Hebatkan..? DPRD Langkat Lakukan 2600 Kali Perjalanan, Hamburkan Rp.5 Milyar Lebih

Jaksa & Polisi Diminta Menyelidiki :
DPRD Langkat Lakukan 2600 Kali Perjalanan, Hamburkan Rp.5 Milyar Lebih
 
Gedung Wakil rakyat Langkat.

Langkat– News Metrolangkat.com

Penyidik kejaksaan dan Kepolisian diminta “masuk” ke DPRD Langkat untuk menyelidiki dugaan terjadinya penyimpangan atau penyelewengan yang terjadi dilembaga legislatif ini. Salah satu yang harus diselidiki adalah alasan “pelesiran’ segenap anggota DPRD Kabupaten Langkat yang dibungkus dengan dalih study banding, kunjungan kerja dan bimtek ke berbagai tempat di nusantara ini diyakini hanya akal-akalan untuk mengeruk uang rakyat Langkat yang angkanya milyaran rupiah.

Hoby jalan-jalan tanpa manfaat buat masyarakat yang diperagakan anggota DPR Langkat belakangan ini menjadi pergunjingan. Dengan meng-agendakan 26 kali setahun untuk persoalan ‘pelesiran’ dimaksud,  jelas tak didapatkan faedah ataupun manfaatnya dari para wakil rakyat melalui perjalan dinasnya itu.

Dan hal inilah yang sangat disesalkan oleh tokoh masyarakat T Said Syafi’i, yang dikenal vokal menyuarakan aspirasi arus bawah ini. Melalui Metro Langkat, Kamis (11/08), T Syafi,i mengaku sangat miris mendengar dan melihat kelakuan para anggota DPRD yang katanya terhormat itu, namun sama sekali tidak menghormati dirinya, akibat banyaknya uang rakyat yang terbuang percuma hanya demi sebuah agenda pelesiran berjama’ah .

“Sangat disesalkan, disaat rakyat Langkat masih sangat membutuhkan sentuhan pembangunan di segala bidang, ternyata milyaran rupiah dana yang diperuntukkan buat ‘pesta pelesiran’ itu, tak berimbas positif untuk kesejahteraan rakyat Langkat,” Ujar T Said Syafi’i.

T Said Syafi’i juga membeberkan, dengan 26 kali perjalanan menggunakan uang rakyat itu, maka 50 orang anggota DPRD Langkat X 26 kali perjalanan = 1300 kali perjalanan X PP = 2600 kali perjalanan (penerbangan dengan menggunakan pesawat).

Itu artinya menurut T Said Syafi’i, jika dengan estimasi harga tiket pesawat paling murah sebesar Rp 700.000,- yang dianggarkan untuk sekali perjalanan, maka 2600 kali perjalanan X Rp 700.000,- = Rp 1.820.000.000,- (Satu Milyar Delapan Ratus Dua Puluh Juta Rupiah), dihabiskan untuk membiayai tiket pesawat mereka.

“Itu belum lagi termasuk biaya hotel dan uang transportasi di lokasi, selama beberapa hari mereka menjalani ‘pelesirannya’ tersebut. Dan jika dengan standart terendah buat uang hotel dan transportasi mereka mereka di lokasi sebesar Rp 2.000.000,- per orang, maka jika 26 kali perjalanan X 50 orang, habislah uang negara sebesar Rp 2.700.000.000,- (Dua Milyar Tujuh Ratus Juta),” Terang T Said Syafi’i.

Dan menurut T Said Syafi’i juga, perkiraan biaya terendah yang disebutkan dalam estimasi di atas, belum termasuk untuk biaya Sekwan dan staf sekretariat dewan, yang mendampingi kepergian ‘pelesiran’ dimaksud.

Maka T Said Syafi’i sangat mengharapkan agar pihak hukum terkait baik dari kalangan kepolisian dan kejaksaan, agar pro aktif serta segera masuk ke arena perjalanan dinas anggota DPRD Langkat itu, untuk dapat diselediki dan adanya kemungkinan indikasi pengeluaran uang negara melalui perbuatan yang menyalahi wewenang mereka dalam menjalankan kekuasaannya.

Disisi lain, T Syafi’i juga menyoroti tentang adanya anggaran yang diperuntukkan untuk biaya tamu di rumah dinas Ketua DPRD Langkat.

“Pastinya ada anggaran ‘Uang Tamu’, yang diperuntukkan buat biaya snack, teh atau kopi buat tamu yang datang ke rumah dinas Ketua DPRD Langkat. Namun disinyalir uang tersebut, yang diperkirakan sekisar Rp 7 jutaan setiap bulannya, senyap begitu saja. Sebab Ketua DPRD Langkat pun tidak menempati rumah Dinas itu, apalagi menerima tamu secara rutin di rumah dinasnya,” Ucapnya.

T Said Syafi’i juga mengkalkulasikan, biaya Rp 7 Jutaan itu, jika dikalikan 72 bulan (5 Tahun masa periode Ketua DPRD), maka sebesar Rp 504.000.000,- (Lima Ratus Empat Juta Rupiah), menjadi santapan empuk mereka tanpa jelas pertanggungjawaban keummatannya.

“Ya kalau laporan administratif alias LPJ, kan bisa-bisa aja dibuat dengan dalih dan delik apa saja. Tapi apa mereka sanggup bersumpah atas nama Tuhannya, jika uang itu benar-benar digunakannya untuk kebutuhan tamu yang datang ke rumah dinas Ketua DPRD Langkat tersebut,” Ketus T Said Syafi’i. (Dudi)

Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments