kali  perjalanan yang dilakukan para wakil-wakil rakyat tersebut, belum ada satupun yang di wujudkan di Bumi Langkat bertuah ini.

Hal tersebut bukan hanya terjadi dimassa anggota DPRD periode sekarang ini. Dimasa anggota DPRD sebelunya juga telah ada yang namanya studi banding. Sangkin akrabnya para wakil-wakil rakyat ini melakukan studi banding, ada plesetan dimasyarakat yang menyebutkan kalau studi banding yang dilakukan mereka (wakil-red) itu adalah  membandingkan yang dirumah dengan yang disana.” Mmmm..bisa jadi.

Entah berapa milyar sudah uang rakyat Langkat dihabiskan buat jalan-jalan tadi. Kalau saja,uang yang sedemikian banyak tadi dibangunkan rumah sakit di Langkat mungkin hal tersebut jauh lebih bermanfaat agaknya. Apalagi rumah sakit yang dibangun dilengkapi dengan segala fasilitas dan kecanggihan alat-alatnya, sudah pasti warga langkat tak harus merana untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Sialnya, para pembuat peraturan itu engan mengalihkan biaya jalan-jalan mereka buat kepentingan masyarakat umum tadi.  Bisa jadi mereka tak ternah terpikir untuk memberikan apa yang dikatakan tadi. Kalau saja wakil rakyat itu benar-benar memperhatikan rakyatnya, sudah pasti penderitaan masyarakat miskin di Langkat bisa teratasi.

Dan pastinya, rakyat Langkat akan mengucap syukur kepada 50 anggota dewan terhormat itu bila mau peduli. Banyak contoh masyarakat miskin Langkat yang berjuang sendirian tanpa mendapat perhatian dari wakil-wakilnya. Salah satu dari mereka yang menderita tersebut adalah Lili warga Dusun I Desa Paya Perupuk, Kecamatan Tanjungpura, Kabupaten Langkat,.

Selama empat tahun, gadis yang mengidap penyakit kanker ini tergeletak tak berdaya tanpa mendapatkan perhatian selayaknya. Untunglah sang ibu yang janda setia merawat Lili setiap hari. Gadis malang yang kini menginjak usia 26 tahun ini, telah kehilangan bola matanya karena kanker ganas tersebut telah merengutnya.
Kesempatan Lili menjalani hidup ini layaknya orang lain, sebenarnya ada bila jauh-jauh hari sebelumnya ada perhatian dari DPR maupun exskutif di Langkat. Sayangnya, harapan itu seperti jauh panggang dari api.

Karena ketiadaan biaya buat memeriksakan penyakit-nya Lili harus rela menerima kenyataan hari ini.
Saat ini kondisi Lili makin memburuk. Oleh karena itu iapun sangat mengharapkan uluran tangan dari para dermawan maupun semua pihak yang bersedia menyisihkan sebagian rejekinya untuk meringankan sedikit bebannya. Dan kemarin, Andri Kesuma, relawan Medan Bergerak (Merger) datang memberikan bantuan kepada Lili.

Kepada wartawan, Senin (8/8) Andri mengatakan 2 tahun lalu kedua orang tua Lili sempat membawa anaknya berobat kesebuah rumah sakit di Tanjung pura, tetapi oleh dokter disarankan untuk di rujuk ke rumah sakit yang lebih lengkap lagi di kota Medan.

"Karena keterbatasan biaya dan kwatir akan dilakukan kemothrapi maka keluarga memutuskan untuk berobat jalan saja di rumah mereka sambil minum ramuan ramuan tradisional" Ujar Andri usai memberikan tali asih bersama group sedekah Syabila.

Ditambahkan Andri, semakin hari semakin parah kondisinya (Lili-red), kini mata sebelah kanan gadis yang berumur 26 ini sudah tak bisa lagi melihat. "Di tambah ada benjolan di bawah telinga dan kalo batuk dadanya terasa sakit tak jarang pulak sampe mengeluarkan darah" Tambahnya.

Sementara, sampai saat ini Lili tinggal bersama ibunya Jamalia, seorang janda renta berusia 63 tahun yang hanya bekerja sebagai tukang cuci dirumah tetangga, sedangkan sang ayah telah pergi meninggalkan mereka menghadap ilahi sekitar 6 tahun silam.

"Kalo untok sekedar makan memang ada lah nak yang bantu kami, tapi kalo haros bawak Lili berobat apa lagi sampe haros oprasi, jelas tak talok la nenek neh karena tak ada duwit nak. Memang pernah kami ikot BPJS tapi dah lebih dua tahun tak sanggop bayarnya..." Ujar Jamalia kepada wartawan dengan logat kampar yang kental.

Pun, ntah kenapa keluarga miskin seperti Zulkifli,warga batu malenggang Hinai dan Lili warga paya perupuk dan lain dikabupaten Langkat  ini selalu luput dari perhatian pemerintah. Padahal setiap tahunnya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Langkat melonjak drastis hingga mencapai Rp.2'3 Triliyun, ditambah lagi dana desa yang mencapai ratusan juta perdesa justru tak mampu menyentuh mereka (kaum miskin-red), seakan kedua dana itu hanya diperuntukan bagi kaum penguasa saja. Sementara simiskin jika sakit bersiaplah menanti malaikat maut  mejemput ajal.” Astafirullah.(yg)

Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments