MENEMBUS MISTIS KAWASAN WISATA BUKIT LAWANG (BAG- 3 )

MENEMBUS MISTIS KAWASAN WISATA BUKIT LAWANG (BAG- 3 )

SILUMAN NAGA BERTANDUK JAGA KAWASAN LAUSER
 Hal masih dianggap musykil itu terus mendatangi Uncu Melan sepanjang malam. Menerima pesan-pesan kakek misterius dikawasan wisata tersohor kian menyeruak  dalam mengkisahkan sejatinya alam pegunungan banyak menyimpan misteri didalamnya.  Kemustahilan itu tak dianggap sepele Uncu Melan.
Naga Bertanduk jaga kawasan gunung Lauser.(ilustrasi)


Pertanda sengaja diserahkan pria gaek bersorban itu malah bukan cukup sekali menjumpainya.   Bagaimana pengalaman Uncu soal kemunculan siluman ular naga bertanduk penunggu sejati kawasan pegunungan Lauser masih dianggap musykil itu,  Benarkah ?

Bukan gampang serta perkara mudah menemukan keganjilan secara langsung makhluk-makhluk penguasa alam sejatinya memunculkan dirinya sendiri. Bukan juga meminta atau memohon untuk ditampakkan secara nyata soal itu.

Hal yang masih dianggap tidak masuk akal itu, ternyata banyak memberikan kebenaran-kebenaran diluar nalar biasanya manusia. Kemunculan sosok siluman ular naga bertanduk, memiliki dua lubang mata memancarkan cahaya merah dibawah tanduk-tanduknya sudah bercabang keduanya.

Kemustahilan itu terus dirasakan Uncu Melan bersama rekan-rekannya langsung mendapati dan melihat penampakkan sosok siluman ular bertanduk penunggu sejatinya kawasan lekuk perbukitanya berlapis-lapis.
Kawasan pegunungan ditabalkan menjadi Lauser, karakteristik alam menyerahkan pertanda kuat keberadaan makhluk-makhluk raksasa penguasa serta pengawasan semua harta pusaka sengaja terpendam dibalik terjalan tebing-tebingnya.

Keangkeran kawasan hutan masih lestari juga mengikut sertakan banyaknya kisah misteri belum terjaring mata penglihatan selama ini. Namun pengalaman kuat sengaja dikhabarkan pada salah seorang warga Bahorok ini, tidak musti diabaikan begitu saja terkait kemunculan sosok siluman ular naga bertanduk pengikat sendi-sendi kaki gunungnya menjumpai disaat jelang azan maghrib tiba.

“ Mimpi itu mengisaratkan tanda penguasa diwilayah kaki gunungnya. Pembawa mimpi masih pria gaek bersorban sengaja mengalamatkan semua petunjuk bakalan dijumpai langsung. Walau jarak waktunya tidak serta merta ditemui. “ Biasanya sudah hampir lupa, baru kejadiannya diterima “ bebernya ceplas-ceplos menemukan keganjilan itu.

“ Begian ceritanya ….??” Sepekan usai dijumpai kakek misterius te…??” Baru amba diberikannya mimpi berat, sungguh …??” akunya jujur mengkisahkan. “ Mimpinya te…??” Persis tempat kejadian PS (mobil Pembangunan semesta.red) terjungal terbawa arus ??” Pernah mobil PS terbalek terbawa arus banjir dilokasi nu ??” Disian juga kejadiannya …??” aku Uncu Melan membeberkannya.

Memotong kisah misteri memang dijumpainya langsung, Uncu Melan menyiapkan makan malam dengan sentuhan menu sambal pekasam duren  sengaja dicampurnya dengan ikan teri, rebusan daun singkong siwir-siwir masih muda serta lembut teksturnya.

Suguhan nasi  panas baru saja diangkat dari dasar periuk tak begitu besar untuk ukuran keluarga.
Menikmati kerapatan rumah penduduknya, berbincang akrab  ditengah aliran irigasi sawah mengalir diiringi deru suara gemericiknya sungai Bahorok.  Pengalaman misteri Uncu Melan kian hangat dilanjutkan usai makan malam bersama kedua buah hatinya sudah mulai beranjak dewasa.

“ Teringat pesan andong (nenek Melayu.red)…??” Jika engkau endak mendai hidup selamanya, hafalkan do’a Nur Buah te untuk bekal hidup mu kelak “ pesan andong terus diamalkan hingga usia begian tuha” akunya mengenang pesan almarhumah andongnya semasa mengaji malam dirumah gubuknya.

“ Niat hati endak balek ke rumah, bersih diri ditepian sungai nu….?! “ Amba keleh diseberang nu endak lagi datang banjir tu …?!” herannya pertama sekali menemukan sosok siluman ular naga bertanduk menggeliat-geliat.
“ Rupanya atok penguasa gunung menampakkan bentuk jasad aslinya. “ Sungguh luar biasa panjangnya, ujung ikurnya te pertama kali te keleh ??” Sebab…??” ujar Uncu Melan menceritakan soal itu.

Uncu Melan dengan semangatnya melanjutkan kisah misteri dijumpainya. Geliat ujung ekornya mulai dinampakkan sengaja dari arah ekor, perlahan menggeser menuju arah bagian penggalan sekujur tubuhnya perlahan hingga gerakan menaik ke arah hulu. Sosok siluman ular naga sengaja menampakkan sejati dirinya hingga kebahagian kepala.

Setiap gerakan liukan sekujur tubuhnya, menghasilkan cahaya kilat kehitam-hitaman. Apalagi hingga mendapati bahagian kepalanya, seluruh aliran air sengaja menemukan gerakan sekujur tubhnya itu, menghasilkan suara percikan air serta buih-buih dilalui air dibahagian badan siluman ular ular naga.
Ditambahkannya lagi.

“ Terakhir menyaksikan bahagian kepalanya, dua buah tanduk bercabang sengaja digoyang-goyangkannya. Pancaran cahaya merah dikedua bola matanya, pertanda kuat penampakkannya sengaja memalingkan arah mukanya kearah dimana tengah mengangkat air wudhuk dilokasi pinggiran sungai Bahorok.

Menyembunyikan posisi bahagian kepalanya dilekukan perbuktian terjal itu, siluman ular naga bertanduk cabang memang nyata muncul serta menampakkan dirinya. Berulang kali mengeliat menampakkan panjang sekujur tubuhnya dialiran sungainya, walau terlihat disenja kala kejadiannya itu. Lantas bagaimana kisah pesan kakek misterius berikutnya terkait pesan soal alam dikawasan wisata ? (bersambung)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments