MENEMBUS MISTIS KAWASAN WISATA BUKIT LAWANG (BAG-2 )

MENEMBUS MISTIS KAWASAN WISATA BUKIT LAWANG (BAG-2 )

Banyak kemunculan pria gaek berjubah serba putih disetiap lokasi wisata kian menggeliat itu. Tak hanya seorang saja sengaja ditampakkan wujud misteriusnya pada bangsa manusia.

Sosok pria bersorban.(ilustrasi)
 Kehadirannya ditengah lokasi wisata kian ramai dikunjungi tetap menyerahkan isarat juga sasmita kejadian-kejadian bakalan dirasakan nantinya. Peristiwa aneh serta memilukan itu tetap masih bisa terjadi untuk kali kedua, jika bangsa manusia tetap mengabaikan pesan sejati alamnya.

Kisah misteri dengan balutan banyak pesan didalamnya terus tak berhenti begitu saja. Salah seorang warga lokasi wisata dikawasan Bukit Lawang, Uncu Melan begitu nama samaran ditabalkan padanya sesuai kesepakatan tatkala membeberkan kisah pertemuannya dengan bangsa lelembut sosok pria gaek berjubah.

Menguntitnya terus menerus acap kali Uncu Melan usai melaukan aktivitas. Sikap ramah tamahnya begitu amat menggambarkan karakterisktik sosok pria gaek berjubah kian nyata terlihat. Meskipun  berbeda dimensi dunia yang diduduki masing-masing.

Kejelasan fenomena sengaja diperlihatkan pada bangsa manusia, perpanjangan lidah bangsa lelembut berikut  keterangan perilaku begit menggambarkan kondisi bakalan terjadi terasa menggetarkan jiwa.

Sasmita juga pesan-pesan masih dilayangkan dari balik alam berbeda kian  menggelinding kencang dikeseharian hidup pria paruh baya hidup sederhana serta apa adanya dikawasan wisata tersohor.
Diikuti sosok pria gaek kamanapun dirinya bepergian, pesan juga nasihat masih jauh dari kejadian sesungguhnya terus dilakukannya menyerahkan amanah semua makhluk disekitaran kawasan Lauser terus terjadi.

“ Pria itu terus mengikuti kemana saja  melakukan aktivitas. “ Ya usai kemunculannya dimalam pertama dibadan jalan rabat beton kerap digunakan sebelumnya.

“ Sosok itu terus mengutarakan pesan-pesannya, meski diawal-awalnya hanya petunjuk gerakan alam, langsung menyandarkan fenomena kuat dibalik kehadirannya dialam nyata.

“ Pesan masih terondok, menyembunyikan kerahasiaan akan kenyataan selanjutnya. “ Justru perihal ini ditangkap nyata serta terang dalam menuliskan kejadian bakalan terjadi jika memang terus mengabaikan semua ihwal pesannya” aku Uncu Melan polos membeberkan soal itu.

“ Dua malam berselang, pria gaek bersorban serba putih mengisaratkan untuk menemuinya dibalik rimbunan dapur pohon pisang kepok putih disebelah rumah “ Uncu Melan merasakan bisikan kuat tak dapat mengelakkannya. “ Sejak sore hari, langit kawasan wisata mendung bergumpal kabut tebal disekelilingnya.  “ Tiada menduga sedikitpun kejadiannya “ akunya jujur masih bernada Melayu Bahorok kental.

“ Ngikut saja ?!” semacam bisikan dalam hati tu untuk bersua dengan atok nang cantek dan tampan rupanya. “ Sorban nang menjuntai te…?!” Masya Allah … putihnya bukan maen kilauannye ??” Senang betul hati nen ngeleh nya tak usah bekedep mata tu “ akunya menemukan sosok pria gaek sengaja menampakkan diri.

Berjarak beberapa meter dari sosok paria gaek bersorban, Uncu Melan tiada gentarnya menemui kakek misterius dibalik rimbunan pohon pisang kepok. “ Aromanya luar  biasa tercium malam tu ?!” Tiada wanginya sebanding dengan farmum modern sekarang nin

?!” akunya penasaran melihat peampakkan nyata kakek misterius memenuhi panggilannya. “ Lauser….??” Lauser…??” pesan kakek misterius itu berulang kali menuturkan kata singkat dan pendek soal perbukitan dikawasan wisata tersohor.

“ Buntut ditabalkannya nama sejatinya alam dimilii kawasan pegunungan sejak dulu. Melukiskan banyak kisah masih belum tertangkap pandangan logika selama ini.

“ Kakek misterius itu mengabarkan soal penabalannya. “ Kawasan Lauser, nama tunggal sengaja dipilih juga direstui semua makhluk didalamnya. Tak menampik habitat asli pegunungan semua satwa serta tanaman didalam bergantung pada perutnya buminya masih merindukan keaslian dan keasrian alamnya untuk terjaga “ Pesan kakek misterius itu menggantung.

Masih kepada Metro Langkat-Binjai dikisahkannya kejadian aneh menemuinya itu. “ Lauser…??” Uncu Melan menafsirkan sasmita sengaja diamanahkannya. “ Pusaran air juga angin ada dibalik perbukitan kawasan pegunungan.

“Tanda alam sejatinya, awan tebal serta hitam tanda kuat diperjalankannya turunnya hujan lebat serta debit air paling besar nantinya” tirunya mengingat pesan pria gaek itu mengabarkan pesan-pesannya. “ Sementara awan putih terus muncul perlahan dari balik tegaknya pepohonan dikawasan.

“ Ya tanda bersahabatnya alam, mengingatkan kuatnya kedekatan alam dengan semua makhluk masih menyandarkan kehidupan dengan alamnya sendiri. “ Tanda itu paling utama serta pavorit diatas lanbgt xkawasan jika memang masih bersahabat.

“ Akan tetapi…?!” pesannya mengingatkan perihal pesan atau pertanda buruk. “ Awan tebal berwarna hitam pekat diatas langitnya….?!” Patut diwaspadai ya nak….?!
” Tutur kata lembut meski pesannya jarang masuk akal serta nalar manusia” aku Uncu Melan menerima langsung pesan sang penguasa alam sengaja menampakkan diri dilokasi wisata sebelumnya.

Hanya berjalan tiga menit lamanya, kakek misterius itu tak lagi mengeluarkan aroma khas wangian sengaja dibawanya. Suara lembut penuh nasihat itu tak lagi terdengar. “ Hanya diujung kemunculannya sengaja menampakkan diri.

“Meminta bersua dibalik rimbunan dapur pohon pisang, fenomena tersendiri masih menyuarakan rasa penasaran tinggi belum terjawab. Semenstara, diujung kemunculannya belum terlalu larut malam itu. Pria gaek bersorban serba putih mengisaratkan makhluk lain penjaga sejati mulut-mulut goa serta kawasan pegunungan Lauser masih diutarakannya sekelumit.

 “ Berhati-hatilah….??” Tetap menjaga keasliannya nak…?!” Penunggu terhebat serta luar biasa akan murka segera, jika tetap mengabaikan pesan-pesan juga bisikkan makhluk-makhluk sekitarnya terus setia menjaganya.

“ Ular bertanduk serta bermata merah ada dibalik pegunungan Lauser sejatinya” pesan akhir malam itu langsung pergi meninggalkan dapur pohon pisang diringi cahaya hijau serta putih mengelilingi keberangkatannya mengarak kelangit gelap. (bersambung)



Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments