Di Tingal Beli Mie Instan, Muli Beru Sembiring Kehilangan Rumah

Muli Beru Sembiring pingsan saat melihat rumahnya terbakar
Di Tingal Beli Mie Instan, Muli Beru Sembiring Kehilangan Rumah

SALAPIAN, News Metrolangkat.com

Kepergian Muli Beru Sembiring (68) kekedai untuk membeli Mie Instan tak disangkanya berbuah petaka. Pasalnya, baru berselang hitungan menit saja, rumah yang selama ini ditempati telah dijilati sijago merah hingga rata dengan tanah.

Menyaksikan kediamanya telah terbakar, spontan Muli terjatuh pingsan. Warga yang melihat kejadian tersebut berupaya bahu membahu memadamkan api. Namun, api lebih cepat dari warga hingga rumah permanen tersebut nyaris rata dengan tanah.

Selain rumah Muli, kediaman tetangganya Keman (65) juga ludes terbakar setelah api yang berasal dari rumah Muli menjilati bagian atas serta dinding rumah Keman. Suasana panik terlihat di Dusun III Namu Jawi, Desa Perkebunan Bandar Telu, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat ini.

Dampak peristiwa ini kerugian yang ditimbulkan dari dua rumah yang terbakar berkisar Rp. 250 juta. Keterangan yang dikumpulkan Metro Langkat, Selasa (2/8) menyebutkan, kejadian yang tak sampai mengambil korban jiwa ini diketahui sekitar pukul 14.30 Wib. Saat itu warga yang berpenduduk kecil namun padat pemukiman tenggah sepi karena sedang bekerja diperkebunan.

Warga yang pertama kali mengetahui kejadian ini adalah Keman. Waktu itu Keman baru saja pulang dari kebun untuk istirahat bersama istrinya Rosni Beru Bangun serta anak perempuanya Eria Tanti. Saat menikmati segelas teh hanggat didapur rumahnya, tiba-tiba terdengar dentuman keras dari rumah sebelah yang diketahui kediaman Muli.

Awalnya Keman mengira kalau suara keras tersebut hempasan jendela rumah tetanganya tadi. Tapi selang tidak berapa lama kemudian, kepulan asap hitam terlihat membumbung dari kediaman Sahun Muli. Melihat hal tersebut Keman langsung keluar Rumah. Bukan main kagetnya Keman  setelah di lihatnya api sudah berkobar besar.

Spontan pria berusia lebih setengah abad ini menjerit meminta tolong, warga yang baru pulang kerumah dari bekerja langsung berkerumun  memadamkan api. Sial, warga kalah cepat dengan api yang terus membesar, saat itu Kediaman Keman yang berdindingkan tepas di bahagian samping telah dikuasai api.

Memang waktu itu ada suara dentuman, tapi ngak tau juga apakah suara itu suara dentuman tabung gas yang meledak, karena suara tersebut tidak begitu kuat bisa juga arus pendek karena di dalam rumah Sahun Muli ada satu buah sepeda motor Jenis Matic bisa saja suara sepeda motor tersebut yang meledak,” uajr Keman saat ditemui wartawan anda.

Kalau kerugian saya, berkisar Rp.100 juta gak kemana, sebab hanya sebahagian saja yang dapat di selamatakan harta benda berupa pakaian . Sementara barang-barang berharga lainya seperti Televisi dan lainnya hangus terbakar,” ucap Keman.

Saat itu Sahun Muli pergi ke sebuah warung membeli Mie Instan dan dirinya tinggal di rumah sendiri,sebab Muli seorang janda sedangkan anaknya tinggal di sebuah pondok Milik perkebunan.

Kalau sepeda motor yang juga ikut terbakar itu milik anaknya karena setiap hari anaknya pasti ke rumah orang tuanya.” Ujar warga seraya mengaku  kalau rumah Sahun Muli tidak ada yang bisa di selamatkan.

Petugas Mapolsek salapian mendapat kabar kebakaran ini langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan sekaligus memasang garis polisi line.” Kita belum bisa menjelaskan penyebab kebakarn, sebab masih dalam penyelidikan, dugaan sementara karena arus pendek, “ ujar Kanit Reskrim Polsek Salapian Iptu Endrawan Sitepu singkat.(Tris)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments