Kepsek SDN 1 Stabat Dituding Tak Berprikemanusiaan



Kepsek SDN 1 Stabat Dituding Tak Berprikemanusiaan
  
              
STABAT –News Metrolangkat.com

Tudingan tak berprikemanusiaan, pantas ditujukan kepada Ruslan Edi, S.Pd selaku Kepala Sekolah SD Negeri 050656 atau lebih dikenal dengan SDN 1 Stabat. Sebab nasib yang harus dihadapi Yumi Hendri Nasution (47 th), yang sudah 21 tahun tinggal dikomplek rumah guru SD itu, harus terusir, dan akhirnya berpisah dari istrinya yang sah ia nikahi selama 20 tahun.

Dengan mata yang berkaca kaca kepada Metro Langkat, Selasa (9/8), orang yang akrab disapa Robet ini mengatakan kalau dia tidak ada masalah sama istri Darlina, S.Pd yang mengajar di SD 1 Stabat.

“Hanya ada masalah sedikit disaat saya minta izin sama Darlima kalau saya mau menikah dengan orang Malaysia, Darlina mengizinkannya, namun saya masih belum nikah dengan orang Malaysia itu,” kataRobet.

Namun tanpa penyebab yang jelas istrinya Darlina S.Pd menghilang dari komplek sejak tanggal 11 Juli selama lebih satu minggu , sebagai seorang suami dari seorang guru, dengan rasa cemas menanyakan dimana keberadaan istrinya kepada Kepala Sekolah tersebut.

Celakanya, bukan jawaban yang didapatkan oleh Robert, Kepala Sekolah SD.Negeri 1 Stabat bernama Ruslan Edi, S.Pd ini bukannya risau dengan ketidak hadiran Darlina S.Pd sebagai bawahannya yang sudah membolos tak masuk mengajar tanpa sebab hampir 2 Minggu di gedung sekolah yang dipimpinnya.

Dan yang lebih menyakitkan lagi Kepala Sekolah yang dikenal arogan itu, mengatakan kalau pihaknya tak tau dimana keberadaan istrinya. “Kamu jangan lagi tinggal di komplek ini, " Ujar Robet sambil menirukan ucapan Kepsek itu.
 .
Kepada Metro Langkat Robet juga mengatakan, " Saya difinah pihak Pak Ruslan bang, dia menuduh kalau saya selama tinggal dikomplek SD 1 selalu kedatangan tamu yang tak jelas, premanlah , mafialah. Itu tidak benar, kerjaan saya jualan dikomplek sekolah. Saya sedih pak, kepala sekolah bukannya membantu memediasi kami supaya tidak bercerai seperti ini, malahan dengan tega dan egoisnya mereka bersekongkol dari pihak pak Ruslan Edi dan sesama para guru lain untuk menyampakkan saya dari komplek rumah guru itu,” kesal Robet.

Lebih lanjut Robert mengatakan, akhirnya mereka berpisah, dan Robert pun kehilangan pekerjaan dan tempat tinggal, karena Ruslan sudah menyuratinya dengan Nomor: 422.2/014/VIII/2016 Hal Pengosongan Rumah Dinas Guru.

Menanggapi hal ini pihak Dinas P dan P Langkat melalui Kepala Unit Pelayanan Tekhnis (UPT) Kecamatan Stabat, Roby Rezeqi, M.Pd mengatakan kepada Metro Langkat, bahwa pihaknya segera memanggil Darlina besok (hari ini-red), dan akan memediasi kedua belah pihak di Stabat, agar cepat diselesaikan masalahnya.(Dudi)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments