Setelah KAHMI, Jabatan Ketua MABMI Juga Diributi


Setelah KAHMI, Jabatan Ketua MABMI Juga Diributi


Langkat - News Metrolangkat.com



Setelah kalangan pengurus MD KAHMI Langkat menuntut dr Indra Shalahuddin, M.Kes, MM mundur dari jabatanya sebagai Ketua MD KAHMI Langkat, kini jabatan Ketua PD MABMI Langkat yang juga dijabat dr Indra selaku Sekdakab Langkat, mendapatkan tekanan untuk segera dilakukan evaluasi oleh PB MABMI.

hal ini kembali dicetuskan oleh mantan Pimpinan DPRD Langkat H Nailul Amali yang dikenal sebagai tokoh melayu Langkat, yang menyebutkan bahwa dr Indra dianggap tidak mampu memberdayakan organisasi MABMI di Langkat sebagaimana yang diharapkan.

"Sudah beberapa pengurus kecamatan MABMI menyampaikan curahan hati mereka kepada saya tentang keberadaan MABMI di Langkat sejak dipimpin oleh dr Indra. Yang Intinya sangat menyayangkan dengan tidak adanya aktifitas dan gerakan yang konkrit untuk membesarkan MABMI," Ucap H Nailul kepada Metro Langkat, Kamis (28/07).

Mantan anggota DPRD Sumatera Utara itupun menegaskan agar pihak PB MABMI, untuk segera melakukan evaluasi atas kinerja dr Indra sejak memimpin PD MABMI Langkat. Karena menurut penilaiannya, dr Indra tidak mampu mengakomodir tatanan berorganisasi yang baik untuk menumbuhkembangkan MABMI sesuai dengan kebijakan kerja yang sepatutnya menjadi standart utama membesarkan nama melayu di bumi betuah ini.

H Nailul juga meminta kepada Bupati Langkat, untuk tidak ternina bobokkan oleh sepak terjang dr Indra, yang dianggapnya bukanlah menjadi refresentasi anak melayu menjadi Sekda Langkat.

"Bupati harus segera menonaktifkan dr Indra sebagai Sekda, sebab sudah terlalu banyak jabatan di luar pemerintahan yang diembannya, namun satupun tak ada yang beres dipimpinnya. Maka, dengan tidaknya dia menjadi Sekda, bisa jadi dr Indra lebih fokus dalam menjalankan amanah sebagai Ketua diberbagai organisasi ataupun paguyuban yang dipimpinnya," Ketus H Nailul.

Sebelumnya, H Nailul Amali juga angkat bicara terkait vakumnya kegiatan Majelis Daerah Korps Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kabupaten Langkat periodesasi 2012-2017 di bawah kepemimpinan dr Indra Shalahuddin, M.Kes, MM, membuat kalangan pengurus MD KAHMI Langkat menjadi resah atas sikap dr Indra Shalahuddin dalam menjalankan praktik pemahaman management berorganisasinya.

Setelah beberapa hari lalu, salah seorang Pengurus MD KAHMI Langkat Mahruzar yang menjabat sebagai Kepala Bidang Pertanian di kepengurusan MD KAHMI Langkat, mendesak agar presedium KAHMI Langkat agar segera menggelar Musdalub, kini giliran Drs H Nailul Amali selaku Penasehat MD KAHMI Langkat yang angkat bicara.

“Dengan gentlemen, dr Indra Shalahuddin diminta mundur saja sebagai Ketua KAHMI Langkat. Buat apa menjabat sebagai Ketua, jika program kerja yang sudah ditentukan melalui rapat kerja pun, tidak mampu dijalankan sebagaimana mestinya,” Sesal H Nailul Amali.

Lebih lanjut H Nailul menegaskan, gaya kepemimpinan yang diperlihatkan dr Indra dalam menahkodai MD KAHMI Langkat, dinilai tidak mencerminkan integritas seorang kader HMI yang militan.

“Sudah jelas, jelang empat tahun dr Indra menjabat sebagai Ketua MD KAHMI Langkat, terbukti ianya tidak bisa bermanfaat bagi KAHMI dan masyarakat. Sehingga semangat Insan Cita yang membumi di jiwa raga pengurus KAHMI Langkat, yang notabene adalah kader sejati HMI dengan perekat pengkaderan tanpa bisa dibeli oleh kepentingan politis mengamankan jabatan dengan berlindung di singgasana KAHMI, menjadi berang karena ketidakmampuan dr Indra dalam menjalankan roda organisasi sebagaimana mestinya,” Ketus H Nailul.

H Nailul pun menyampaikan rasa herannya, atas sikap yang dijalankan dr Indra dalam memimpin organisasi. Karena menurut H Nailul, tidak sedikit pejabat publik yang mengetuai sebuah organisasi dan mampu berakselerasi memainkan peranannya sesuai AD/ART organisasi yang dipimpinnya.

Namun menurut penilaian H Nailul, dari model kepemimpinan dr Indra Shalahuddin sejak mengomandoi MD KAHMI Langkat, sama sekali tidak menunjukkan tipekal leadership seorang kader HMI sejati.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, anggota dan pengurus Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Indonesia( MD KAHMI) Langkat menilai MD KAHMI Langkat vakum dengan tidak adanya  program organisasi yang dilaksanakan sejak dilantiknya pengurus MD KAHMI Periode 2012-2017 beberapa tahun yang lalu.

Sementara dr Indra Shalahuddin, saat dikonfirmasi Metro Langkat atas kenyataan di atas, mengatakan bahwa ia sudah berusaha berbuat yang terbaik dalam hal memimpin MD KAHMI Langkat dan PD MABMI Langkat.

"KAHMI kan paguyuban. Dan kita selalu kumpulkan kawan-kawan atas inisiatif dan mengeluarkan biaya pribadi untuk itu semua. Begitu juga dengan di MABMI, sudah pernah kita undang saudara Nailul untuk mengikuti rapat untuk persiapan raker MABMI, namun ianya tidak hadir," Jelas dr Indra.

dr Indra juga menegaskan bahwa intinya buat dirinya dalam menjalankan amanah kepemimpinannya baik di KAHMI atau di MABMI, adalah berdasarkan rasa persaudaraan.

"Saya tidak pernah merasa menyakiti hati orang lain. Namun jika ada yang merasa tersakiti oleh sikap dan perbuatan saya, sayapun juga tidak bisa menghalanginya. Mereka punya hak untuk menyampaikan pendapatnya," Pungkas dr Indra. (Dudi)




Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments